Sebanyak 5938 Textbook ditemukan

Antara Teknologi Dan Teologi Theopanoptik Dalam Pendisiplinan Aktor Di Perpustakaan

Dr Mulyadi, MHum, lahir di Bojen Pandeglang, 03 Agustus 1977 Alumni Program Doktoral Ilmu Perpus- takaan dan Informasi Islam (IPII) UIN Sunan Kalijaga tahun 2020 ini merupakan dosen tetap Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang Anggapan selama ini kehadiran teknologi modern di perpustakaan seperti: RFID, CCTV, Security Gate, Fingerprint, dan berbagai sistem aplikasi berbasis website yang support dengan handphone genggam dan tablet sebagai panoptic (pan = penghuni, dan optic = cahaya/ memandang dari jauh), dianggap telah mampu mendisiplinkan para aktor di perpustakaan, ternyata memiliki celah yang dapat dimani- pulasi Celah teknologi tersebut dapat diatasi dengan memaksimalkan kekuatan spirit keagamaan sebagai kepatuhan teologis dalam bentuk terminologi hisab dan muraqobah sebagai pengawasan teologis yang melahirkan konsep “theopanoptic”, yaitu sebuah mekanisme kontrol eksternal dari teknologi dan eksternal dari teologi yang memiliki efek deterministik dalam pendisiplinan para aktor di perpustakaan Buku ini lahir dari hasil disertasi penulis yang berhasil dipertahankan pada sidang promosi pada tanggal 14 Agustus 2020 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Theopanoptic merupakan kebaruan dari disertasi penulis bahwa, ketika membangun sebuah perpustakaan tidak cukup dengan teknologi modern saja, tetapi ada entitas lain seperti kepatuhan teologi yang perlu diperhatikan karena memiliki efek hampir sama dengan teknologi dalam mendisiplinkan para aktor di perpustakaan Buku ini juga lahir sebagai upaya mengintegrasikan perpustakaan dengan nilai-nilai ke-Islaman, khususnya di perpustakaan perguruan tinggi Islam Ternyata untuk menyatukan dua keilmuan yang berbeda butuh ilmu lain untuk mengintegrasikannya dalam hal ini teknologi.

Dr Mulyadi, MHum, lahir di Bojen Pandeglang, 03 Agustus 1977 Alumni Program Doktoral Ilmu Perpus- takaan dan Informasi Islam (IPII) UIN Sunan Kalijaga tahun 2020 ini merupakan dosen tetap Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora ...

Kualitatif

Kualitatif Teologi

Metode penelitian teologi/Pendidikan Agama Kristen, dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan pendekatan dari obyek dan masalah penelitian tersebut. Obyek dan masalah penelitian tidak semuanya dapat didekati dengan pendekatan yang sama, untuk itu perlu adanya pendekatan lain yang berbeda. Metode penelitian yang menggunakan pendekatan secara etnografi adalah pendekatan penelitian kualitatif. Analisa penelitian kualitatif digunakan pertama kali oleh para ahli sosiologi dari Mazhab Chicago pada tahun 1920-1930, yaitu menggunakan penelitian kualitatif untuk mengkaji kehidupan manusia dalam kelompoknya. Pada waktu yang bersamaan kelompok ahli antropologi menggunakan untuk menjelaskan outline dari metode karya lapangan, dimana mereka melakukan pengamatan langsung ke lapangan untuk mempelajari adat dan budaya masyarakat setempat. Buku yang ditulis secara ringkas dan dengan kata-kata sederhana ini akan memudahkan pembaca memahami bagaimana teori, riset dan praktek pembuatan penelitian kualitatif. Berkenaan dengan kurikulum baru yang mengharuskan setiap mahasiswa teologi/Pendidikan Agama Kristen untuk mempelajari metode penelitian baik kuantitatif maupun kualitatif, buku ini merupakan referensi yang cocok untuk digunakan. Selain memadu yang mahasiswa menjadi seorang peneliti kualitatif tetapi juga membuka wacana tentang teknis pelaksanaan penelitian kualitatif yang belum banyak para mahasiswa teologi/Pendidikan Agama Kristen. Agar kita semua tidak tertinggal dengan mata kuliah baru ini maka haruslah segera memiliki buku ini. Sebab selain buku ini dirancangsecara khusus untuk model penelitian Pendidikan Agama Kristen/Teologi, buku ini juga dilengkapi dengan teknik penyusunan proposal penelitian bahkan penyusunan laporan penelitian kualitatif. Salah satu keunggulan lain dari buku ini, ditulis oleh seorang penulis yang telah lama aktif dalam pembimbingan penulisan karya ilmiah dan penelitian teologi/Pendidikan Agama Kristen.

Analisa penelitian kualitatif digunakan pertama kali oleh para ahli sosiologi dari Mazhab Chicago pada tahun 1920-1930, yaitu menggunakan penelitian kualitatif untuk mengkaji kehidupan manusia dalam kelompoknya.

Teologi al-Ghazali

pendekatan metodologi

Analysis of Ghazzali's thoughts, 1058-1111, a Persian theologian and philosopher, on Islamic theology.

Analysis of Ghazzali's thoughts, 1058-1111, a Persian theologian and philosopher, on Islamic theology.

Teologi untuk Pendidikan Islam

Teologi untuk pendidikan Islam menempati posisi paling atas, berada di atas posisi filsafat pendidikan Islam dan posisi ilmu pendidikan Islam. Karena itu, keberadaan teologi untuk pendidikan Islam memiliki peran yang sangat urgen dan strategis dalam menentukan arah pendidikan. Teologi adalah illmu yang paling mendasar yang mengkaji masalah filsafat Tuhan. Maka, teologi untuk pendidikan Islam adalah kajian filsafat Tuhan yang dikhususkan untuk pendidikan Islam. Buku ini merupakan kumpulan tulisan mahasiswa pascasarjana UIN Bandung Jurusan Pendidikan Islam yang dibagi ke dalam beberapa chapter. (1) Tauhid, Teologi Pendidikan dan Perilaku Manusia, (2) Tauhid, Teologi Pendidikan dan Perilaku Kependidikan, (3) Maksud dan Tujuan Penciptaan Allah Terhadap Makhluk-Nya, (4) Konsep Pengembangan Diri-AlMarifah, (5) Konsep Pemeliharaan Allah Terhadap Alam dan Manusia, (6) Konsep Kewajiban Manusia, (7) Tujuan Hidup Manusia, (8) Peranan Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi, (9) Konsepsi Tujuan Pendidikan Islam, (10) Konsep Qudrah dan Masyiah dalam Diri Manusia, dan (11) Maqashid al-Syariah dan Implikasinya bagi Pendidikan Islam.

Teologi untuk pendidikan Islam menempati posisi paling atas, berada di atas posisi filsafat pendidikan Islam dan posisi ilmu pendidikan Islam.

BISA DENGAR SUARA SAYA?

Ragam Perspektif Teologi Publik Atas Perubahan Dalam Gereja, Sekolah Kristen, dan Masyarakat Indonesia

BISA DENGAR SUARA SAYA? merupakan buku hasil kerjasama STT Aletheia dan kelompok diskusi interdispliner Synoptic. Sesuai dengan topik-topik yang dibahas, sudah bisa ditebak bahwa tulisan-tulisan yang terbit ini dihasilkan pada masa pandemi Covid-19. Kalimat tanya dalam judul “Bisa Dengar Suara Saya?” adalah pertanyaan umum yang sering diucapkan tatkala mengecek jaringan audio daring. Keberadaan “suara” bisa saja dianggap sebagai noise atau gangguan sehingga harus secepatnya di-mute, matikan ketika masih rapat, kelas, atau seminar online. Namun, secara simbolis dipakai dalam bunga rampai ini untuk mengingatkan kita bersama bahwa suara-suara itu tidak selamanya terbungkam, dia memiliki kekuatan untuk menyeruak menembus batas-batas yang ada. Ruang isolasi dan “kontrol host” bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya, bersuara secara jernih bagi Indonesia.

BISA DENGAR SUARA SAYA? merupakan buku hasil kerjasama STT Aletheia dan kelompok diskusi interdispliner Synoptic.