Sebanyak 653 item atau buku ditemukan

Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan

Walaupun teks Al-Quran lahir di masa yang jauh dengan masa hidup manusia (baca: penafsir) seperti masa kini, tetapi teks itu dapat dikontekstualisasikan di berbagai tempat dan kondisi seiring dengan perkembangan zaman. Iutlah sebabnya Al-Quran dikatakan salih li kulli zaman wa makan (relevan untuk segala situasi dan kondisi). Salah satu jalan agar manusia dapat berdialog dengan teks Al-Qur'an adalah dengan menafsirkannya. Meskipun menafsirkan Al-Qur'an tidak mudah, tetapi jika para pembaca tekun dan ulet melakukan dialog, Insya Allah kesulitan itu pun akan sirna. Dialog pendidikan yang didasarkan pada ayat-ayat Al-Quran bukanlah yang pertama kali dilakukan. Namun demikian, nuansa penafsiran akan 'terasa" jika setiap saat para pembaca Al-Quran melakukan refleksi atas bacaan yang telah dilakukannya, sehingga bacaan-bacaan tersebut senantiasa terasa dinamis. Hai inilah (dinamisasi) yang akan ditemukan para pembaca sekaitan dengan penafsiran ayat-ayat bertema pendidikan pada uraian buku ini. Hal ini pun sekaligus sebagai pembeda dengan buku-buku sejenis lainnya.

Walaupun teks Al-Quran lahir di masa yang jauh dengan masa hidup manusia (baca: penafsir) seperti masa kini, tetapi teks itu dapat dikontekstualisasikan di berbagai tempat dan kondisi seiring dengan perkembangan zaman.

SUFISME DALAM TAFSIR NAWAWI

ABSTRAK “…Syekh Nawawi al-Bantani seorang ulama multi disiplin. Ratusan judul karya yang telah beliau tulis dalam berbagai disiplin ilmu lebih dari cukup membuktikan itu. Bukti tidak terbantahkan lainnya, dan ini lebih dari cukup, bahwa beliau digelari oleh para ulama kota Mekah dan Madinah saat itu sebagai Sayyid ‘Ulamâ’ al-Hijâz. Tidak terkecuali dengan tasawuf, Syekh Nawawi al-Bantani disamping telah menulis beberapa karya dalam bidang ilmu ini, beliau juga adalah seorang praktisi di dalamnya, maka itu beliau adalah sosok yang komprehensif dalam menerjemahkan ilmu-ilmu dalam ajaran Islam sekaigus nilai-nilainya, atau dengan istilah lain al-Jâmi’ Bayn al-‘Ilm Wa al-‘Amal. Salah satu karya fenomenal Syekh Nawawi dalam ilmu tasawuf adalah Salâlim al-Fudlalâ’ Syarh Manzhûmah Hidâyah al-Adzkiyâ’. Hampir keseluruhan apa yang telah dituliskan oleh al-Sarraj dalam al-Luma’ terkait berbagai definisi ajaran-ajaran tasawuf telah terangkum dalam kitab Salâlim al-Fudlalâ’ ini. Karya beliau lainnya yang juga populer, bahkan dipelajari oleh hampir seluruh pondok pesantren di Indonesia, adalah Nashâ-ih al-‘Ibâd Syarh al-Munabbihât ‘Alâ al-Isti’dâd li Yawm al-Ma’âd. Sebuah karya yang benar-benar birisi tasawuf murni yang bertujuan memperbaiki akhlak (Ishlah Ahwal al-Qulub), baik akhlak kepada Allah, rasul-Nya, maupun kepada sesama. Salah satu karya agung Syekh Nawawi lainnya adalah dalam bidang tafsir, yaitu Marâh Labîd yang juga dikenal dengan Tafsir al-Nawawi atau al-Tafsir al-Munir Li Ma’alim al-Tanzil. Melihat kepada tema besar ditulisnya kitab ini, juga melihat kepada referensi beliau dalam menyusun kitab ini; yang terutamanya yaitu hâsyiyah Tafsîr al-Jalâlayn atau Tafsîr al-Jamal, Mafãtih Al-Ghaib, Tafsîr Abî al-Su’ûd, dan Tafsîr al-Sirâj al-Munîr karya Syams al-Din ibn Muhammad ibn Muhammad al-Syarbini, jelas tafsir Marâh Labîd adalah kitab tafsir yang bertujuan untuk mengungkap kandungan-kandungan al-Qur’an, bukan sebagai kitab murni tasawuf. Namun demikian dalam makalah ini akan kita kaji adakah kemungkinan ajaran-ajaran tasawuf dituangkan di dalam kitab tafsir Marâh Labîd? Adakah korelasi catatan Syekh Nawawi dalam Salâlim al-Fudlalâ’ dengan tafsir Marâh Labîd? Hasil analisa ini diharapkan dapat menyimpulkan adakah tafsir Marâh Labîd sebagai kitab tafsir bercorak sufisme atau tidak…”

ABSTRAK “…Syekh Nawawi al-Bantani seorang ulama multi disiplin.

Intellectual, Humanist and Religious Commitment

Acts of Assent

This book offers a rigorous analysis of why commitment matters and the challenges it presents to a range of believers. Peter Forrest treats commitment as a response to lost innocence. He considers the intellectual consequences of this by demonstrating why, for example, we should not believe in angels. He then explores why humans are attached to reason and to humanism, recognising the different commitments made by theist and non-theist humanists. Finally, he analyses religious faith, specifically fideism, defining it by way of contrast to Descartes, Pascal and William James, as well as contemporary philosophers including John Schellenberg and Lara Buchak. Of particular interest to scholars working on the philosophy of religion, the book makes the case both for and against committing to God, recognising that God's divine character sets up an emotional rather than an intellectual barrier to commitment to worship.

... extreme fideism has nothing to contribute. Because commitment is an act, but belief is passive, I follow the Catholic tradition in taking faith to be an act of assent (Herbermann 1913). 1 But what if we took faith to be a combination of ...

Saat Tuhan Beralasan

Saat Tuhan Beralasan PENULIS: Indin Rarasati ISBN: 978-623-90480-4-4 Penerbit : Guepedia Publisher Ukuran : 14 x 21 cm Tebal : 290 halaman Sinopsis: Ini adalah tentang alasan yang Tuhan berikan dari segala pertemuan dan perpisahan. Mengisahkan diriku sebagai Callia Jasmine Anindita Suharmoko yang dibesarkan dari keluarga yang tidak kekurangan suatu apapun. Hanya saja orang lain yang memandang bahwa perbedaan yang dimiliki keluargaku adalah suatu kekurangan yang pada akhirnya menjadi pandangan bahwa aku harus sama dengan yang lainnya. Bagiku, bukan itu masalahnya. Jika pada akhirnya aku memang akan sama dengan yang lain, bukan berarti karena pandangan mereka, tapi karena hatiku sendiri. Dalam kisah ini aku akan bertemu dan berpisah dengan berbagai sosok. Mereka datang dan pergi bukan tanpa alasan, namun bukan aku yang membuatnya, Tuhanlah yang memiliki alasan tersendiri mengapa harus mereka yang bertemu dan berpisah denganku. Bertemu dan berpisah mengajarkanku bahwa ketidakyakinan pada akhirnya akan membawaku pada sebuah janji yang ku ingkari, juga pada kata yang tidak aku tepati. Namun, dua hal ini juga lah yang akan membaikkan prasangka yang semua dihantam oleh rasa yang tidak terindahkan. Hingga akhirnya, pertemuan membuatku tak perlu banyak alasan. Ku rasa, Tuhan hanya memberiku alasan bahwa aku hanya perlu merasa cukup untuk mencintai seseorang. Email : guepedia@gmail•com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys

Saat Tuhan Beralasan PENULIS: Indin Rarasati ISBN: 978-623-90480-4-4 Penerbit : Guepedia Publisher Ukuran : 14 x 21 cm Tebal : 290 halaman Sinopsis: Ini adalah tentang alasan yang Tuhan berikan dari segala pertemuan dan perpisahan.