Walaupun teks Al-Quran lahir di masa yang jauh dengan masa hidup manusia (baca: penafsir) seperti masa kini, tetapi teks itu dapat dikontekstualisasikan di berbagai tempat dan kondisi seiring dengan perkembangan zaman. Iutlah sebabnya Al-Quran dikatakan salih li kulli zaman wa makan (relevan untuk segala situasi dan kondisi). Salah satu jalan agar manusia dapat berdialog dengan teks Al-Qur'an adalah dengan menafsirkannya. Meskipun menafsirkan Al-Qur'an tidak mudah, tetapi jika para pembaca tekun dan ulet melakukan dialog, Insya Allah kesulitan itu pun akan sirna. Dialog pendidikan yang didasarkan pada ayat-ayat Al-Quran bukanlah yang pertama kali dilakukan. Namun demikian, nuansa penafsiran akan 'terasa" jika setiap saat para pembaca Al-Quran melakukan refleksi atas bacaan yang telah dilakukannya, sehingga bacaan-bacaan tersebut senantiasa terasa dinamis. Hai inilah (dinamisasi) yang akan ditemukan para pembaca sekaitan dengan penafsiran ayat-ayat bertema pendidikan pada uraian buku ini. Hal ini pun sekaligus sebagai pembeda dengan buku-buku sejenis lainnya.
Walaupun teks Al-Quran lahir di masa yang jauh dengan masa hidup manusia (baca: penafsir) seperti masa kini, tetapi teks itu dapat dikontekstualisasikan di berbagai tempat dan kondisi seiring dengan perkembangan zaman.
Pengaruh sihir memang ada! Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sendiri pernah terkena pengaruh sihir. Dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah pernah disihir oleh seorang Yahudi bernama Labid bin Al-A'sham! Namun jangan panik , allah telah menurunkan doa perlindunganyaitu surat Al-Falaq.
Pengaruh sihir memang ada! Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sendiri pernah terkena pengaruh sihir. Dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah pernah disihir oleh seorang Yahudi bernama Labid bin Al-A'sham!