Sebanyak 31 item atau buku ditemukan

Fikih Empat Madzhab Jilid 6

Fikih adalah sebuah disiplin ilmu yang sangat luas. Sebab satu masalah dalam fikih bisa berkembang dan bercabang hingga menjadi banyak. Mempelajari banyak pandangan ulama seputar masalah fikih tentu tidak dimaksudkan untuk membangun perbedaan di antara umat islam. Tapi, ia merupakan cara untuk memperkaya alternatif, terutama untuk konteks kekinian. Para ulama dahulu, setelah menguasai ilmu Al-Qur'an dan sunnah, maka ilmu fikih-lah yang harus didalami. Bahkan, tradisi ini juga diturunkan kepada anak keturunan dan murid-murid mereka generasi yang memahami agama ini dengan baik dan benar. Buku "Fikih Empat Madzhab" ini, adalah salah satu buku fikih dalam empat mazhab Ahlus sunnah wal jamaah yaitu, Hanafi, Asy-Syafi'i, Maliki, dan Hambali yang ditulis oleh seorang ulama fikih terkemuka, Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi. Beliau menghadirkan beragam masalah fikih lalu mengurakannya berdasarkan pandangan masing-masing madzhab seputar masalah tersebut. Salah satu tujuan penulisan buku ini seperti yang dikemukakan oleh beliau sendiri adalah untuk memudahkan belajar fikih. - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Buku "Fikih Empat Madzhab" ini, adalah salah satu buku fikih dalam empat mazhab Ahlus sunnah wal jamaah yaitu, Hanafi, Asy-Syafi'i, Maliki, dan Hambali yang ditulis oleh seorang ulama fikih terkemuka, Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi.

Fikih Empat Madzhab Jilid 4

Fikih adalah sebuah disiplin ilmu yang sangat luas. Sebab satu masalah dalam fikih bisa berkembang dan bercabang hingga menjadi banyak. Mempelajari banyak pandangan ulama seputar masalah fikih tentu tidak dimaksudkan untuk membangun perbedaan di antara umat islam. Tapi, ia merupakan cara untuk memperkaya alternatif, terutama untuk konteks kekinian. Para ulama dahulu, setelah menguasai ilmu Al-Qur'an dan sunnah, maka ilmu fikih-lah yang harus didalami. Bahkan, tradisi ini juga diturunkan kepada anak keturunan dan murid-murid mereka generasi yang memahami agama ini dengan baik dan benar. Buku "Fikih Empat Madzhab" ini, adalah salah satu buku fikih dalam empat mazhab Ahlus sunnah wal jamaah yaitu, Hanafi, Asy-Syafi'i, Maliki, dan Hambali yang ditulis oleh seorang ulama fikih terkemuka, Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi. Beliau menghadirkan beragam masalah fikih lalu mengurakannya berdasarkan pandangan masing-masing madzhab seputar masalah tersebut. Salah satu tujuan penulisan buku ini seperti yang dikemukakan oleh beliau sendiri adalah untuk memudahkan belajar fikih. - Pustaka Al-Kautsar Publisher -

Buku "Fikih Empat Madzhab" ini, adalah salah satu buku fikih dalam empat mazhab Ahlus sunnah wal jamaah yaitu, Hanafi, Asy-Syafi'i, Maliki, dan Hambali yang ditulis oleh seorang ulama fikih terkemuka, Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi.

Al-Mustashfa Jilid 1

Rujukan Utama Ushul Fikih

Kitab Al-Mustashfa ini merupakan buku pegangan bagi siapa saja yang bercita-cita menjadi faqih (ahli fikih) atau ushuli (ahli ushul fikih) dan hendak menempuh jalan ijtihad. Begitu lengkap dan andalnya, kitab terakhir Imam Al-Ghazali ini menjadi rujukan induk ilmu ushul fikih, yang memberikan pengantar sekaligus rambu-rambunya. Di dalamnya Imam Al-Ghazali menggambarkan ushul fikih sebagai ilmu yang beredar pada empat porosnya: (1) Hukum, (2) Sumber Dalil, (3) Strategi Menggali Hukum dari Sumber Dalil, dan (4) Penggali Hukum (Mujtahid). Membaca kitab ini, kita dilimpahi aneka ayat Al-Qur`an serta hadits Nabi SAW, juga disuguhi warna-warni pendapat ulama dan pandangan lintas madzhab. - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Di dalamnya Imam Al-Ghazali menggambarkan ushul fikih sebagai ilmu yang beredar pada empat porosnya: (1) Hukum, (2) Sumber Dalil, (3) Strategi Menggali Hukum dari Sumber Dalil, dan (4) Penggali Hukum (Mujtahid).

Apakah Anda Orang Cerdas?

21 Tanda Kecerdasan

Sebuah keputusan cerdas bagi anda untuk memiliki buku ini. Ya, karena sebentar lagi, Anda akan dibawa berkeliling ke dunia orang-orang cerdas yang telah mencapai kesuksesannya. Deretan nama orang-orang cerdas dari kalangan ulama, ilmuwan, pebisnis dan tokoh-tokoh dari Timur dan Barat. Buku ini begitu menarik, karena penulis menghadirkan dua puluh satu tanda orang cerdas disertai cerita tentang perjuangan dan penemuan mereka yang mengantarkannya menjadi orang besar dan pantas dikenang sejarah. Apa pun bidang dan profesi yang Anda geluti saat ini, membaca tentang beragam kecemerlangan ide, gagasan dan cara berpikir orang-orang yang telah sukses bisa menginspirasikan anda untuk melakukan percepatan bagi kesuksesan yang sedang anda tuju. Anda sebagai seorang da'i, penulis, pelajar atau mahasiswa, ibu rumah tangga, karyawan, dan lain-lain. bahkan seorang pengangguran sekalipun, membaca buku ini akan semakin meluaskan cara berpikir anda dalam memaksimalkan usaha yang sedang dikerjakan. Selain penting untuk menambah koleksi pustaka pribadi anda, buku ini juga sangat pas dijadikan hadiah bagi orang-orang tercirta, karena memang cocok untuk dibaca oleh semua umur dan kalangan. - Pustaka Al-Kautsar Publisher -

Sebuah keputusan cerdas bagi anda untuk memiliki buku ini.

Bulughul Maram

Bulughul Maram merupakan sebuah buku yang berisi tentang hadits-hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berkenaan dengan masalah hukum-hukum Islam dan disusun berdasarkan urutan pembahasan bab fikih. Buku karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani ini, merupakan salah satu di antara buku yang masyhur di kalangan dunia Islam. Ditata dengan penuh cermat agar mudah dipelajari dan dihafalkan oleh kaum Muslimin, khususnya bagi mereka yang ingin memperdalam hukum-hukum Islam dan juga dapat dijadikan referensi dan istinbath hukum fikih oleh para fuqaha. Adapun hadits-hadits yang dibahas dalam Bulughul Maram adalah, hadits tentang masalah thaharah, shalat, jenazah, zakat, puasa, haji, jual beli, nikah, jinayat, hudud, jihad, sumpah dan nadzar, adab, dan lain sebagainya. Dari sini kita dapat melihat, bahwa pada hakikatnya Islam itu agama yang menyeluruh (syamil) yang membawa misi nilai-nilai kebaikan.

... : Para perawi dalam sanad ini adalah terpercaya. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah (1298) لص اللهلوسر لاق :لاق-امنع اللهضر- سابع نبا نعو-1540 }هفلختف ادعوم bUlUGhUl MARAM 914914 MASAlAh bERMASyARAkAt.

7 Kaidah Utama Fikih Muamalat

Kaidah-kaidah fikih (qawa’id fiqhiyah) adalah kaidah-kaidah hukum yang disusun oleh para fikih, sebagai pedoman untuk mempermudah dan membantu memahami permasalahan fikih di dalam menentukan hukum dari suatu perkara dan kejadian. Kaidah-kaidah ini sangat banyak dan bercabang-cabang. Dari sisni, seorang pengkaji hukum Islam atau faqih tidak dapat memahami segala isi kajian hokum Islam kecuali jika ia mempelajari qawa’id fiqhiyah. Semakin tinggi tingkat penguasaan seorang faqih akan kaidah-kaidah ini, maka tingkat prestasinya akan semakin naik dan rangkingnya pun akan semakin meningkat, dan terbukalah jalan di hadapannya menuju prosedur fatwa. Oleh karena itu, mempelajari kaidah-kaidah fikih merupakan kewajiban bagi setiap orang yang menggeluti dunia fikih.

- Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar.

Pengantar Studi Ilmu Dakwah

Dakwah adalah seruan kepada manusia untuk bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan segala bentuk kemusyrikan. Pada prinsipnya, dakwah adalah kewajiban setiap muslim, sebagaimana seruan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam agar kita menyampaikan pesan-pesan Islam, meskipun satu ayat. Namun begitu, berdakwah juga perlu ilmu, perlu pemahaman tentang dakwah (fiqhud dakwah), agar pesan-pesan yang disampaikan bisa berjalan secara sistematis dan efektif. Karena itu, buku ini hadir untuk memberikan pemahaman tentang seluk beluk dakwah, seperti; sejarah dakwah, metode-metode dalam berdakwah, tugas pokok seorang dai, peta konsep dakwah, kode etik dakwah, sarana-sarana dakwah, psikologi dai dan mad’u (obyek dakwah), pantangan-pantangan dakwah, karakteristik dai, dan lain sebagainya. Penulis memaparkan teori-teori dalam dakwah, kemudian juga memberikan arah-arahan agar teori-teori tersebut bisa dipraktikan oleh para dai. Karena sejatinya, sebanyak apapun teori yang kita pahami, jika tidak dipraktikkan di lapangan, maka itu semua tak akan ada gunanya. Sebagai seorang yang bergelut dalam dunia akademisi dan juga seorang dai, penulis memiliki pengalaman dalam bidang ini. Buku ini wajib dimiliki oleh para mahasiwa yang menempuh studi di bidang dakwah, dan setiap muslim secara umum, terutama bagi mereka yang mewakafkan dirinya untuk menjadi dai ilallah. Sangat sayang jika Anda lewatkan! - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Sangat sayang jika Anda lewatkan! - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar.

Biografi Mohammad Natsir

M. Natsir hidup dan pribadi sederhana dan jauh dari kecintaan terhadap harta dan benda. Dia tidak mau "menghabisi" orang-orang yang sepaham dengannya, dengan menghalalkan segala cara. ia berpolitik dengan kata-kata sopan dan sepantasnya tanpa menimbulkan ketersinggungan pribadi. Di gedung DPR pada tahun 1950an, Natsir duduk di kantin, ngobrol sambil minum kopi dan tertawa bersama ketua PKI, D.N. Aidit. Semua orang tahu, pendirian dan pandangankedua tokoh itu ibarat bumi dengan langit, satu dengan lainnya hampir tidak ada titik temu'Sabam Sirait, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Replublik Indonesia (DPD- RI) - Pustaka Al-Kautsar Publisher -

... dai. Yang menjadi pejabat atau pegawai, dia adalah dai. Karena dengan kedudukannya, pelaksanaan dakwah menjadi lancar. Yang kaya, yang mendapat kekayaan dari Allah , mungkin tidak bisa naik mimbar, tetapi dengan infaknya, dia menjadi ...

Muslim Papua

Membangung Harmoni Berdasar Sejarah Agama di Bumi Cendrawasih

Papua dulu bernama Nuu Waar, menurut orang Islam, memiliki sejarah yang panjang terkait keberadaan umat Islam di sana. Kesultanan Tidore, Ternate, Bacan, bahkan Kesultanan di Samudera Pasai, memiliki ikatan sejarah dengan Bumi Cenderawasih ini. Sebelum agama-agama lain datang umat Islam dari kesultanan-kesultanan tersebut telah lebih dulu berada di sana dan membangun tatatan sosial budaya dan sistem-sistem sosial lainnya. Karena itu, tak heran jika di Papua banyak didapati masjid-masjid tua, perkampungan-perkampungan tua yang dihuni oleh umat Islam, bahkan juga ditemukan mushaf Al-Qur'an yang usianya sudah ratusan tahun. Raja Ampat misalnya, kawasan yang sangat terkenal di dunia dengan keindahan alamnya, sudah sejak lama mayoritas penduduknya adalah Muslim. Begitu pun di beberapa daerah lainnya, sebagaimana ditulis dalam buku ini. Buku yang ditulis oleh Dhurorudin Mashad, Ahli Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini bisa membuka wawasan kita semua tentang keberadaan Muslim di Papua. Dan, tentu juga memberikan fakta-fakta yang bisa menjadi gambaran, bahwa Papua tidak identik dengan satu agama saja. Namun begitu, buku ini juga tidak menapikan keberadaan agama-agama lain. Di antar spirit buku ini adalah membangun harmoni antar umat beragama, sehingga tercipta keadilan dan kesejahteraan yang dirasakan bersama. - Pustaka Al-Kautsar Publisher -

... dai tersebut dengan wajah menyesal mengikutinya. Setelah tiga bulan menetap di daerah tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk Islam, Fadlan mengatakan kepada dai dari Surabaya bahwa ini karena dai tersebut mempunyai niat yang ...

Bangkit dan Runtuhnya Daulah Fathimiyah

Daulah Fathimiyah yang berdiri di Ifriqiya, sebuah wilayah di Magh•ib A1-Adna (Maghrib Dekat), yang saat ini terletak di kawasan Tunisia, Tripolitania (barat Libya), dan Constantinois (tenggara Algeria), merupakan daulah yang turut mewarnai lembar sejarah dunia Islam, sebagaimana Daulah Abbasiyah dan Daulah Umawiyah. Daulah ini memegang teguh prinsip-prinsip ajaran Syiah Ismailiyah, yang dinisbatkan pada Ismail bin Ja'far Ash-Shadiq. Paham Syiah inilah yang menjadi ideologi daulah ini, sekaligus menjadi pijakan dalam menjalankan konstitusi negara. Penamaan daulah Fathimiyah diklaim berdasarkan nisbat secara geneologi pada keturunan Rasulullah, yakni Fathimah; Meskipun ada yang mengatakan bahwa penyebutan yang lebih tepat adalah Daulah Ubaidiyah, sebagaimana nama pendirinya Ubaidillah Al-Mandi. Rentang kekuasaan daulah ini berada pada dua fase, yaitu pada masa kekuasaan di Ifriqiya (297-362 H/910-973 M) dan Mesir serta Timur Islam (326-567 H/ 973- 1171 M) Selain menyajikan fakta dan data tentang sejarah Daulah Fathimiyah, buku ini juga menceritakan konflik dan perseteruan yang terjadi pada masa daulah tersebut. Termasuk dengan kekuatan Byzantium yang pada masa lalu juga diperhitungkan oleh dunia. Sebagai sajian yang lengkap, buku ini ditutup dengan munculnya Shalahuddin A1-Ayyubi, yang tak hanya berhasil menaklukkan kekuasaan Kristen, tetapi juga mampu mengambil alih kekuasaan Daulah Fathimiyah pada akhir keruntuhannya. Sehingga peralihan kekuasaan dari Daulah Fathimiyah (Syiah) ke Dinasti Ayyubiyah (Sunni) menjadi mata rantai sejarah yang sarat dengan pelajaran dan hikmah. Sebagai sebuah kaiya sejarah, buku ini sangat layak Anda baca! - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

... Dai Abu Abdillah telah berkenalan dengan Al-Hasan bin Farajdi Kufah. Setahun kemudian, Ad-Dai Abu Abdillah ikut bergabung dengan rombongan jamaah haji Yaman dan berangkat bersama mereka ke Makkah210pada tahun 279 H/893 M. Hal itu ...