Sebanyak 420 item atau buku ditemukan

Ghoribul Hadist

  • Judul : Ghoribul Hadist
  • Pengarang : Alqosim Abi Ubaid Ibnu Salam Alharowi,  
  • Kategori : Arabic language
  • Penerbit : Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah
  • Klasifikasi : 2X2
  • Call Number : 2X2 ALQ g
  • Bahasa : Arab
  • Penaklikan : Al Hadits
  • Tahun : 1986
  • Halaman : 461
  • Ketersediaan :
    T2.28107.17
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28106.16
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28105.15
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28104.14
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28103.13
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28102.12
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28101.11
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28100.10
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28099.9
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28098.8
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28097.7
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28096.6
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28095.5
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28094.4
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28093.3
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28092.2
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28091.1
    Tersedia di Perpustakaan Kampus

7 Kaidah Utama Fikih Muamalat

Kaidah-kaidah fikih (qawa’id fiqhiyah) adalah kaidah-kaidah hukum yang disusun oleh para fikih, sebagai pedoman untuk mempermudah dan membantu memahami permasalahan fikih di dalam menentukan hukum dari suatu perkara dan kejadian. Kaidah-kaidah ini sangat banyak dan bercabang-cabang. Dari sisni, seorang pengkaji hukum Islam atau faqih tidak dapat memahami segala isi kajian hokum Islam kecuali jika ia mempelajari qawa’id fiqhiyah. Semakin tinggi tingkat penguasaan seorang faqih akan kaidah-kaidah ini, maka tingkat prestasinya akan semakin naik dan rangkingnya pun akan semakin meningkat, dan terbukalah jalan di hadapannya menuju prosedur fatwa. Oleh karena itu, mempelajari kaidah-kaidah fikih merupakan kewajiban bagi setiap orang yang menggeluti dunia fikih.

- Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar.

Dakwah Humanis

Cinta, Toleransi dan Dialog Paradigma Muhammad Fethullah Gulen

Penelitian ini berkesimpulan bahwa dakwah yang berlandaskan kepada nilai-nilai kearifan dan moralitas merupakan pilar dasar dalam pembentukan religiusitas masyarakat yang toleran. Dakwah yang demikian sejalan dengan prinsip-prinsip keagamaan (dakwah qur’ani dan nabawi) dan kebijaksanaan perenial. Terbukti hubungan yang dijalin sesama manusia selalu mengedepankan nilai-nilai kearifan, moralitas dan spritualitas. Nabi Muhammad saw tidak pernah melakukan dakwah dengan cara kekerasan dan paksaan, bahkan sebaliknya Nabi memberikan tauladan kepada umatnya agar berdakwah dengan cara santun dan damai. Paralel dengan kesimpulan tersebut, Safrodin Halimi, dalam Etika Dakwah dalam Perspektif al- Qur’an, Antara Idealitas Qur’ani dan Realitas Sosial. Memandang bahwa al-Qur’an telah meletakkan prinsip-prinsip dalam berdakwah, seperti kejujuran dan keteladanan, keikhlasan dan ketulusan, kasih sayang dan kelembutan serta kebebasan berkehendak dan memilih. Menurut ‘Ali ibn Nafyu’ al-‘Ulyani agama Islam tidak akan terealisasikan pada umat Muslim kecuali dengan jihad dan segala konsepnya, sehingga dalam pandangannya jihad memberikan pengaruh yang signifikan dalam menyebarkan Islam. Di samping itu beliau banyak menggunakan ayat-ayat jihad dalam merumuskan konsep dakwah. Begitu juga Yohanan Friedmann, Tolerance and Coercion in Islam: Interfaith Relations in the Muslim Tradition. Menurut Friedmann al-Quran tidak memiliki istilah khusus untuk mengungkapkan gagasan toleransi, lebih dari itu Friedmann berpendapat Muhammad saw dalam berdakwah bertindak intoleran dengan mengusir suku-suku yahudi dari Madinah. Kajian ini bertumpu pada penelitian kepustakaan (library research), dengan sumber utama karya Gulen. Adapun cara membacanya dengan pendekatan historis dan pendekatan humanistik.Selanjutnya data di analisis dengan menggunakan metode content analyzing, dan deskriptif-analisis. content analyzing ini peneliti gunakan untuk menganalisa makna yang terkandung dalam asumsi, gagasan, atau statemen untuk mendapat pengertian dan kesimpulan. Adapun metode deskriptif-analisis akan digunakan untuk melakukan klasifikasi mengenai relevansi substatif pemikiran dakwah Gulen, pemilahan ide-ide secara detil, konsistensi pembahasan, pembedaan hirarkis, hingga analisa secara tuntas yang meliputi semua kategori atau komponen yang diteliti.

Penelitian ini berkesimpulan bahwa dakwah yang berlandaskan kepada nilai-nilai kearifan dan moralitas merupakan pilar dasar dalam pembentukan religiusitas masyarakat yang toleran.

Khasyiyah Syekh Ibrohim Al Baijuri

  • Judul : Khasyiyah Syekh Ibrohim Al Baijuri
  • Pengarang : Ibnu Qosim,  
  • Kategori : Arabic language
  • Penerbit : Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah
  • Klasifikasi : 2X4
  • Call Number : 2X4 IBN k
  • Bahasa : Arab
  • Edisi : 1
  • Penaklikan : Fikih
  • Tahun : 2020
  • Halaman : 749
  • Ketersediaan :
    T2.28231.9
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28230.8
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28229.7
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28228.6
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28227.5
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28226.4
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28225.3
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28224.2
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.27207.1
    (PNJ-2-00004804) Dipinjam sampai 03-10-2025 pada Perpustakaan Kampus

Pengantar Studi Ilmu Dakwah

Dakwah adalah seruan kepada manusia untuk bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan segala bentuk kemusyrikan. Pada prinsipnya, dakwah adalah kewajiban setiap muslim, sebagaimana seruan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam agar kita menyampaikan pesan-pesan Islam, meskipun satu ayat. Namun begitu, berdakwah juga perlu ilmu, perlu pemahaman tentang dakwah (fiqhud dakwah), agar pesan-pesan yang disampaikan bisa berjalan secara sistematis dan efektif. Karena itu, buku ini hadir untuk memberikan pemahaman tentang seluk beluk dakwah, seperti; sejarah dakwah, metode-metode dalam berdakwah, tugas pokok seorang dai, peta konsep dakwah, kode etik dakwah, sarana-sarana dakwah, psikologi dai dan mad’u (obyek dakwah), pantangan-pantangan dakwah, karakteristik dai, dan lain sebagainya. Penulis memaparkan teori-teori dalam dakwah, kemudian juga memberikan arah-arahan agar teori-teori tersebut bisa dipraktikan oleh para dai. Karena sejatinya, sebanyak apapun teori yang kita pahami, jika tidak dipraktikkan di lapangan, maka itu semua tak akan ada gunanya. Sebagai seorang yang bergelut dalam dunia akademisi dan juga seorang dai, penulis memiliki pengalaman dalam bidang ini. Buku ini wajib dimiliki oleh para mahasiwa yang menempuh studi di bidang dakwah, dan setiap muslim secara umum, terutama bagi mereka yang mewakafkan dirinya untuk menjadi dai ilallah. Sangat sayang jika Anda lewatkan! - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Sangat sayang jika Anda lewatkan! - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar.

Biografi Mohammad Natsir

M. Natsir hidup dan pribadi sederhana dan jauh dari kecintaan terhadap harta dan benda. Dia tidak mau "menghabisi" orang-orang yang sepaham dengannya, dengan menghalalkan segala cara. ia berpolitik dengan kata-kata sopan dan sepantasnya tanpa menimbulkan ketersinggungan pribadi. Di gedung DPR pada tahun 1950an, Natsir duduk di kantin, ngobrol sambil minum kopi dan tertawa bersama ketua PKI, D.N. Aidit. Semua orang tahu, pendirian dan pandangankedua tokoh itu ibarat bumi dengan langit, satu dengan lainnya hampir tidak ada titik temu'Sabam Sirait, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Replublik Indonesia (DPD- RI) - Pustaka Al-Kautsar Publisher -

... dai. Yang menjadi pejabat atau pegawai, dia adalah dai. Karena dengan kedudukannya, pelaksanaan dakwah menjadi lancar. Yang kaya, yang mendapat kekayaan dari Allah , mungkin tidak bisa naik mimbar, tetapi dengan infaknya, dia menjadi ...

Muslim Papua

Membangung Harmoni Berdasar Sejarah Agama di Bumi Cendrawasih

Papua dulu bernama Nuu Waar, menurut orang Islam, memiliki sejarah yang panjang terkait keberadaan umat Islam di sana. Kesultanan Tidore, Ternate, Bacan, bahkan Kesultanan di Samudera Pasai, memiliki ikatan sejarah dengan Bumi Cenderawasih ini. Sebelum agama-agama lain datang umat Islam dari kesultanan-kesultanan tersebut telah lebih dulu berada di sana dan membangun tatatan sosial budaya dan sistem-sistem sosial lainnya. Karena itu, tak heran jika di Papua banyak didapati masjid-masjid tua, perkampungan-perkampungan tua yang dihuni oleh umat Islam, bahkan juga ditemukan mushaf Al-Qur'an yang usianya sudah ratusan tahun. Raja Ampat misalnya, kawasan yang sangat terkenal di dunia dengan keindahan alamnya, sudah sejak lama mayoritas penduduknya adalah Muslim. Begitu pun di beberapa daerah lainnya, sebagaimana ditulis dalam buku ini. Buku yang ditulis oleh Dhurorudin Mashad, Ahli Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini bisa membuka wawasan kita semua tentang keberadaan Muslim di Papua. Dan, tentu juga memberikan fakta-fakta yang bisa menjadi gambaran, bahwa Papua tidak identik dengan satu agama saja. Namun begitu, buku ini juga tidak menapikan keberadaan agama-agama lain. Di antar spirit buku ini adalah membangun harmoni antar umat beragama, sehingga tercipta keadilan dan kesejahteraan yang dirasakan bersama. - Pustaka Al-Kautsar Publisher -

... dai tersebut dengan wajah menyesal mengikutinya. Setelah tiga bulan menetap di daerah tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk Islam, Fadlan mengatakan kepada dai dari Surabaya bahwa ini karena dai tersebut mempunyai niat yang ...