Sebanyak 1052 item atau buku ditemukan

“Bekal Untuk Mu, Wahai Pejuang Al-Qur’an” (Untuk Tingkat Dasar Sampai Tingkat Lanjutan)

JUDUL BUKU : “Bekal Untuk Mu, Wahai Pejuang Al-Qur’an” (Untuk Tingkat Dasar Sampai Tingkat Lanjutan) PENULIS : Muharrik Fathul Haq NO. ISBN : 978-623-421-416-1 (PDF) PENERBIT : GUEPEDIA TAHUN TERBIT : November 2023 JENIS BUKU : BUKU AGAMA, PEMBELAJARAN, NON FIKSI KONDISI BUKU : BUKU BARU / BUKU ORIGINAL ASLI, LANGSUNG DARI PENERBITNYA Sinopsis : "Al-Qur’an bagaikan cahaya yang menerangi kegelapan, pelita dalam kehidupan, kabar gembira untuk hamba-Nya yang beriman dan mengguna kan akal nya melihat keagungan Al-Qur’an, juga surat dari Robb semesta alam untuk hamba nya, di kata kan oleh ulama siapa yang ingin berinteraksi langsung dengan Allah SWT maka bacalah firman-Nya, Rasulullah SAW, Sahabat nya, Tabi’in, dan para generasi ulama sesudah nya berjuang, mengorban kan diri nya untuk menjaga kemuliaan Al-Qur’an hingga akhir nya Al-Qur’an bisa kita baca dan nikmati hari ini, di karena kan perjuangan dan pengorbanan pendahulu kita. Seseorang yang dalam hidup nya di berikan kesempatan untuk membaca, mempelajari, mengajar kan, mengamal kan dan mendakwahi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan, sungguh itu merupa kan hadiah terbesar bagi Allah SWT untuk hamba nya, bergembira lah wahai para calon keluarga Allah SWT yang ada di muka bumi dan orang-orang yang di khusus kan nya, jangan pernah bersedih, bersama kalian ada Al-Qur’an yang akan menolong di akhirat nanti. Kalian harus yakin dengan syafa’at Al-Qur’an, tanda bersih nya hati seorang hamba ialah manakala ia berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam keseharian nya secara konsisten, ia tidak akan pernah merasa puas ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an." "Dan hal yang lebih penting jangan sampai di lupa kan yaitu adab dan akhlak seorang pejuang Al-Qur’an ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an, bagaimana adab membaca, adab seorang pembelajar Al-Qur’an, adab seorang penghafal Al-Qur’an, adab sebagai pengajar Al-Qur’an, di awal pembahasan, buku ini membahas itu semua di mulai bagaimana sejarah awal mula kitab adab masuk ke Indonesia, hal yang sangat penting namun di anggap mudah padahal pahala nya sangat besar, bagaimana penting nya membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah yang di tetap kan oleh ulama, ada kala nya seorang pejuang Al-Qur’an merasa kan lemah iman dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, buku ini mengajak kepada pembaca mengenal biografi orang-orang sholih yang merupa kan para pakar Al-Qur’an di zaman nya, menyuguh kan matan ilmu tajwid dan qiro’at yang usia nya sudah ratusan tahun namun tetap eksis sampai saat ini di pelajari di dunia, di akhir pembahasan penulis mencoba membahas dengan pola tanya jawab untuk memantik rasa keingin tahuan pembaca terkait bacaan yang tujuh dan bacaan yang sepuluh, mengenal kan ilmu Qiro’at dan para Imam Qiro’at nya, serta membahas sampai perbedaan Qiro’at ‘Asyroh Sughro dan Qiro’at ‘Asyroh Kubro." www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys

Majalah Al Azhar Edisi 318

Ketua Umum ASBD, Alumni Al Azhar yang Militan

Nuni Harniaty, seorang alumni Al Azhar yang militan kini ia terpilih menjadi Ketua Umum Al Azhar Seni Bela Diri (ASBD). Alumni yang kini masih menjadi guru di Sekolah Islam Al Azhar adalah cucu dari salah satu pendiri YPI Al Azhar yang bernama Sardjono. Sikap rasa percaya diri tidak muncul begitu saja pada diri setiap orang. Seperti yang dialami oleh Kak Nuni. Awalnya Kak Nuni adalah seorang anak yang pemalu dan tidak percaya diri. Sejak ia memillih untuk mengikuti kegiatan pencak silat dan menjuarai beberapa turnamen, sejak saat itulah mulai muncul sikap pemberani dan rasa percaya diri.

... alamat akalnya kekurangan pasokan ilmu. Ujungnya ia bisa jadi tak mampu memfungsikan akalnya untuk mengetahui Rabbnya, untuk mengetahui siapa dirinya, keberadaan dan tujuannya di dunia. Jika begitu, apa mau disamakan dengan hewan ...

21 Pelajaran untuk Abad Ke-21

Dalam Sapiens, dia menjelajahi masa lalu kita. Dalam Homo Deus, dia menerawang masa depan kita. Kini, Yuval Noah Harari, salah seorang pemikir paling inovatif di planet ini, beralih ke masa kini untuk mendalami perkara-perkara yang paling mendesak hari ini. Bagaimana komputer dan robot mengubah makna menjadi manusia? Bagaimana kita menghadapi wabah berita palsu? Apakah negara, bangsa, dan agama masih relevan? Apa yang harus kita ajarkan kepada anak-anak kita? 21 Pelajaran untuk Abad Ke-21 karya Yuval Noah Harari adalah penyelidikan yang cermat dan visioner atas perkara-perkara yang paling mendesak selagi kita bergerak ke masa depan yang belum tertebak. Selagi teknologi melaju lebih cepat daripada pemahaman kita terhadapnya, selagi peretasan menjadi taktik perang, dan selagi dunia terasa makin terpolarisasi, Harari membahas tantangan menjalani hidup di tengah perubahan yang terus-menerus dan membingungkan, serta mengangkat pertanyaan-pertanyaan utama yang perlu kita ajukan kepada diri sendiri sehingga kita mampu terus bertahan. Dalam dua puluh satu bab yang provokatif sekaligus mendalam, Harari mengembangkan gagasan-gagasan yang dijelajahinya di buku-bukunya terdahulu, mengurai isu-isu politik, teknologi, sosial, dan eksistensial sambil memberi saran bagaimana menghadapi masa depan yang mungkin sama sekali berbeda: Bagaimana cara kita mempertahankan kebebasan memilih ketika Mahadata mengawasi kita? Akan seperti apa angkatan kerja masa depan, dan bagaimana seharusnya kita mempersiapkan diri? Bagaimana sebaiknya kita mengatasi ancaman terorisme? Mengapa demokrasi liberal mengalami krisis? Keahlian Harari memahami dari mana kita berasal dan ke mana kita menuju telah meraih imajinasi jutaan pembaca di seluruh dunia. Di buku ini, dia mengajak kita mempertimbangkan kembali nilai-nilai, makna, dan keterlibatan pribadi di dunia yang penuh keriuhan dan ketidakpastian. Saat kita kebanjiran informasi yang tak relevan, kejernihan menjadi kekuatan. Tantangan-tantangan zaman yang kompleks tersaji dengan jernih dan mudah dimengerti dalam 21 Pelajaran untuk Abad Ke-21.

Apa yang harus kita ajarkan kepada anak-anak kita? 21 Pelajaran untuk Abad Ke-21 karya Yuval Noah Harari adalah penyelidikan yang cermat dan visioner atas perkara-perkara yang paling mendesak selagi kita bergerak ke masa depan yang belum ...

Bila mesin2 telah berhenti

... Esok harinja Pak Djojo dipanggil oleh " Tuan Besar " . Dia diharuskan sambil berdjongkok mendengarkan tjatji - maki madjikannja . Katanja dia pengchianat , Bapak jang tidak bisa mendidik anaknja , orang jang tidak mengetahui terima ...

Indonesia butuh jokowi

Kita sebagai bangsa Indonesia belum juga mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata. Kemakmuran negeri ini hanya dinikmati oleh segelintir orang. Oleh karena itu, kita membutuhkan pemimpin yang masih memiliki keinginan luhur untuk menyejahterakan rakyat, bukan menyejahterakan diri sendiri maupun keluarganya. Pempimpin semacam itu semakin hari semakin sulit ditemukan di tengah masyarakat yang lebih sibuk berebut untuk mendapat, bukan untuk berbuat. Jokowi terbukti telah banyak melakukan pembangunan di segala bidang dan tempat hingga Papua. Jokowi juga terbukti tidak memperkaya diri selama menjabat sebagai presiden. Jika kepemimpinan mengalami pergantian di tengah jalan, semua sumberdaya yang sudah dikerahkan untuk hasil yang berjangka panjang, dapat saja terbengkalai karena belum terbentuknya budaya estafet antargenerasi kepemimpinan dalam budaya politik kita dewasa ini. Bagaimanapun juga, Indonesia membutuhkan stabilitas pemerintahan untuk menjamin kesinambungan itu secara efektif. Oleh karena itulah, Indonesia butuh Jokowi!

Bagaimanapun juga, Indonesia membutuhkan stabilitas pemerintahan untuk menjamin kesinambungan itu secara efektif. Oleh karena itulah, Indonesia butuh Jokowi!

11 Resep Menjadi Kaya Karena PHK: Buku 2

Banyak orang merasa khawatir menghadapi masa pensiun bahkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kekhawatiran yang utama adalah apa yang akan dilakukan kemudian? Aktivitas sosial semata atau juga aktivitas yang dapat mendatangkan hasil atau pemasukan secara rupiah?

... memiliki jam terbang yang cukup. Bagi Anda yang mengalami masa pasca PHK dan pensiun ... punya uang banyak, bisa liburan ke luar negeri dan tempattempat eksotis ... wanita, atau lainnya? Bayangkan secara jelas dan sedetail mungkin. Semua ...

Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan

Ketika konsentrasi kepemilikan media meningkat, senjakala media cetak hampir tiba, tsunami hoax dan berita palsu muncul, gejala ketidakpercayaan terhadap media arus utama membesar, jurnalisme sedang berada dalam episode-episode menegangkan. Di buku ini, Rusdi Mathari membaca situasi tersebut dan mengajukan berbagai refleksi serta kritik.

Rusdi Mathari. adalah cerita lengkap. Rekonstruksi utuh sebuah peristiwa. Setiap detail kecil punya ... punya sesuatu untuk diucapkan atau dipikirkan tentang sebuah peristiwa ... perempuan itu meminta waktu untuk wawancara. Gabo yang tidak suka ...