Jika Anda dituntut untuk segera bisa menggunakan komputer dengan Windows sebagai sistem operasinya dan MS Office untuk menyelesaikan berbagai tugas/ pekerjaan, maka buku ini merupakan satu-satunya referensi yang mendesak untuk Anda miliki. Dalam buku singkat ini, Anda akan belajar tentang: Sistem operasi MS Windows Mengedit video Membuat dokumen menggunakan MS Word Mengolah data menggunakan MS Excel Membuat slide presentasi memakai MS PowerPoint Pembahasannya dibuat sederhana, singkat, dan to the point agar Anda bisa menggunakan peranti lunak tersebut secara cepat tanpa harus membuang banyak waktu. Semoga buku untuk orang sibuk ini dapat membantu Anda menggunakan komputer (Microsoft Windows dan Microsoft Office).
Jika Anda dituntut untuk segera bisa menggunakan komputer dengan Windows sebagai sistem operasinya dan MS Office untuk menyelesaikan berbagai tugas/ pekerjaan, maka buku ini merupakan satu-satunya referensi yang mendesak untuk Anda miliki.
"Apakah Anda seorang Blogger? Jika memang demikan, dapatkah Anda men-jawab pertanyaan di bawah ini: 1.Bagaimana memasang rating di setiap postingan? 2.Bagaimana memasang tanda tangan online di setiap postingan? 3.Bagaimana memasang search engine Google, Ebay, YouTube, dan Wikipedia pada blog? 4.Bagaimana mengetahui limit account yang diberikan Blogger? 5.Bagaimana melakukan pengeditan HTML pada blog secara cepat dan mudah? 6.Bagaimana mem-backup blog di Blogspot secara online? Jika Anda tidak mengetahui pertanyaan-pertanyaan tersebut maka, buku 101 Tip & Trik Blogspot wajib Anda miliki, sebab buku ini akan mengungkapkan kepada Anda mengenai hal-hal seputar Blogspot. Dengan demikian Anda bisa menjawab sendiri rahasia-rahasia tersembunyi yang ada di dalamnya. Disajikan dengan banyak gambar dan gaya bahasa santai, yang tentunya akan memudahkan Anda dalam memahami buku ini. Sesudah Anda membacanya, silakan kunjungi web kami di www.mata-maya.com.?"
"Pluralitas agama adalah adalah suatu fakta kehidupan yang dapat dijumpai dalam semua peradaban bangsa. Pluralitas agama ini ibarat dua mata pisau. Satu sisi merupakan sarana potensial untuk membangun kekuatan bangsa. Namun di sisi lain, dapat menjadi sumber konflik horizontal yang bisa memporak-porandakan persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, diperlukan semacam managemen atau strategi untuk mengelola pluralitas tersebut agar kerukunan hidup umat beragama dapat tercipta. Lalu, bagaimanakah caranya? Buku ini berusaha memberikan `panduan` bagaimana membangun kerukunan intra dan antar umat beragama menurut kaca pandang Al-Qur`an sebagai kitab kehidupan. Selamat membaca! "Kerusuhan antar umat beragama yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan belum optimalnya pemahaman umat terhadap Al-Qur`an. Sebab, Al-Qur`an tidak pernah mentolerir kekerasan atas nama apa pun. Buku ini mengukuhkan hal tersebut."" -Prof. Dr. KH. Udi Mufrodi, Lc, MA. Dekan Fakultas Dakwah IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten "Kekerasan atas nama agama tidak akan terjadi jika saja setiap orang mau menghargai keyakinan dan agama orang lain. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terbitnya buku ini sebagai ikhtiar menciptakan kerukunan hidup umat beragama di Indonesia."" -KH. Abdul Karim Ismail. Ketua Umum Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Cilegon & Ketua DKM Masjid Agung ""Nurul Ikhlas"" Kota Cilegon "Apakah hanya Islam yang benar? Kenapa Allah menciptakan agama itu bermacam-macam? Bagaimana kita bersikap terhadap agama lain? Buku ini mencoba mencari jawaban dari pertanyaan tersebut dalam Al-Qur`an. Lewat analisis yang mendalam dan telaah kritis terhadap ayat-ayat Al-Qur`an, para penulis buku ini berhasil membuktikan bahwa Al-Qur`an adalah kitab toleransi, menghargai pluralisme, dan melarang keras untuk memusuhi pemeluk agama lain di luar Islam."" -KH. Muhtar Fatawi. Pakar Tafsir Al-Qur`an & Pengisi Acara "Damai Indonesiaku" TV ONE"
... Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang Islam sebagai satu persaudaraan, di mana satu sama ... Islamiyah Pu blis hing/K G solidaritas adalah menjadi oleh C aktual, bila sosial. Bagi sesuatu yang agama. Kata ...
Cahaya Al-Quran, begitulah tema besar yang ditulis dalam kaver buku sederhana ini. Meskipun secara kewahyuan teks ayatnya tidak lagi bertambah, mesti diakui bahwa sinyal nilai-nilai universal Al-Quran melalui konteks akan terus ditemukan di mana pun dan dinikmati oleh siapa pun, baik yang mengimaninya dan tidak mengimaninya, layaknya matahari yang tidak pernah berhenti memberikan cahayanya di belahan bumi mana pun. Buku ini mengajak pembaca untuk menyelami nilai-nilai terpendam yang ada di dalam Al-Quran dan memberikan wawasan lebih luas bagi Anda yang ingin merealisasikan cita-cita hidup berlandaskan nilai-nilai universal Al-Quran. Ditulis dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, buku ini merupakan tema yang sangat dibutuhkan untuk menjawab isu-isu multidimensional kehidupan. Di bab terakhir penulis juga menyisipkan pemikiran-pemikiran dan tafsir pancasila dari Buya Hamka. Selamat membaca!
Akmal Rizki Gunawan Hasibuan. Muhammad: Cahaya. Purnama. Kekasih. Tuhan. Seluruh alam berkesimpulan bahwa Muhammad saw., adalah manusia yang luar biasa. Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa beliau adalah sosok ... Purnama Kekasih Tuhan.
Buku ini membuktikan bahwa problematika otoritas hadis berakar pada pemahaman literal terhadap matan hadis. Berdasarkan analisis mendalam terhadap hadis-hadis (yang dianggap) bermasalah yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari, penulis melihat bahwa stigma negatif terhadap matan hadis yang bermasalah (musykil) atau yang dianggap bertentangan dengan perkembangan zaman, sesungguhnya dapat direduksi dengan memahami hadis tersebut secara kontekstual dan komprehensif. Buku ini menolak paradigma yang menyatakan bahwa problematika otoritas hadis berakar pada matan hadis yang tidak rasional dan tidak relevan dengan konteks kekinian. Secara bersamaan buku ini mendukung paradigma yang menyatakan bahwa krisis otoritas hadis sesungguhnya tidak disebabkan oleh matan hadis yang tidak rasional dan tidak relevan dengan konteks kekinian, melainkan karena ketidakmampuan kita untuk memahaminya secara benar sehingga mendiskreditkan kesahihannya. Untuk membuktikan eksistesi otoritas hadis dan menghindari stigma negatif terhadap hadis-hadis musykil, penulis menawarkan metode baru dalam mengkaji hadis yang penulis sebut dengan takhrij kontekstual. Metode ini merupakan usaha reaktualisasi metode penelitian hadis dengan menyinergikan antara metode takhrij hadis (konvensional) dengan pemahaman matan hadis yang kontekstual dan komprehensif. Sehingga dapat menghasilkan suatu pemahaman hadis yang aktual namun tetap mengakar pada tradisi kajian hadis terdahulu.
... alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Lihat: Lexy J. Maleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Rosdakarya, 2008), 6. Dikutip oleh Agus Salim, Teori & Paradigma Penelitian Sosial (Yogyakarta: Tiara Wacana ...
"""Buku ini tentang bagaimana sebaiknya mengelola pendidikan agar bangsa dan khususnya dunia pendidikan terbebas dari politisasi dan segala bentuk perubahan yang tidak ada akhirnya. Inti pendidikan adalah pembebasan dari segala bentuk pembodohan. Bagaimana agar pembodohan tidak terjadi, antara lain adalah pengelolaan pendidikan secara transparan, akuntabel dan bertanggung jawab. Pola yang dipakai adalah pembenahan di lembaga itu sendiri, mulai dari kualitas pendidik, dan kualitas pengelola pendidikan, serta keterlibatan pembuat kebijakan."""
"""Buku ini tentang bagaimana sebaiknya mengelola pendidikan agar bangsa dan khususnya dunia pendidikan terbebas dari politisasi dan segala bentuk perubahan yang tidak ada akhirnya.
Buku ini mengajak para pembaca untuk menjelajahi tahapan-tahapan ibadah salat, hingga menemukan jawaban dan pemahaman (dan seterusnya sehingga menjadi orang yang paham) atas pertanyaan-pertanyaan yang ada di seputar ibadah salat. Orang yang paham tersebut dalam istilah- disebut fâqih (orang yang paham terhadap agamanya). Ketika kita berbicara mengenai fi kih, maka ada penggolongan terhadap kaum muslim, yaitu mujtahid (para pakar dalam ijtihad/menggali hukum-hukum agama dari sumber hukum utama, yaitu Al-Qur’an dan hadis), muttabi’ (orang yang ber-ittiba’ atau orang muslim yang menjalankan ajaran-ajaran, tata-cara ibadah dengan tahu dan mengetahui dasar/dalil-dalil yang terkait dengan pelaksanaan ibadahnya itu) dan golongan yang terakhir, yaitu orang yang hanya ikut-ikutan saja atau bertaklid atau disebut juga muqallid.
Bila sebelum salat yang kedua ada niat mukim (berniat untuk tinggal), maka tidak boleh melakukan jamak sebab uzurnya dianggap habis. 2. Jamak Takhir Kebalikan dari jamak takdim, misalnya salat Zuhur dengan Asar dilaksanakan pada waktu ...