Sebanyak 8 item atau buku ditemukan

Ar-Risalah

Panduan Lengkap Fikih dan Ushul Fikih

Jalaluddin Al-Suyuthi berkata, "Disepakati bahwa Asy-Syafi'i adalah peletak batu pertama ilmu ushul fikih yang lengkap dan independen. Dia orang pertama yang menulis ilmunya secara tersendiri." Imam Ahmad bin Muhammad bin hambal menyatakan, "Dulu, fikih itu terkunci pada ahlinya saja, hingga kemudian Allah membukakannya dengan Asy-Syafi'i." Demikianlah, melalui kitab Ar-Risalah, Imam Asy-Syafi'i telah meletakkan pondasi pertama penulisan dan kodifikasi ilmu ushul fikih, menjelaskan ketentuan-ketentuannya ini serta memperjelas gambarannya. Di dalam Ar-Risalah, Imam Asy-Syafi'i berbicara tentang Al-Qur'an dan penjelasannya. Dia pun mengemukakan bahwa banyak dalil mengenai keharusan berargumentasi berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Imam Asy-Syafi'i menulis Ar-Risalah dengan teliti, mendalam, setiap pendapatnya didasarkan dalil, dan mendiskusikan pendapat yang berbeda secara ilmiah, sempurna, dan mengagumkan. Sehingga kitab Ar-Risalah ini menjadi rujukan penting para pakar dan ulama. Siapa pun yang membaca dan menelaahnya, maka dia akan mendapatkan ilmu dan wawasan luas dalam kajian fikih. Imam Al-Muzani (salah satu murid Imam Asy-Syafi'i) pernah mengatakan, "Selama lima puluh tahun aku mendalami kitab Ar-Risalah, dan setiap menelaahnya, aku mendapatkan tambahan ilmu yang belum kuketahui sebelumnya." Semoga kita semua pun dapat mengambil manfaat darinya. - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Di dalam Ar-Risalah, Imam Asy-Syafi'i berbicara tentang Al-Qur'an dan penjelasannya. Dia pun mengemukakan bahwa banyak dalil mengenai keharusan berargumentasi berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Majalah ar-risalah Edisi 229/September 2020 - Jari Si Lidah Bertulang

Dahulu, ketika seseorang bermaksud mengorek keburukan orang yang tidak disuka perlu pasang mata di tempat yang biasa disinggahinya. Atau memasang telinga di kerumunan atau menghubungi orang-orang yang dengan itu dia bisa mendapatkan info aib orang yang dimaksud. Namun kini, cukup dengan mengintip di status Facebooknya, Whats App, Instagram dan aplikasi lain. Atau dengan berselancar di group-group yang dimungkinkan muncul isu tentang orang atau komunitas yang dimaksud. Dan itu bisa dilakukan meski tetap di dalam rumah Majalah ar-risalah Edisi 229/September 2020 - Jari Si Lidah Bertulang

Atau dengan berselancar di group-group yang dimungkinkan muncul isu tentang orang atau komunitas yang dimaksud. Dan itu bisa dilakukan meski tetap di dalam rumah Majalah ar-risalah Edisi 229/September 2020 - Jari Si Lidah Bertulang