Sebanyak 2033 item atau buku ditemukan

BISA DENGAR SUARA SAYA?

Ragam Perspektif Teologi Publik Atas Perubahan Dalam Gereja, Sekolah Kristen, dan Masyarakat Indonesia

BISA DENGAR SUARA SAYA? merupakan buku hasil kerjasama STT Aletheia dan kelompok diskusi interdispliner Synoptic. Sesuai dengan topik-topik yang dibahas, sudah bisa ditebak bahwa tulisan-tulisan yang terbit ini dihasilkan pada masa pandemi Covid-19. Kalimat tanya dalam judul “Bisa Dengar Suara Saya?” adalah pertanyaan umum yang sering diucapkan tatkala mengecek jaringan audio daring. Keberadaan “suara” bisa saja dianggap sebagai noise atau gangguan sehingga harus secepatnya di-mute, matikan ketika masih rapat, kelas, atau seminar online. Namun, secara simbolis dipakai dalam bunga rampai ini untuk mengingatkan kita bersama bahwa suara-suara itu tidak selamanya terbungkam, dia memiliki kekuatan untuk menyeruak menembus batas-batas yang ada. Ruang isolasi dan “kontrol host” bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya, bersuara secara jernih bagi Indonesia.

BISA DENGAR SUARA SAYA? merupakan buku hasil kerjasama STT Aletheia dan kelompok diskusi interdispliner Synoptic.

Kamus Indonesia - Jawa

Disusun untuk membantu pengguna yang ingin memahami dan mampu menggunakan bahasa Jawa sehari-hari dengan lancar. Untuk itulah dalam kamus ini disajikan banyak sekali contoh kalimat dan frasa, dengan padanan bahasa Jawa yang sesuai. Bahkan, ungkapan-ungkapan khas Jawa, khususnya yang sangat erat kaitannya dengan kebudayaan Jawa, dimuat sebagai padanan kalimat dan/ atau frasa bahasa Indonesia yang tidak selalu berupa ungkapan khas dalam bahasa Indonesia. Sebagai kamus yang diharapkan cocok bagi guru, dosen, siswa, mahasiswa, karyawan, pemerhati bahasa Jawa, dan masyarakat umum, kamus ini: • memuat lebih dari 7.100 entri; • memuat lebih dari 6.100 subentri; • memuat kata-kata padanan dalam berbagai dialek bahasa Jawa; • dilengkapi simbol diakritik untuk pelafalan yang tepat; • dilengkapi aksara Jawa dan penjelasan ringkas tentang penggunaannya dalam tulisan.

... Indonesia selama tiga setengah tahun Jepang ngejègi Indonesia suwéné telu setengah tahun , ngejlègi , nguwasani , njajah ♢ Belanda ~ Indo- nesia selama tiga ratus lima puluh tahun Walanda njajah Indonesia suwéné telung atus sèket ...

Cinta Kedua

Menyelami Cinta dalam Rasa yang Berbeda

Menikah tidak harus mencintai, karena keutuhan dibangun dengan saling mengerti. Mencintai bukanlah semata-mata pemberian, karena cinta hakiki adalah saling mengisi dan berbagi. Shabira Luthfiyyah Maulida sedang berada dalam kepasrahan pada harapan panjang memiliki suami ideal dengan predikat imam yang diidamkan. Baginya, menjalani biduk rumah tangga bagai menelusuri lorong-lorong rahasia kehidupan yang menunggu belai kasih Tuhan. Membungkus cinta dalam jejak kesabaran berbakti pada pasangan. Cinta yang dibangun tanpa deret cerita romansa rayuan gombal pernikahan, juga nihil hitungan persembahan bouqet dalam seremoni anniversary. Lima belas Tahun mendampingi suami, Angga Ridha Prayuda dengan penuh keikhlasan. Menempa kesabaran dalam setiap perjalanan serta menguatkan doa pada setiap ujian telah memberi jawaban pada sebuah penantian. Inikah cinta kedua persembahan dari Sang Kuasa?

... Ibu Ika ? ” “ Iya , Pak . Ini dengan siapa ? ” “ Saya dari rumah sakit ingin mengabarkan bahwa Ibu Ika mengalami kecelakaan lalu lintas . ” " Astaghfirullah , terus ibu saya sekarang di rumah sakit mana ? ” “ Sekarang Ibu Ika sedang ...

Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan

Edisi 1

Kemampuan menafsirkan "ayat-ayat pendidikan" ini diajarkan di seluruh Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) dan di Perguruan Tinggi Agama Islam pada umumnya. Bidang studi Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini merupakan matakuliah yang diwajibkan untuk rnahasiswa Fakultas Tarbiyah/Fakultas Pendidikan. Namun disadari, ketersediaan literatur/referensi berbahasa Indonesia untuk matakuliah Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini masih tergolong langka. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Bidang studi Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini merupakan matakuliah yang diwajibkan untuk rnahasiswa Fakultas Tarbiyah/Fakultas Pendidikan.

The Significance of Religious Experience

In this volume of essays, Howard Wettstein explores the foundations of religious commitment. His orientation is broadly naturalistic, but not in the mode of reductionism or eliminativism. This collection explores questions of broad religious interest, but does so through a focus on the author's religious tradition, Judaism. Among the issues explored are the nature and role of awe, ritual, doctrine, religious experience; the distinction between belief and faith; problems of evil and suffering with special attention to the Book of Job and to the Akedah, the biblical story of the binding of Isaac; the virtue of forgiveness. One of the book's highlights is its literary (as opposed to philosophical) approach to theology that at the same time makes room for philosophical exploration of religion. Another is Wettstein's rejection of the usual picture that sees religious life as sitting atop a distinctive metaphysical foundation, one that stands in need of epistemological justification.

... extreme cases of moral breach that he emphasizes and the forgiveness that is appropriate to them constitute a sort of perfect example of the phenomena in which he is interested. Still, the connection between extreme cases and perfect ...

Religious Identity and the Problem of Historical Foundation

The Foundational Character of Authoritative Sources in the History of Christianity and Judaism

The essays collected in this book deal with the question how, throughout the history of Christianity, Christian communities have tried to construct their identity by anchoring their views in authoritative and normative sources. The main focus is upon the problem of historical foundation through textual traditions but other authoritative sources ( role of religious leaders; ritual traditions) are taken into consideration as well. The book takes as its point of departure the fact that with the rise of modernity the former dependence of western church and society on authoritative sources was called into question. Ever since, appeal to such sources is no longer self-evident; at times it is even regarded as problematic. Based on this radical change brought about by modernity, the book is divided in two main parts. The first part deals with the question how Christian churches and confessions ( Roman-Catholic and Protestant) confronted modernity and which role was played by authoritative sources in the tradition to the modern era. Special attention will be paid to the way in which Judaism reacted to many of the same impulses, both societal and religious ones. The second part deals with the premodern period, from early Christianity to the post-Reformation era, and focuses on the role authoritative traditions, textual or otherwise, have played in providing various Christian communities with a relative stable identity. The aim of the book is to elucidate processes resulting in the formation of authoritative traditions as well as the effects of these traditions on the identity of Christian and Jewish communities. In addition, the book attempts to clarify the various ways in which Christian and Jewish communities have reacted to the growing suspicion authoritative traditions aroused in the western world since the rise of modernity.

... extreme traditionalists . For them , as far as their own tradition is concerned , there is no gap , no ' dark period ' between the foun- dational period and the recent past including even the present . They assume the existence of a ...