Sebanyak 1877 item atau buku ditemukan

Tafsir Al-Mishbah Dalam Sorotan

Kritik Terhadap Karya Tafsir M. Quraish Shihab

Mengoreksi secara ilmiah sebuah karya tulis adalah tradisi dalam khazanah keilmuan Islam. Tradisi tersebut tentu saja bertujuan untuk mengoreksi dan membangun dialektika keilmuan, agar kekeliruan bias diluruskan dengan cara yang bermartabat. Karena itu, polemik terhadap sebuah karya tulis adalah hal biasa, selama masing-masing pihak memiliki hujjah yang kuat dan mengedepankan cara-cara yang santun dalam menyampaikan pendapatnya. Buku yang ada di tangan Anda, pembaca yang budiman, adalah kritik terhadap buku Tafsir Al-Mishbah yang ditulis oleh salah seorang pakar tafsir di Indonesia, M. Quraish Shihab. Penulis menyoroti beberapa hal dari karya tafsir tersebut, yang dianggap perlu untuk dikoreksi. Di antaranya tentang jilbab, tentang ahli Kitab, tentang kecenderungan tasyayyu (Syiah), dan lain sebagainya. Buku ini awalnya adalah disertasi penulis di Universitas Kebangsaan Malaysia. Sebuah karya yang diajukan untuk mendapatkan gelar akademik, tentu saja buku ini sudah diujikan secara ilmiah. Kami menyajikan pada anda, dengan kemasan yang lebih popular dan ringan, agar buku ini mudah untuk dibaca. "Saya selalu ditanya orang tentang Tafsir Al Mishbah yang ditulis oleh Prof. Qurasih Shihab. Hamper tidak pernah saya jawab. Lalu saya katakana, coba Tanya Ustadz Afrizal Nur, karena beliau mneulis tentang itu, disertasi doctor di Universitas Kebangsaan Malaysia. Alhamdulillah sekarang sudah terbit bukunya, "Tafsir Al Mishbah dalam Sorotan". Buku ini amat sangat mendidik, isinya tidak diragukan karena disertai doctor; ilmiah, tidak menhujat, tidak mencaci maki, murni ilmiah, keilmuan. (Ustadz Abdul Somad (UAS), Lc,.MA, Datuk Seri Ulama Setia Negara) - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Lalu saya katakana, coba Tanya Ustadz Afrizal Nur, karena beliau mneulis tentang itu, disertasi doctor di Universitas Kebangsaan Malaysia. Alhamdulillah sekarang sudah terbit bukunya, "Tafsir Al Mishbah dalam Sorotan".

Ya Tuhan, Mengapa Kau Ambil Dia Dariku?

"Setiap orang memiliki jam kehidupannya masing-masing. Satu ketika jam itu akan berhenti berputar dan ia akan meninggal dunia. Itulah sebuah kehidupan, yang sekaligus sebuah misteri. Semua orang tahu itu. Namun, bagaimana bila jam kehidupan orang yang kita kasihi berhenti berputar? Perasaan tidak percaya, marah, kecewa, sedih bisa saja kita alami. Itulah suatu perasaan duka. Bagaimana kita harus berhadapan dengannya secara tepat? Bagaimana kita harus mengatasi perasaan duka? Ternyata, tak jarang orang gagal mengatasi kedukaannya. Akibatnya, ia terus dibayang-bayangi kesedihan, merasa tak berdaya, emosi cenderung labil, dan kurang berfungsi secara optimal dalam kehidupan. Tentu kita tidak ingin menjadi pribadi seperti itu. Itulah sebabnya, buku ini hadir untuk menjadi sahabat perjalanan yang menuntun kita secara lembut menuju tahap kehidupan yang lebih baik, lebih normal, dan lebih sehat. Apakah kita ingin mencapai hal tersebut? "Kelahiran dan kematian selalu ada. Dan tidak semua kita siap menghadapi kematian atau peristiwa ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai. Ada banyak petunjuk di buku ini yang bisa menguatkan dan membuat kita siap menghadapi kedukaan... bahkan kematian kita sendiri." ---Meigel Bentura, Drs. Ec., Manajer PT Prima Elektrik Power, grup Jawa Pos"

"Setiap orang memiliki jam kehidupannya masing-masing.

Ragam Pemikiran Pembangunan Ekonomi Perdesaan - Jejak Pustaka

Pembangunan daerah atau wilayah sudah seharusnya merata di segala lokasi, tak terkecuali perdesaan. Terkadang masih ditemukan ketimpangan antara wilayah perkotaan dengan perdesaan, padahal seharusnya keduanya berjalan beriringan karena sejatinya akan membutuhkan satu sama lain, misalnya daerah perkotaan yang membutuhkan sumber daya alam yang ada di perdesaan untuk diolah dan masyarakat perdesaan membutuhkan perkotaan untuk menyalurkan sumber daya manusia. Berbagai potensi bisa dikembangkan untuk memajukan wilayah perdesaan, salah satunya dengan pengembangan UMKM untuk membantu perekonomian masyarakat sekitar. Penjabaran lebih lanjut mengenai pentingnya pembangunan perdesaan beserta data, maupun pandangan dibahas dengan detail dalam buku ini.

Pembangunan daerah atau wilayah sudah seharusnya merata di segala lokasi, tak terkecuali perdesaan.

Tan Malaka Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia jilid 4

September 1948-Desember 1949

Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial. ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kendali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan’perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomatis’. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternative dahsyat terhadap pemerintahan mederat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali – dari Maret 1946 sampai September 1948. Jilid empat ini meliputi periode dramatis setelah pembebasan Tn Malaka sampai ia menghilang pada Februari 1948. Ia mulai dengan menghimpun pendudukannya yang telah tercerai-berai dan pada November 2948 mendirikan parta baru yang bernama Partai Murba. Akan tetapi pembentukan partai terganggu oleh Serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan bataliyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai seorang panglima perang yang bengis dan kejam. Di Kediri, Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda dengan tujuan Indonesia sebagai Negara sosialis. Sesudah ikut bergerilya ke Gunung Wilis, dalam pamphlet yang ditulisnya tiap hari, ia menyerang Soekarno dan Hatta yang telah ditahan Belanda dan menuduh TNI di daerah yang bersikap putus asa. Bahkan ia memproklamir dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serntak TNI beraksi. Markas besar Tan Malaka dan Sabarudin ditumpas. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa, Tan Malaka dieksekusi oleh satuan local TNI di desa Selopanggung, 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan. Sesudah 58 tahun barulah terungkap lokasi, tanggal, dan pelakunya, yaitu dalam edisi asli buku ini yang berbahasa Belanda (2007). Kematian Tan Malaka tidak mengakhiri gagasan radikalnya. Sampai akhir 1949 para pendukungnya terlibat dalam aksi-aksi gerilya melawan TNI, dan pemimpin Republik. Namun dukungan rakyat ternyata tidak memadai sehingga kekalahan tidak dapat dihindari. Buku ini secara mendetail menggambarkan hal ikhwal perlawanan radikal ini. Bab akhir mendokumentasikan pencarian lokasi kuburan Tan Malaka, penggalian jenazahnya pada tahun 2009, serta hasil autopsi.

... Malaka , tertanggal Penjara Ponorogo September 1947 , hlm . 1-2 . Tan Malaka , Dari penjara ke penjara . Bagian I. Cetakan kedua . Jakarta : Teplok Press , Juli 2000 , xi + 303 halaman . Dengan ' Pengantar penerbit ' , tertanggal ...