Sebanyak 26358 item atau buku ditemukan

15 dalil mengapa Soeharto masuk neraka

Former President Soeharto's political leadership from an Islamic viewpoint.

... partai tersebut semakin besar . Dan , itu tak dikehendaki pimpinan Orde Baru . Upaya menjegal kelompok Islam ini kemudian dilakukan oleh pimpinan Orde Baru lewat ' tangan besi lembaga intelejen opsus - nya Ali Moertopo . Gerakan lembaga ...

Siapa mengapa sejumlah orang Minang

Who's who in Sumatera Barat.

... partai -partai . Seluruh partai yang bernaung di bawah bendera Islam , se- perti Parmusi , NU , Perti , PSII , difusikan menjadi Partai Persatuan Pembangunan . Bermula sebagai anggota biasa , Aisyah Amini kemudi- an duduk di Dewan ...

Mughni Muhtaj

  • Judul : Mughni Muhtaj
  • Pengarang : Asyirbini Muhammad Alkhotib,  
  • Kategori : Arabic language
  • Penerbit : Darul Fikr
  • Klasifikasi : 2X4
  • Call Number : 2X4 ASY m
  • Bahasa : Arab
  • Edisi : 2
  • Penaklikan : Fikih
  • Tahun : 2024
  • Halaman : 541
  • Ketersediaan :
    T2.29607.6
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29569.5
    (PNJ-2-00006094) Dipinjam sampai 08-05-2026 pada Perpustakaan Kampus
    T2.29554.4
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29553.3
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29552.2
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.28557.1
    Tersedia di Perpustakaan Kampus

Saimin Anak Berani

Saimin adalah anak seorang petani di sebuah desa. Saimin dipindahkan ke kota bersama pamannya untuk bersekolah di sana. Di sekolah barunya di kota, Saimin diejek dan di-bully oleh Joni. Meski setiap hari diolokolok dengan sebutan ‘anak kampung,’ Saimin tidak pernah marah. Suatu hari, Joni dipalak dan di-bully oleh segerombolan kakak kelas. Melihat itu, Saimin dengan gagah berani membantu Joni melawan kakak kelas. Meski pada akhirnya Saimin luka-luka, tapi ia senang dapat membantu Joni yang sedang tertindas tak bersalah. Komik ‘Saimin Anak Berani’ mengajarkan anak-anak untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Anak-anak harus memaafkan teman yang mengolok atau mengejeknya. Bahkan jika teman itu membutuhkan pertolongan, anak harus dengan tulus ikut membantu. Anak-anak juga harus dengan berani melawan segala bentuk penindasan. Sehingga dengan membaca komik ini, anak-anak diharapkan dapat berlaku bijak dan memiliki sikap berani namun juga pemaaf.

Saimin adalah anak seorang petani di sebuah desa.

Berani Berhijrah, Berani Beristiqamah

Begitulah dalam proses hijrah akan banyak cemoohan, sindiran, dan sikap tak baik yang akan kita terima. Namun kita tidak boleh goyah dengan fondasi awal yang dibangun. Kita mesti kokoh dan tetap tangguh dengan niat awal untuk berhijrah karena Allah. Biarkanlah segala cemoohan dan sindiran itu berlalu dengan sendirinya. Yakinlah bahwa Allah akan selalu bersama kita. Jika saat ini kita masih belum berani untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan lagi menundanunda. Jangan lagi banyak alasan. Jangan lagi mencari waktu yang pas. Inilah saat yang tepat untuk bangkit, bergerak, dan berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Begitulah dalam proses hijrah akan banyak cemoohan, sindiran, dan sikap tak baik yang akan kita terima.

Aku Berani Tidur Sendiri

Malam datang kembali, sudah waktunya Lala tidur. Setelah membaca buku dan berdoa, Lala memejamkan mata. Tapi ... dia mendengar suara aneh di kolong tempat tidur. Duh, Lala jadi takut. Suara apa ya itu .... Sebuah boardbook dengan ilustrasi yang menarik. Mengajarkan kemandirian anak lewat cerita sederhana yang biasa dialami anak-anak. Melalui pendekatan karakter tokoh Lala-Raka. Lala dan Raka adalah sepasang kakak beradik. Lala, kakak perempuan yang berusia 4 tahun. Sedangkan Raka, adik laki-laki yang berusia 2 tahun. Kehidupan mereka selalu menarik untuk dibaca bersama anak-anak. Dan bersama mereka, anak-anak bisa belajar kemandirian, keberanian, saling berbagi, mau membantu, patuh pada perintah orang tua, dan semua character building penting lainnya bagi anak usia dini. Yuk, jadi anak jagoan bersama Lala dan Raka. [Mizan, Bentang Belia, Board Book, Buku Balita, Referensi, Pengetahuan, Cerita, Anak, Indonesia]

Malam datang kembali, sudah waktunya Lala tidur.