Sebanyak 13 item atau buku ditemukan

Mendirikan Salat Menegakkan Peradaban

Umat Islam pasti tahu kewajiban salat, namun belum tentu paham maknanya, apalagi kita bangsa Indonesia tidak berbahasa Arab. Akibatnya kita salat tanpa jiwa, sering tidak berpengaruh pada kehidupan. Padahal salat itu tiang agama Islam. Buku ini hadir untuk memaknai kembali salat agar berpengaruh optimal pada pelaku sehingga bisa membangkitkan peradaban yang unggul, baik dalam kehidupan masyarakat, lingkungan hidup, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Peradaban harus diupayakan bersama, dan salat mengajarkan semangatnya. Kaya dengan detail aspek salat, berlimpah dengan ilmu, makna, dan adabnya, buku ini membangkitkan lagi kesadaran agar salat jangan cuma buat menggugurkan kewajiban. Salat adalah sumber inspirasi agar kita menjadi pemakmur terbaik kehidupan di bumi. Ditulis oleh orang Indonesia yang merantau ke Amerika Serikat untuk mencari jawaban kenapa peradaban bisa lahir, jatuh, dan bangkit lagi, buku ini niscaya memberi pencerahan agar kita tak akan lagi menyia-nyiakan perintah yang langsung diterima Nabi Muhammad Saw. dari Allah Swt. *** Salat membentuk karakter agent of change, penegak amar makruf nahi mungkar, sejalan dengan peran manusia sebagai pemakmur bumi. Secara berjamaah, perubahan individu berkat salat bermuara pada perubahan masyarakat, mendorong terbangunnya peradaban baru yang menjunjung nilai kepemimpinan, disiplin, juga sistem perbaikan. Buku ini akan membuat kita paham betapa salat bisa berpengaruh besar, membuat kita lebih mantap dan khusyuk. Aria Novianto, Presiden IMSA (Indonesian Muslim Society in America) Ahmad Faisal Marzuki adalah aktivis dakwah di Amerika Serikat. Seorang pemikir, kemampuan literasinya hebat. Buku ini merupakan puncak tulisan yang sangat bermanfaat bagi perkembangan peradaban. Dutamardin Umar (Indonesian Muslim Association in America) Co-Founder, Vice Chairman Advisory Board, Presiden Pertama IMAAM

Bentuk jamak khulafā' di QS Al-A'rāf 7:69,74. Ada pula kata khalīfah di QS Al- Baqarah 2:30, artinya pengganti atau menjadi khalifah Allah. Niscaya tidak cocok kalau diartikan 'pengganti', karena tidak ada pengganti bagi Allah.

Her Benny

This work has been selected by scholars as being culturally important and is part of the knowledge base of civilization as we know it. This work is in the public domain in the United States of America, and possibly other nations. Within the United States, you may freely copy and distribute this work, as no entity (individual or corporate) has a copyright on the body of the work. Scholars believe, and we concur, that this work is important enough to be preserved, reproduced, and made generally available to the public. To ensure a quality reading experience, this work has been proofread and republished using a format that seamlessly blends the original graphical elements with text in an easy-to-read typeface. We appreciate your support of the preservation process, and thank you for being an important part of keeping this knowledge alive and relevant.

This work has been selected by scholars as being culturally important and is part of the knowledge base of civilization as we know it. This work is in the public domain in the United States of America, and possibly other nations.