Sebanyak 26304 item atau buku ditemukan

Look Homeward, Angel

In "Look Homeward, Angel," Thomas Wolfe weaves a poignant tapestry of life in early 20th-century America through the lens of the Gants, a fictional family in the town of Altamont, North Carolina. Employing a vivid and lyrical prose style, Wolfe combines stream-of-consciousness narration with rich, impressionistic descriptions that evoke both the beauty and hardships of his characters' lives. The narrative follows young Eugene Gant as he grapples with his identity against the backdrop of familial strife and the search for meaning, reflecting the broader themes of aspiration and self-discovery. This semi-autobiographical novel reflects the Southern Gothic tradition while also evoking modernist sensibilities, situating itself amidst the literary movements that sought to encapsulate the tumultuous human experience of the era. Thomas Wolfe, born in Asheville, North Carolina, drew heavily from his own tumultuous upbringing and complex relationships, infusing his work with deep psychological insight and emotional resonance. His keen observations of social dynamics and personal ambitions stem from his struggles with familial expectations and his quest for artistic authenticity. Wolfe's passionate exploration of the human condition in this novel mirrors his life as a young man finding his voice and navigating the contours of American society. "Look Homeward, Angel" is a must-read for anyone interested in the intricacies of human relationships and the quest for self in the face of societal constraints. Wolfe's masterful storytelling invites readers to reflect on their own journeys, making this novel a timeless exploration of youth, ambition, and the quest for belonging.

Wolfe's masterful storytelling invites readers to reflect on their own journeys, making this novel a timeless exploration of youth, ambition, and the quest for belonging.

Dark Angel

A young woman struggles with her past and a future thrust upon her with threats coming from the past and now the present. Does she have the strength to withstand and grow? From #1 New York Times bestselling author and literary phenomenon V.C. Andrews (Flowers in the Attic, My Sweet Audrina). In her grandmother’s fine, labyrinthine Boston house, Heaven Leigh Casteel dreams of a wonderful new life of new friends, the best schools, beautiful clothes, and most important, love. She is determined to make the Casteel name respectable, find her long-lost brothers and sisters, and have a family again. But even in the world of the wealthy, there are strange forebodings, secrets best forgotten. And as Heaven reaches out for love, she is slowly ensnared in a sinister web of cruel deceits and hidden passions.

Does she have the strength to withstand and grow? From #1 New York Times bestselling author and literary phenomenon V.C. Andrews (Flowers in the Attic, My Sweet Audrina).

Seducing an Angel

BONUS: This edition contains an excerpt from Mary Balogh's The Secret Mistress. In a time unlike any other, a family you’ll never forget . . . Meet the Huxtables—three headstrong sisters and their dashing brother—each searching for love that’s always a shocking indiscretion away. . . . In her magnificent new novel, New York Times bestselling author Mary Balogh sweeps us into a world of scandal and intrigue—glittering Regency England—and introduces the youngest Huxtable: Stephen, the only son. Here Stephen will risk his reputation and his heart as he enters a scandalous liaison with the infamous beauty intent on seduction. But when passion turns the tables on them both, who can say who has seduced whom? He must be wealthy, wellborn, and want her more than he wants any other woman. Those are the conditions that must be met by the man Cassandra Belmont chooses for her lover. Marriage is out of the question for the destitute widow who stands accused of murdering her husband and must now barter her beauty in order to survive. With seduction in mind, she sets her sights on Stephen Huxtable, the irresistibly attractive Earl of Merton and London’s most eligible bachelor. But Stephen’s first intriguing glimpse of the mysterious, alluring Lady Paget convinces him that he has found the ideal woman to share his bed. There is only one caveat. This relationship fueled by mutual pleasure must be on his terms. As the two warily circle each other in a sensual dance of attack and retreat, a single night of passion alters all the rules. Cassandra, whose reputation is already in tatters, is now in danger of losing the one thing she vowed never to give. And Stephen, who wants Cassandra more than he has ever wanted any woman, won’t rest until she has surrendered everything—not as his mistress—but as his lover and wife. . . .

BONUS: This edition contains an excerpt from Mary Balogh's The Secret Mistress.

Winging It

Mission: Enrol at Angel School!

First published in Great Britain by Collins in 2001.

First published in Great Britain by Collins in 2001.

Phaedrus

Dialog tentang Cinta, Kematian, Takdir, dan Arti Menjadi Manusia

Dialog ini secara normal terbagi menjadi tiga bagian, yang masing-masing sesuai dengan karakter Gorgias, Polus, dan Callicles; dan bentuk serta caranya berubah seiring dengan tahapan argumen. Socrates bersikap hormat kepada Gorgias, menyenangkan namun tajam dalam menghadapi Polus yang masih muda, ironis dan sarkastik dalam pertemuannya dengan Callicles. Seperti dalam dialog-dialog lainnya, dalam dialog ini Socrates adalah musuh kaum Sofis dan ahli retorika; dan juga para negarawan, yang ia anggap sebagai bentuk lain dari jenis yang sama. Perilakunya diatur oleh perilaku lawan-lawannya; keangkuhan atau keegoisan di pihak mereka ditanggapi dengan ironi yang sama di pihak Socrates. Dalam Phaedrus kita menemukan pula mitos lain ciptaan Plato. Mitos ini membahas kehidupan lampau. Ia menggambarkan konflik antara akal budi yang dibantu oleh nafsu atau kemarahan yang benar di satu sisi, dan konflik antara nafsu dan naluri hewani di sisi lain. Jiwa manusia telah mengikuti jejak dewa tertentu dan melihat kebenaran dalam bentuk universal sebelum ia lahir di dunia ini. Kehidupan kita saat ini adalah hasil dari perjuangan yang dilakukan pada saat itu. Dunia ini bersifat relatif terhadap dunia lampau, karena sering kali diproyeksikan ke masa depan. Kita mengajukan pertanyaan “Di manakah manusia sebelum terlahir?” seperti halnya kita bertanya “Apa yang akan terjadi pada manusia setelah kematian?” Pertanyaan pertama tidak begitu lumrah dan karenanya tampak tidak wajar; tetapi jika kita mengamati seluruh umat manusia, pertanyaan ini sama berpengaruh dan tersebar luasnya seperti pertanyaan lainnya. Dalam Phaedrus, pertanyaan ini benar-benar merupakan kiasan yang menggambarkan “pertempuran spiritual” dalam kehidupan saat ini. Pengantar Dalam Phaedrus, Socrates berargumentasi dengan Gorgias, Polus, dan Callicles. Dialog ini secara normal terbagi menjadi tiga bagian. Temanya membentang dari persoalan retorika hingga predestinasi manusia.

Dalam Phaedrus, pertanyaan ini benar-benar merupakan kiasan yang menggambarkan “pertempuran spiritual” dalam kehidupan saat ini. Pengantar Dalam Phaedrus, Socrates berargumentasi dengan Gorgias, Polus, dan Callicles.

Dialog interaktif Indonesia bersatu Radio Republik Indonesia

Socioeconomic conditions in Indonesia; transcripts of dialog program broadcasted by Radio Republik Indonesia.

Socioeconomic conditions in Indonesia; transcripts of dialog program broadcasted by Radio Republik Indonesia.

Bunga Rampai Dialog Senja

Bunga Rampai Dialog Senja PENULIS: Pemuda Senja ISBN : 978-623-7452-43-0 www.guepedia.com Sinopsis: Hidup memang tidak lepas dari berbagai macam dialog, dari mulai dialog ringan sampai dialog mengenai filsafat. Berawal dari sebuah dialog ringan antara penulis dan saya terciptalah gagasan untuk kembali membuka ruang dialog yang sempat tertutup, yang sempat membisukan suara-suara nyaring dalam pikiran. Namun pertumbuhan ruang dialog pada masa sekarang sudah kurang nampak dan diminati oleh sebagian kalangan ,terutama anak muda masa kini, yang disebut generasi milenial. Keresahan inilah yang membuat penulis ingin menghidupkan budaya dialog dikalangan pemuda , lebih luasnya dikalangan masyarakat. Maka lahirlah Dialog Senja ( Diajar Logika senatiasa Berjama’ah) yaitu komunitas Pemuda yang mulai berhijrah dari kebiaaan diam menjadi kebiasaan yang mampu berkicau melihat perkembangan zaman serta mencari solusi dari permasalahan itu. Buku ini bukanlah sebuah karya tulis ilmiah atau buku pembelajaran yang mampu menjadi bahan data atau pedoman bagi para pembaca, buku ini hanya sekedar isi hati dari orang-orang yang rindu pada hadirnya ruang dialog. Ruang untuk mereka yang selama ini dipaksa bungkam oleh zaman. Ruang untuk mereka yang terbiasa membaca lewat keadaan, untuk mereka yang terkekang kekuasaan, untuk mereka yang terbatasi oleh status sosial, untuk mereka yang ingin hidup dan belajar. Di tengah maraknya fenomena hijrah dikalangan anak muda, inilah cara Pemuda Senja berhijrah, dengan menghidupkan ruang dialog, mempertajam pikiran , dan merawat akal. Dialog adalah percakapan antara 2 orang atau lebih, atau dialog dapat diartikan sebagai komunikasi yang mendalam yang mempunyai tingkat dan kualitas yang tinggi yang mencakup kemampuan untuk mendengarkan dan juga saling berbagi pandangan satu sama lain. Sekali lagi buku ini tidak menuliskan keluhan atau status kegalauan tentang cinta, bukan juga kritikan kepada penguasa. Namun setidaknya penulis berharap buku ini dapat mnjadi sebuah inspirasi untuk semua umat manusia yang membacanya. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys

Bunga Rampai Dialog Senja PENULIS: Pemuda Senja ISBN : 978-623-7452-43-0 www.guepedia.com Sinopsis: Hidup memang tidak lepas dari berbagai macam dialog, dari mulai dialog ringan sampai dialog mengenai filsafat.

Dialog Epistemologi: Studi Komparatif Filsafat Ilmu Barat dan Islam

Di balik klaim universalitas sains, Dialog Epistemologi menggelar studi komparatif yang langka. Karya ini mempertemukan pergulatan filsafat ilmu Barat—dari Popper hingga Kuhn—dengan arsitektur pengetahuan Islam yang berakar pada Tauhid, di mana ilmu (‘ilm) dan kearifan (hikmah) tak terpisahkan. Dengan menelusuri jejak pemikir dari Ibn Sina hingga Al-Ghazali, buku ini membedah perbedaan fundamental antara tujuan ilmu sebagai penguasaan alam dan sebagai penyucian jiwa. Berfungsi sebagai kompas esensial untuk menavigasi krisis makna modern, karya ini menawarkan pemahaman bagaimana dialog antara nalar dan wahyu dapat menjawab tantangan zaman.

Di balik klaim universalitas sains, Dialog Epistemologi menggelar studi komparatif yang langka.