Sebanyak 26322 item atau buku ditemukan

Penelitian Ilmu Teologi

Buku ini lahir dari komitmen para staf pengajar STT-Aletheia untuk menggumuli jawaban dari pertanyaan, “Mengapa para mahasiswa dan mahasiswi STT-Aletheia harus menulis sebuah karya ilmiah akhir (skripsi atau tesis)?” Jawabannya tentulah bukan karena para dosen dahulu sudah melakukannya sehingga sekarang mereka harus juga melakukan. Tidak seharusnya para mahasiswa dan mahasiswi menulis skripsi atau tesis hanya demi memenuhi salah satu persyaratan kelulusan, walaupun ini penting. Tujuan utama buku ini adalah untuk menolong para peserta didik ilmu teologi dalam menulis makalah dan tugas akhir mereka dengan lebih baik lagi melalui penggunaan metodologi ilmu teologi itu sendiri. Secara khusus, kecintaan mereka terhadap teologi dan metodologinya kiranya dapat makin bertumbuh dan berkembang melalui buku ini. Diharapkan dengan kecintaan yang makin bertumbuh ini tulisan mereka pun bisa makin menunjukkan gairah keilmuan mereka daripada sekadar karena sebuah kewajiban untuk kelulusan. Ilmu teologi seharusnya membangkitkan gairah yang mendatangkan sukacita dan bukan kegentaran yang mendatangkan tekanan.

Buku ini lahir dari komitmen para staf pengajar STT-Aletheia untuk menggumuli jawaban dari pertanyaan, “Mengapa para mahasiswa dan mahasiswi STT-Aletheia harus menulis sebuah karya ilmiah akhir (skripsi atau tesis)?” Jawabannya tentulah ...

Antara Teknologi Dan Teologi Theopanoptik Dalam Pendisiplinan Aktor Di Perpustakaan

Dr Mulyadi, MHum, lahir di Bojen Pandeglang, 03 Agustus 1977 Alumni Program Doktoral Ilmu Perpus- takaan dan Informasi Islam (IPII) UIN Sunan Kalijaga tahun 2020 ini merupakan dosen tetap Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang Anggapan selama ini kehadiran teknologi modern di perpustakaan seperti: RFID, CCTV, Security Gate, Fingerprint, dan berbagai sistem aplikasi berbasis website yang support dengan handphone genggam dan tablet sebagai panoptic (pan = penghuni, dan optic = cahaya/ memandang dari jauh), dianggap telah mampu mendisiplinkan para aktor di perpustakaan, ternyata memiliki celah yang dapat dimani- pulasi Celah teknologi tersebut dapat diatasi dengan memaksimalkan kekuatan spirit keagamaan sebagai kepatuhan teologis dalam bentuk terminologi hisab dan muraqobah sebagai pengawasan teologis yang melahirkan konsep “theopanoptic”, yaitu sebuah mekanisme kontrol eksternal dari teknologi dan eksternal dari teologi yang memiliki efek deterministik dalam pendisiplinan para aktor di perpustakaan Buku ini lahir dari hasil disertasi penulis yang berhasil dipertahankan pada sidang promosi pada tanggal 14 Agustus 2020 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Theopanoptic merupakan kebaruan dari disertasi penulis bahwa, ketika membangun sebuah perpustakaan tidak cukup dengan teknologi modern saja, tetapi ada entitas lain seperti kepatuhan teologi yang perlu diperhatikan karena memiliki efek hampir sama dengan teknologi dalam mendisiplinkan para aktor di perpustakaan Buku ini juga lahir sebagai upaya mengintegrasikan perpustakaan dengan nilai-nilai ke-Islaman, khususnya di perpustakaan perguruan tinggi Islam Ternyata untuk menyatukan dua keilmuan yang berbeda butuh ilmu lain untuk mengintegrasikannya dalam hal ini teknologi.

Dr Mulyadi, MHum, lahir di Bojen Pandeglang, 03 Agustus 1977 Alumni Program Doktoral Ilmu Perpus- takaan dan Informasi Islam (IPII) UIN Sunan Kalijaga tahun 2020 ini merupakan dosen tetap Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora ...

Kualitatif

Kualitatif Teologi

Metode penelitian teologi/Pendidikan Agama Kristen, dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan pendekatan dari obyek dan masalah penelitian tersebut. Obyek dan masalah penelitian tidak semuanya dapat didekati dengan pendekatan yang sama, untuk itu perlu adanya pendekatan lain yang berbeda. Metode penelitian yang menggunakan pendekatan secara etnografi adalah pendekatan penelitian kualitatif. Analisa penelitian kualitatif digunakan pertama kali oleh para ahli sosiologi dari Mazhab Chicago pada tahun 1920-1930, yaitu menggunakan penelitian kualitatif untuk mengkaji kehidupan manusia dalam kelompoknya. Pada waktu yang bersamaan kelompok ahli antropologi menggunakan untuk menjelaskan outline dari metode karya lapangan, dimana mereka melakukan pengamatan langsung ke lapangan untuk mempelajari adat dan budaya masyarakat setempat. Buku yang ditulis secara ringkas dan dengan kata-kata sederhana ini akan memudahkan pembaca memahami bagaimana teori, riset dan praktek pembuatan penelitian kualitatif. Berkenaan dengan kurikulum baru yang mengharuskan setiap mahasiswa teologi/Pendidikan Agama Kristen untuk mempelajari metode penelitian baik kuantitatif maupun kualitatif, buku ini merupakan referensi yang cocok untuk digunakan. Selain memadu yang mahasiswa menjadi seorang peneliti kualitatif tetapi juga membuka wacana tentang teknis pelaksanaan penelitian kualitatif yang belum banyak para mahasiswa teologi/Pendidikan Agama Kristen. Agar kita semua tidak tertinggal dengan mata kuliah baru ini maka haruslah segera memiliki buku ini. Sebab selain buku ini dirancangsecara khusus untuk model penelitian Pendidikan Agama Kristen/Teologi, buku ini juga dilengkapi dengan teknik penyusunan proposal penelitian bahkan penyusunan laporan penelitian kualitatif. Salah satu keunggulan lain dari buku ini, ditulis oleh seorang penulis yang telah lama aktif dalam pembimbingan penulisan karya ilmiah dan penelitian teologi/Pendidikan Agama Kristen.

Analisa penelitian kualitatif digunakan pertama kali oleh para ahli sosiologi dari Mazhab Chicago pada tahun 1920-1930, yaitu menggunakan penelitian kualitatif untuk mengkaji kehidupan manusia dalam kelompoknya.

Teologi al-Ghazali

pendekatan metodologi

Analysis of Ghazzali's thoughts, 1058-1111, a Persian theologian and philosopher, on Islamic theology.

Analysis of Ghazzali's thoughts, 1058-1111, a Persian theologian and philosopher, on Islamic theology.