Pembangunan daerah atau wilayah sudah seharusnya merata di segala lokasi, tak terkecuali perdesaan. Terkadang masih ditemukan ketimpangan antara wilayah perkotaan dengan perdesaan, padahal seharusnya keduanya berjalan beriringan karena sejatinya akan membutuhkan satu sama lain, misalnya daerah perkotaan yang membutuhkan sumber daya alam yang ada di perdesaan untuk diolah dan masyarakat perdesaan membutuhkan perkotaan untuk menyalurkan sumber daya manusia. Berbagai potensi bisa dikembangkan untuk memajukan wilayah perdesaan, salah satunya dengan pengembangan UMKM untuk membantu perekonomian masyarakat sekitar. Penjabaran lebih lanjut mengenai pentingnya pembangunan perdesaan beserta data, maupun pandangan dibahas dengan detail dalam buku ini.
Ekonomi Islam yang telah kembali ke kancah ekonomi saat ini, bukanlah hal baru dan tiba-tiba muncul tanpa landasan yang jelas. Karena suatu konsep pemikiran dan teoretis yang telah dapat dipraktikkan pastilah hadir dan berlangsung secara bertahap dalam periode dan tahapan tertentu dan bukan muncul secara tiba-tiba. Melalui buku yang sederhana ini penulis berusaha menemukan kembali jejak-jejak kebenaran sejarah yang menjelaskan periode dan fase munculnya konsep-konsep pemikiran ekonomi Islam secara teoritis dan praktis yang telah diterapkan sebagai suatu ekonomi berbasis syariah Islam. Pemikiran dan praktik tersebut sengaja diabaikan oleh sejarah dan sarjana pemikir barat sebagai akibat ketidakmampuan kapitalisme dan sosialisme dalam memberikan solusi atas permasalahan sosial ekonomi dalam perekonomian dunia. Buku ini mengupas tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam di era klasik dimulai dari masa Nabi Muhammad SAW berada di Madinah hingga masa pemerintahan khulafaurrasyidin, hingga masa kontemporer serta ekonomi Islam di Indonesia beserta penerapannya.