Buku ini merupakan hasil penelitian dalam menyelesaikan jenjang pendidikan Magister (S2) di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Program Studi Pengkajian Islam dengan mengambil konsentrasi Bahasa dan Sastra Islam. Buku ini akan menguraikan keterkaitan antara Islam dengan modernitas yang tertuang di dalam novel Api Tauhid karya Habiburrahman El Shirazy. Novel ini adalah karya beliau yang dikategorikan sebagai sastra Islam, karena memuat kisah salah satu tokoh besar Islam yaitu Badiuzzaman Said Nursi yang dikenal dengan "Risalah Nur". Buku ini cocok sekali bagi rekan-rekan yang memerlukan referensi khususnya berhubungan dengan bidang ilmu sosial humaniora atau ilmu sastra.
Buku ini merupakan hasil penelitian dalam menyelesaikan jenjang pendidikan Magister (S2) di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Program Studi Pengkajian Islam dengan mengambil konsentrasi Bahasa dan Sastra Islam.
Cantik, kaya dan kata orang aku Smart. Smart dalam bisnis tapi tak pintar dalam memilih cinta. Aku mencari seribu cara untuk menghindari cowok berkelas dan menemukan duniaku pada seorang yang tak berkelas di mata dunia. Meski aku menikah dengannya tidak menyadari cinta tapi dialah yang menunjukkan padaku apa arti cinta. Akankah ia tetap menjadi pilihan cintaku selamanya ataukah kelas akan membawanya pergi dari hidupku selamanya? -Prilly Agatha Subrata- Tak punya apa-apa, hanya memiliki kemauan dan harapan, bahkan cinta yang aku miliki pun tak dibutuhkan gadis manapun karena aku hanya seorang pria tanpa masa depan yang jelas. Beruntung karena 'sesuatu', seorang gadis kaya memintaku bekerjasama dengannya dan membuat kelasku naik lalu mengubah hidupku. Meski awalnya terpaksa menikahinya, kuakui pesonanya sangat menawanku. Tapi aku tak mau terlalu berharap dia tetap memilih cintaku selamanya karena dunia kami berbeda. -Aliandra Yusuf- ---------------------------- Penerbit Rafferty Publisher -RaffertyPublisher-
... Ibu sudah kering dan tinggal disetrika lalu diantar Kak Dena ke tempat mereka. Ibu jangan kuatir." "Syukurlah, Ibu takut kehilangan pelanggan Ibu. Mencuci satu-satunya pekerjaan yang membuat kita bisa makan tiga kali sehari setelah Ali ...
ERA REFORMASI di Indonesia yang telah berjalan lebih dari dua dekade sejak 19948, telah menggambarkan dinamika kontestasi politik populis ingar-bingar di tengah demokrasi yang menggeliat, Buku ini memuat ragam tulisan yang memotret dinamika ...
... pemulihan tersebut ; Kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan ; Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan ; dan Saldo barang pesanan yang masih harus diterima karena pemasok / sup ...
Kaidah-kaidah fikih (qawa’id fiqhiyah) adalah kaidah-kaidah hukum yang disusun oleh para fikih, sebagai pedoman untuk mempermudah dan membantu memahami permasalahan fikih di dalam menentukan hukum dari suatu perkara dan kejadian. Kaidah-kaidah ini sangat banyak dan bercabang-cabang. Dari sisni, seorang pengkaji hukum Islam atau faqih tidak dapat memahami segala isi kajian hokum Islam kecuali jika ia mempelajari qawa’id fiqhiyah. Semakin tinggi tingkat penguasaan seorang faqih akan kaidah-kaidah ini, maka tingkat prestasinya akan semakin naik dan rangkingnya pun akan semakin meningkat, dan terbukalah jalan di hadapannya menuju prosedur fatwa. Oleh karena itu, mempelajari kaidah-kaidah fikih merupakan kewajiban bagi setiap orang yang menggeluti dunia fikih.