Sebanyak 97 item atau buku ditemukan

Dari Monolog Ke Dialog

34 CATATAN AUTOETNOGRAFI SEBAGAI ANAK PENDETA

Pengalaman Penulis sebagai anak pendeta di Pulau Tanimbar adalah petualangan outsider yang menjadi insider. Perjalanan dari outsider menjadi insider dinarasikan dalam judul Dari Monolog ke Dialog. Ada tiga hal penting yang menarik untuk dikemukakan oleh penulis yaitu simbol, cerita, dan permainan. Pertama, Simbol yang ada dalam narasi ditunjukan oleh penulis sebagai perekat dalam membangun good memory, di mana semua manusia harus berhubungan baik dengan sesama manusia dan alam semesta. Kita akan mendapatkan banyak symbol dalam buku ini kain tenun, sirih, pinang, dan bakul membawa pesan saudara pada hubungan. Pesan ini diceritakan secara empiris dimulai dari kedatangan orang asing dan tanda penyambutan yang diberikan dari masyarakat melalui tari-tarian, ritual sirih-pinang, menyanyi dan bersukacita mengiringi tamu. Kedua, Cerita-cerita dalam narasi berangkat dari konteks tanimbar dimulai dengan cerita horror, bahagia dan inspiratif. Hidup sebagai orang kampung yang menikmati kunjungan dan relasi. Cerita-cerita yang disodorkan oleh penulis tentu saja tidak normatif namun sangat khas memperlihatkan suasana sebagai orang kampung yang hidup di masa-masa orde baru dan juga konflik dan post konflik maluku. Cerita horor yang melihat sisi malam di pedalaman menurut pandangan orang kampung, membawa pesan bahwa kekuatan supernatural masih terus eksis dalam paradigma orang kampung. Cerita bahagia yang membingkai suasana anak-anak kecil ketika berada dalam proses membentuk jati diri. Kemudian ada cerita inspiratif yang menolong pembaca tentang hutan dan laut. Ketiga, Bermain ditampilkan dalam narasi dengan menyenangkan hati, menyembuhkan luka dan menciptakan dasar pelajaran yaitu pengalaman. Permainan berhasil diciptakan oleh anak-anak secara turun temurun, ada aturan yang harus disepakati dalam bermain. Penulis akan menyakinkan pembaca bahwa permainan tradisional yang diciptakan anak-anak secara turun-temurun telah menjadi patron untuk membentuk nilai kejujuran dan sikap heroik mereka. Dalam rangka memperkaya pengetahuan kita tentang pulau Tanimbar, Buku ini patut menjadi pilihan.

Pengalaman Penulis sebagai anak pendeta di Pulau Tanimbar adalah petualangan outsider yang menjadi insider. Perjalanan dari outsider menjadi insider dinarasikan dalam judul Dari Monolog ke Dialog.