Sebanyak 498 item atau buku ditemukan

Bank Soal IPA SD/MI Kelas 4,5,6

Bank Soal IPA SD Kelas 4,5,&6 ini tersusun atas ringkasan materi superlengkap, contoh soal beserta pembahasan, dan latihan soal untuk membantu siswa berlatih dalam mengerjakan berbagai macam ulangan. Buku persembahan penerbit Bmedia #AgroMedia

Bank Soal IPA SD Kelas 4,5,&6 ini tersusun atas ringkasan materi superlengkap, contoh soal beserta pembahasan, dan latihan soal untuk membantu siswa berlatih dalam mengerjakan berbagai macam ulangan.

Bank Soal Seni Budaya dan Prakarya SD/MI Kelas 4,5,6

Bank Soal Seni Budaya dan Prakarya SD Kelas 4,5,&6 ini tersusun atas ringkasan materi superlengkap, contoh soal beserta pembahasan, dan latihan soal untuk membantu siswa berlatih dalam mengerjakan berbagai macam ulangan. Buku persembahan penerbit Bmedia #AgroMedia

Bank Soal Seni Budaya dan Prakarya SD Kelas 4,5,&6 ini tersusun atas ringkasan materi superlengkap, contoh soal beserta pembahasan, dan latihan soal untuk membantu siswa berlatih dalam mengerjakan berbagai macam ulangan.

Teka Teki Silang Prakarya Kelas IX SMPMTs

Prakarya merupakan mata pelajaran yang terdiri dari aspek Kerajinan, Rekayasa, Budidaya dan Pengolahan. Buku Teka Teki Silang (TTS) pembelajaran ini berisi materi pelajaran prakarya kelas IX tingkat SMP / MTS selama satu tahun pelajaran atau 2 semester. Untuk Semester 1, TTS Prakarya SMP/MTS meliputi 4 (empat) aspek : Kerajinan dari Bahan Keras, Prinsip Kelistrikan dan Sistem Instalasi Listrik, Budidaya Ikan Konsumsi, Pengolahan Hasil Perikanan dan Peternakan. Untuk Semester 2, TTS Prakarya SMP/MTS meliputi 4 (empat) aspek : Kerajinan Berbasis Media Campuran, Dasar-Dasar Elektronika, Budidaya Ikan Hias, dan Pengolahan Bahan Pangan Hasil dan Peternakan dan Perikanan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran guru dituntut mendesain dan memilih media pembelajaran tepat dan menarik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. TTS Prakarya SMP/MTS merupakan media pembelajaran yang dapat digunakan oleh mahasiswa, para calon guru, penggiat literasi pendidikan atau guru Prakarya dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas karena dapat memotivasi serta mengembangkan berpikir kreatif siswa.

Prakarya merupakan mata pelajaran yang terdiri dari aspek Kerajinan, Rekayasa, Budidaya dan Pengolahan.

Pendidikan Seni Rupa dan Prakarya

Berbicara tentang seni seperti tidak ada habis-habisnya, terus mengalami kemajuan dari dahulu hingga sekarang, hal ini tanda karena seni merupakan bagian kebutuhan manusia disadari ataupun tidak disadari. Begitu pula membicarakan pengertian seni tidak pernah ada selesainya, karena seni itu sendiri berkenaan dengan aktivitas yang didasari dari rasa perasaan manusia, sehingga pengertian seni sampai sekarang tidak ada rumusan yang baku. Seni yang pada awalnya didefinisikan sebagai suatu karya manusia suatu yang bersifat indah-indah, dan sesuatu yang menyenangkan, berkembang lebih luas hingga saat sekarang ini. Seni juga dinilai sebagai suatu karya yang menggemaskan, karya yang mencemaskan bahkkan mengerikan, karya yang membuat orang sedih dapat menggugah perasaan simpati dan empati dan sebagainya, hal ini telah menjadi konsep orang dalam merumuskan pengertian seni. Seni diartikan sebagai sesuatu yang lahir secara murni dari dalam diri/ekspresi yang dinyatakan dalam bentuk yang dapat diamati atau dinikmati melalui sesuatu perwujudan tertentu (tanda lahiriah berupa tanda visual/rupa, bunyi-bunyian (musik), gerak (tari, pantomim), suara (sastra/puisi, pantun, fiksi, drama), senandung (nyanyian/lagu) dan film/sinetron. Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut dapat membaca dari awal hingga akhir isi dari buku ini.

Berbicara tentang seni seperti tidak ada habis-habisnya, terus mengalami kemajuan dari dahulu hingga sekarang, hal ini tanda karena seni merupakan bagian kebutuhan manusia disadari ataupun tidak disadari.

Autobiografi Tan Malaka: Dari Penjara Ke Penjara

Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedangkan jilid kedua menceritakan tentang perjalanan-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu. Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha mendobarak semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barang siapa yang ingin menikmati hakikat kemerdekaan secara utuh, maka harus ikhlas dan tulus menjalani pahit serta getirnya hidup terpenjara. Buku Dari Penjara ke Penjara yang ditulis tahun 1948 ini ditahbiskan oleh majalah Tempo sebagai salah satu buku yang paling berpengaruh atau memberikan kontribusi terhadap gagasan kebangsaan.

Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah.