Sebanyak 19 item atau buku ditemukan

Tan Malaka menolak blanquisme

pemberontakan PKI 1926

Political thoughts of Tan Malaka, d. 1949, an Indonesian national hero, and his opinion on the first communist coup d'etat, 1926.

Political thoughts of Tan Malaka, d. 1949, an Indonesian national hero, and his opinion on the first communist coup d'etat, 1926.

Tan Malaka

Forgotten Founding Father

HE was the first important figure who conceived of and wrote about the Republic of Indonesia. Muhammad Yamin called him, “Father of the Republic of Indonesia.” Following the declaration of independence he mobilized the youth for a mass rally at the Ikada Square on September 19, 1945. Tan Malaka could be called Indonesia’s most mysterious independence figure. He lived on the run in 11 countries

Tan Malaka could be called Indonesia’s most mysterious independence figure. He lived on the run in 11 countries

Tan Malaka, sekali lagi

relevansi pemikirannya dengan masa kini

Biography and criticism on the thoughts of Tan Malaka, an Indonesian nationalist.

Tan Malaka dan revolusi proletar

Biography of Tan Malaka, an Indonesian revolutionaries.

Biography of Tan Malaka, an Indonesian revolutionaries.

Penyamaran terakhir Tan Malaka di Banten, 1943-1945

On Tan Malaka, an Indonesian revolutionaries

On Tan Malaka, an Indonesian revolutionaries

Autobiografi Tan Malaka: Dari Penjara Ke Penjara

Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedangkan jilid kedua menceritakan tentang perjalanan-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu. Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha mendobarak semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barang siapa yang ingin menikmati hakikat kemerdekaan secara utuh, maka harus ikhlas dan tulus menjalani pahit serta getirnya hidup terpenjara. Buku Dari Penjara ke Penjara yang ditulis tahun 1948 ini ditahbiskan oleh majalah Tempo sebagai salah satu buku yang paling berpengaruh atau memberikan kontribusi terhadap gagasan kebangsaan.

Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah.