Sebanyak 105 item atau buku ditemukan

The Ahmadiyya Quest for Religious Progress

Missionizing Europe 1900-1965

What happens when the idea of religious progress propels the shaping of modernity? In The Ahmadiyya Quest for Religious Progress. Missionizing Europe 1900 – 1965 Gerdien Jonker offers an account of the mission the Ahmadiyya reform movement undertook in interwar Europe. Nowadays persecuted in the Muslim world, Ahmadis appear here as the vanguard of a modern, rational Islam that met with a considerable interest. Ahmadiyya mission on the European continent attracted European ‘moderns’, among them Jews and Christians, theosophists and agnostics, artists and academics, liberals and Nazis. Each in their own manner, all these people strove towards modernity, and were convinced that Islam helped realizing it. Based on a wide array of sources, this book unravels the multiple layers of entanglement that arose once the missionaries and their quarry met. This title is available in its entirety in Open Access.

... extreme financial crises , extreme political instability , extreme outpourings of creativity , and extreme missionary activity . On 30 January 1933 , when the fascist National Socialists came to power , the pluralistic society , which ...

Tan Malaka Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia jilid 4

September 1948-Desember 1949

Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial. ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kendali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan’perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomatis’. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternative dahsyat terhadap pemerintahan mederat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali – dari Maret 1946 sampai September 1948. Jilid empat ini meliputi periode dramatis setelah pembebasan Tn Malaka sampai ia menghilang pada Februari 1948. Ia mulai dengan menghimpun pendudukannya yang telah tercerai-berai dan pada November 2948 mendirikan parta baru yang bernama Partai Murba. Akan tetapi pembentukan partai terganggu oleh Serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan bataliyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai seorang panglima perang yang bengis dan kejam. Di Kediri, Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda dengan tujuan Indonesia sebagai Negara sosialis. Sesudah ikut bergerilya ke Gunung Wilis, dalam pamphlet yang ditulisnya tiap hari, ia menyerang Soekarno dan Hatta yang telah ditahan Belanda dan menuduh TNI di daerah yang bersikap putus asa. Bahkan ia memproklamir dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serntak TNI beraksi. Markas besar Tan Malaka dan Sabarudin ditumpas. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa, Tan Malaka dieksekusi oleh satuan local TNI di desa Selopanggung, 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan. Sesudah 58 tahun barulah terungkap lokasi, tanggal, dan pelakunya, yaitu dalam edisi asli buku ini yang berbahasa Belanda (2007). Kematian Tan Malaka tidak mengakhiri gagasan radikalnya. Sampai akhir 1949 para pendukungnya terlibat dalam aksi-aksi gerilya melawan TNI, dan pemimpin Republik. Namun dukungan rakyat ternyata tidak memadai sehingga kekalahan tidak dapat dihindari. Buku ini secara mendetail menggambarkan hal ikhwal perlawanan radikal ini. Bab akhir mendokumentasikan pencarian lokasi kuburan Tan Malaka, penggalian jenazahnya pada tahun 2009, serta hasil autopsi.

... Malaka , tertanggal Penjara Ponorogo September 1947 , hlm . 1-2 . Tan Malaka , Dari penjara ke penjara . Bagian I. Cetakan kedua . Jakarta : Teplok Press , Juli 2000 , xi + 303 halaman . Dengan ' Pengantar penerbit ' , tertanggal ...

Tan Malaka menolak blanquisme

pemberontakan PKI 1926

Political thoughts of Tan Malaka, d. 1949, an Indonesian national hero, and his opinion on the first communist coup d'etat, 1926.

Political thoughts of Tan Malaka, d. 1949, an Indonesian national hero, and his opinion on the first communist coup d'etat, 1926.

Anwarul Qur'an Tafsir, Terjemah, Inggris, Arab, Latin

102 At - Takatsur: Memperbanyak Harta

Untuk pembelian ebook google atau pemesanan versi cetak bisa menghubungi SMS/Whatsapp: +62811187416 atau di okbuku.com Dapatkan koleksi e-book kami yang lain di: studiquran.com/e-book ----------------------------------------------------------------------------------------------- Suatu kali seorang perempuan mendatangi Nabi s.a.w. untuk mendapatkan makanan, karena mereka lapar. Siti Aisyah r.a., isteri Nabi s.a.w., memberinya sebiji kurma, karena pada saat itu dia tak mempunyai makanan yang lainnya lagi untuk diberikan. Perempuan itu membagi dua kurmanya dan memberikannya kepada kedua anak perempuannya. Dia sendiri tetap menahan lapar. Kemudian Hazrat Aisyah r.a. memberitahukan hal itu kepada Nabi s.a.w. betapa sang ibu menunjukkan kasihnya kepada anak-anaknya. Nabi s.a.w. lalu bersabda: ”Aku bersaksi demi Dzat Yang kehidupanku ditangan-Nya bahwa kasih Allah kepada makhluk-Nya jauh lebih besar daripada yang ditunjukkan ibu itu kepada anak-anaknya”. Dzat Yang menanamkan kasih-sayang di dalam hati seorang ibu pastinya memiliki kasih yang sungguh jauh lebih besar kepada hamba-hamba-Nya. Allah adalah Rabb dan Pemberi Kecukupan yang sejati dari manusia. Demikianlah sekelumit tafsir Anwarul Quran yang ada di dalam surat An-nas. Masih banyak untian-untaian mutiara hikmah lainnya yang bisa kita dapatkan dibuku ini. *** akan tetapi sepanjang pendapatan penyelidikan saya, selamat ia daripada paham kebendaan (materialisme) dan daripada paham “ke-aqlian” (rationalisme), paham keghaiban (mistik), yang menyimpang daripada iman dan taukhid Islam yang benar. Tegasnya terpelihara ia daripada kesesatan Dahriyah, Mu’tazilah dan Batiniyah. — H. Agus Salim, Tokoh Pahlawan Nasional Ini adalah tafsir yang menggugah yang memperbaharui lagi dan memperkuat iman serta mengilhami kecintaan kepada Qur’an dalam hati para pembacanya. Setiap orang yang membaca tafsir itu menemukan iman dan cahaya baru berkenaan dengan eksistensi Allah dan hakekat ganjaran serta hukuman dalam kehidupan akhirat. —Maulana Muhammad Ali, penulis Tafsir Qur’an Suci

Untuk pembelian ebook google atau pemesanan versi cetak bisa menghubungi SMS/Whatsapp: +62811187416 atau di okbuku.com Dapatkan koleksi e-book kami yang lain di: studiquran.com/e-book -------------------------------------------------------- ...

Jejaring ulama Diponegoro

kolaborasi santri dan ksatria membangun Islam kebangsaan awal abad ke-19

History of a circle of relations between ulama and Pangeran Dipanegara, an Indonesian Muslim prince of Yogyakarta Kingdom.