Winging It
Mission: Enrol at Angel School!
First published in Great Britain by Collins in 2001.
First published in Great Britain by Collins in 2001.
First published in Great Britain by Collins in 2001.
Dialog ini secara normal terbagi menjadi tiga bagian, yang masing-masing sesuai dengan karakter Gorgias, Polus, dan Callicles; dan bentuk serta caranya berubah seiring dengan tahapan argumen. Socrates
Selengkapnya...
Socioeconomic conditions in Indonesia; transcripts of dialog program broadcasted by Radio Republik Indonesia.
Bunga Rampai Dialog Senja PENULIS: Pemuda Senja ISBN : 978-623-7452-43-0 www.guepedia.com Sinopsis: Hidup memang tidak lepas dari berbagai macam dialog, dari mulai dialog ringan sampai dialog mengenai
Selengkapnya...
Di balik klaim universalitas sains, Dialog Epistemologi menggelar studi komparatif yang langka. Karya ini mempertemukan pergulatan filsafat ilmu Barat—dari Popper hingga Kuhn—dengan arsitektur pengeta
Selengkapnya...
Buku ini mencoba merambah wilayah yang selama ini dianggap tabu dalam hubungan Kristen-Islam, yaitu "dialog teologis". Misalnya, bagaimana kekristenan di satu pihak menjelaskan keilahian Yesus dan di
Selengkapnya...
“Bang, saya ini mau dibawa ke mana?” Sopir yang sejak tadi menyanyi kecil di jalan yang penuh motor itu tampak tersentak, “Lho, Ibu maunya ke mana?” Si penumpang sama sekali tidak tersentak, “Ke mana
Selengkapnya...
dalam cahaya dan terang ke-hidupan masa kini, ajaran-ajaran yang dituliskan dalam kitab itu banyak menimbulkan pertanyaan dan gugatan. Di dalamnya dirasakan banyak unsur ketidakadilan, terutama yang b
Selengkapnya...
First published in Great Britain by Collins in 2001.
First published in Great Britain by Collins in 2001.
Dialog ini secara normal terbagi menjadi tiga bagian, yang masing-masing sesuai dengan karakter Gorgias, Polus, dan Callicles; dan bentuk serta caranya berubah seiring dengan tahapan argumen. Socrates bersikap hormat kepada Gorgias, menyenangkan namun tajam dalam menghadapi Polus yang masih muda, ironis dan sarkastik dalam pertemuannya dengan Callicles. Seperti dalam dialog-dialog lainnya, dalam dialog ini Socrates adalah musuh kaum Sofis dan ahli retorika; dan juga para negarawan, yang ia anggap sebagai bentuk lain dari jenis yang sama. Perilakunya diatur oleh perilaku lawan-lawannya; keangkuhan atau keegoisan di pihak mereka ditanggapi dengan ironi yang sama di pihak Socrates. Dalam Phaedrus kita menemukan pula mitos lain ciptaan Plato. Mitos ini membahas kehidupan lampau. Ia menggambarkan konflik antara akal budi yang dibantu oleh nafsu atau kemarahan yang benar di satu sisi, dan konflik antara nafsu dan naluri hewani di sisi lain. Jiwa manusia telah mengikuti jejak dewa tertentu dan melihat kebenaran dalam bentuk universal sebelum ia lahir di dunia ini. Kehidupan kita saat ini adalah hasil dari perjuangan yang dilakukan pada saat itu. Dunia ini bersifat relatif terhadap dunia lampau, karena sering kali diproyeksikan ke masa depan. Kita mengajukan pertanyaan “Di manakah manusia sebelum terlahir?” seperti halnya kita bertanya “Apa yang akan terjadi pada manusia setelah kematian?” Pertanyaan pertama tidak begitu lumrah dan karenanya tampak tidak wajar; tetapi jika kita mengamati seluruh umat manusia, pertanyaan ini sama berpengaruh dan tersebar luasnya seperti pertanyaan lainnya. Dalam Phaedrus, pertanyaan ini benar-benar merupakan kiasan yang menggambarkan “pertempuran spiritual” dalam kehidupan saat ini. Pengantar Dalam Phaedrus, Socrates berargumentasi dengan Gorgias, Polus, dan Callicles. Dialog ini secara normal terbagi menjadi tiga bagian. Temanya membentang dari persoalan retorika hingga predestinasi manusia.
Dalam Phaedrus, pertanyaan ini benar-benar merupakan kiasan yang menggambarkan “pertempuran spiritual” dalam kehidupan saat ini. Pengantar Dalam Phaedrus, Socrates berargumentasi dengan Gorgias, Polus, dan Callicles.
Socioeconomic conditions in Indonesia; transcripts of dialog program broadcasted by Radio Republik Indonesia.
Socioeconomic conditions in Indonesia; transcripts of dialog program broadcasted by Radio Republik Indonesia.
Bunga Rampai Dialog Senja PENULIS: Pemuda Senja ISBN : 978-623-7452-43-0 www.guepedia.com Sinopsis: Hidup memang tidak lepas dari berbagai macam dialog, dari mulai dialog ringan sampai dialog mengenai filsafat. Berawal dari sebuah dialog ringan antara penulis dan saya terciptalah gagasan untuk kembali membuka ruang dialog yang sempat tertutup, yang sempat membisukan suara-suara nyaring dalam pikiran. Namun pertumbuhan ruang dialog pada masa sekarang sudah kurang nampak dan diminati oleh sebagian kalangan ,terutama anak muda masa kini, yang disebut generasi milenial. Keresahan inilah yang membuat penulis ingin menghidupkan budaya dialog dikalangan pemuda , lebih luasnya dikalangan masyarakat. Maka lahirlah Dialog Senja ( Diajar Logika senatiasa Berjama’ah) yaitu komunitas Pemuda yang mulai berhijrah dari kebiaaan diam menjadi kebiasaan yang mampu berkicau melihat perkembangan zaman serta mencari solusi dari permasalahan itu. Buku ini bukanlah sebuah karya tulis ilmiah atau buku pembelajaran yang mampu menjadi bahan data atau pedoman bagi para pembaca, buku ini hanya sekedar isi hati dari orang-orang yang rindu pada hadirnya ruang dialog. Ruang untuk mereka yang selama ini dipaksa bungkam oleh zaman. Ruang untuk mereka yang terbiasa membaca lewat keadaan, untuk mereka yang terkekang kekuasaan, untuk mereka yang terbatasi oleh status sosial, untuk mereka yang ingin hidup dan belajar. Di tengah maraknya fenomena hijrah dikalangan anak muda, inilah cara Pemuda Senja berhijrah, dengan menghidupkan ruang dialog, mempertajam pikiran , dan merawat akal. Dialog adalah percakapan antara 2 orang atau lebih, atau dialog dapat diartikan sebagai komunikasi yang mendalam yang mempunyai tingkat dan kualitas yang tinggi yang mencakup kemampuan untuk mendengarkan dan juga saling berbagi pandangan satu sama lain. Sekali lagi buku ini tidak menuliskan keluhan atau status kegalauan tentang cinta, bukan juga kritikan kepada penguasa. Namun setidaknya penulis berharap buku ini dapat mnjadi sebuah inspirasi untuk semua umat manusia yang membacanya. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
Bunga Rampai Dialog Senja PENULIS: Pemuda Senja ISBN : 978-623-7452-43-0 www.guepedia.com Sinopsis: Hidup memang tidak lepas dari berbagai macam dialog, dari mulai dialog ringan sampai dialog mengenai filsafat.
Di balik klaim universalitas sains, Dialog Epistemologi menggelar studi komparatif yang langka. Karya ini mempertemukan pergulatan filsafat ilmu Barat—dari Popper hingga Kuhn—dengan arsitektur pengetahuan Islam yang berakar pada Tauhid, di mana ilmu (‘ilm) dan kearifan (hikmah) tak terpisahkan. Dengan menelusuri jejak pemikir dari Ibn Sina hingga Al-Ghazali, buku ini membedah perbedaan fundamental antara tujuan ilmu sebagai penguasaan alam dan sebagai penyucian jiwa. Berfungsi sebagai kompas esensial untuk menavigasi krisis makna modern, karya ini menawarkan pemahaman bagaimana dialog antara nalar dan wahyu dapat menjawab tantangan zaman.
Di balik klaim universalitas sains, Dialog Epistemologi menggelar studi komparatif yang langka.
Buku ini mencoba merambah wilayah yang selama ini dianggap tabu dalam hubungan Kristen-Islam, yaitu "dialog teologis". Misalnya, bagaimana kekristenan di satu pihak menjelaskan keilahian Yesus dan di pihak lain tetap mempertahankan Tauhid (keesaan Allah)? Tidak hanya sampai di situ. Lebih lanjut, Bambang juga melacak sejarah panjang akar konflik Kristen-Islam, yang ternyata tidak "telanjang" sebagai konflik teologis, melainkan terutama karena warisan politik dan budaya dimana kedua agama itu lahir dan berkembang.
Lebih lanjut, Bambang juga melacak sejarah panjang akar konflik Kristen-Islam, yang ternyata tidak "telanjang" sebagai konflik teologis, melainkan terutama karena warisan politik dan budaya dimana kedua agama itu lahir dan berkembang.
“Bang, saya ini mau dibawa ke mana?” Sopir yang sejak tadi menyanyi kecil di jalan yang penuh motor itu tampak tersentak, “Lho, Ibu maunya ke mana?” Si penumpang sama sekali tidak tersentak, “Ke mana sajalah, Bang.” Sopir yang gemar baca komik itu segera sadar mereka telah dilukis oleh dua juru gambar yang berbeda. Perempuan dan Sopir Taksi Sapardi Djoko Damono
Perempuan dan Sopir Taksi Sapardi Djoko Damono
dalam cahaya dan terang ke-hidupan masa kini, ajaran-ajaran yang dituliskan dalam kitab itu banyak menimbulkan pertanyaan dan gugatan. Di dalamnya dirasakan banyak unsur ketidakadilan, terutama yang berkaitan dengan kedudukan perempuan, yang justru bertentangan dengan asas kemanusiaan, yang menjadi ciri dasar ajaran Islam. Buku yang ada di hadirat pembaca ini adalah suatu upaya untuk menelaah secara kritis kitab tersebut. Telaahnya terutama bersifat takhrij, yakni penelusuran terhadap riwayat hadis-hadis yang menjadi sandaran utama buku ini. Selain itu juga dilakukan ta’liq, yakni komentar atas beberapa pandangan dan catatan-catatan yang berkaitan dengan nama, tempat atau kata kunci tertentu, yang secara tekstual sering menimbulkan pemahaman yang keliru dan tidak akurat.
dalam cahaya dan terang ke-hidupan masa kini, ajaran-ajaran yang dituliskan dalam kitab itu banyak menimbulkan pertanyaan dan gugatan.