CINTA itu adalah fitrah, indah bagi manusia. Siapapun tak kan mampu lari darinya.Jaga, rawat dan peliharalah ia Agar kelak cinta itu mampu membawamu pada Sang Pemilik Cinta. Kusambut kedatanganmu wahai CINTA. Ketika masih ragu bagaimana cinta sebenarnya, ketika engkau masih mencari dimana cinta bersemayam, atau bahkan masih meniti jalan cinta yang tak tentu arah karena lupa akan tujuan cinta itu sendiri, mesti membaca buku ini. Dan anda akan menemukan keindahan cinta. Makna cinta tak sesempit lagu-lagu cinta budaya pop mode Indonesia. Makna cinta dan indahnya cinta serta dalamnya samudra cinta tertuang indah dalam buku ini. Sehingga membuat pembaca termotivasi untuk senantiasa hidup dengan cinta serta segera halal karena cinta.
Cinta Ibu Yang Tak Berujung Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi Ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minum. Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata. Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur ...
Cantik, kaya dan kata orang aku Smart. Smart dalam bisnis tapi tak pintar dalam memilih cinta. Aku mencari seribu cara untuk menghindari cowok berkelas dan menemukan duniaku pada seorang yang tak berkelas di mata dunia. Meski aku menikah dengannya tidak menyadari cinta tapi dialah yang menunjukkan padaku apa arti cinta. Akankah ia tetap menjadi pilihan cintaku selamanya ataukah kelas akan membawanya pergi dari hidupku selamanya? -Prilly Agatha Subrata- Tak punya apa-apa, hanya memiliki kemauan dan harapan, bahkan cinta yang aku miliki pun tak dibutuhkan gadis manapun karena aku hanya seorang pria tanpa masa depan yang jelas. Beruntung karena 'sesuatu', seorang gadis kaya memintaku bekerjasama dengannya dan membuat kelasku naik lalu mengubah hidupku. Meski awalnya terpaksa menikahinya, kuakui pesonanya sangat menawanku. Tapi aku tak mau terlalu berharap dia tetap memilih cintaku selamanya karena dunia kami berbeda. -Aliandra Yusuf- ---------------------------- Penerbit Rafferty Publisher -RaffertyPublisher-
... Ibu sudah kering dan tinggal disetrika lalu diantar Kak Dena ke tempat mereka. Ibu jangan kuatir." "Syukurlah, Ibu takut kehilangan pelanggan Ibu. Mencuci satu-satunya pekerjaan yang membuat kita bisa makan tiga kali sehari setelah Ali ...