Sebanyak 6 item atau buku ditemukan

Ibn al-Haytham’s Completion of the Conics

Arabian text with English translation and commentary

... AQ AP ' = Hence by similar triangles A'D ' BD ' AD A'D ' SO -- = α . AD BD BD BD ' The reason why Ibn al - Haytham overlooked this simple solution is probably that he first solved the problem for the hyperbola ( compare §7.2.4 ) . He ...

Soekarno & Tan Malaka

Negarawan Sejati yang Pernah Diasingkan

Madilog merupakan istilah baru dalam cara berpikir, dengan menghubungkan ilmu bukti serta mengembangkan dengan jalan dan metode yang sesuai dengan akar dan urat kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia. Bukti adalah fakta dan fakta adalah lantainya ilmu bukti. Bagi filsafat, idealisme yang pokok dan pertama adalah budi (mind), kesatuan, pikiran dan pengideraan. Filsafat materialisme menganggap alam, benda dan realitas nyata obyektif sekeliling sebagai yang ada, yang pokok dan yang pertama. Inilah pemikiran fundamental Tan Malaka yang melandasi pergerakannya dengan melihat suasana politik Indonesia. Soekarno adalah penggemar teori-teori Tan Malaka, begitu dengan semua pejuang pergerakan di awal kemerdekaan Indonesia. Ia mendasari orasi-orasinya dengan logika yang sama. Keduanya bisa dinobatkan sebagai negarawan yang berjuang dengan modelnya sendiri. Keduanya melawan dengan caranya masing-masing. Keduanya pernah diasingkan, bahkan bagi Tan Malaka, penjara bisa saja disebut sebagai rumah kedua. Namun, politik tetaplah politik. Banyak tragedi yang menggeliat dan harus terjadi. Keduanya dikenanag dengan cara yang berbeda. Kini, waktunya mengenang kembali perjuangan dua tokoh bangsa ini dalam sebuah buku yang sama.

... Malaka memberikan pandangan- pandangan mengenai Republik Indonesia yang baru diproklamasikan tahun 1945. Akan tetapi, Achmad Sobardjo baru menyadari kalau tamu yang memberi wejangan adalah Tan Malaka yakni setelah Tan Malaka pergi ...

Realizing the Dream of R.A. Kartini

Her Sisters' Letters from Colonial Java

Realizing the Dream of R. A. Kartini: Her Sisters' Letters from Colonial Java presents a unique collection of documents reflecting the lives, attitudes, and politics of four Javanese women in the early twentieth century. Joost J. Coté translates the correspondence between Raden Ajeng Kartini, Indonesia's first feminist, and her sisters, revealing for the first time her sisters' contributions in defining and carrying out her ideals. With this collection, Coté aims to situate Kartini's sisters within the more famous Kartini narrative-and indirectly to situate Kartini herself within a broader narrative. The letters reveal the emotional lives of these modern women and their concerns for the welfare of their husbands and the success of their children in rapidly changing times. While by no means radical nationalists, and not yet extending their horizons to the possibility of an Indonesian nation, these members of a new middle class nevertheless confidently express their belief in their own national identity. Realizing the Dream of R. A. Kartini is essential reading for scholars of Indonesian history, providing documentary evidence of the culture of modern, urban Java in the late colonial era and an insight into the ferment of the Indonesian nationalist movement in which these women and their husbands played representative roles.

With this collection, Coté aims to situate Kartini's sisters within the more famous Kartini narrative-and indirectly to situate Kartini herself within a broader narrative.