Kepemimpinan
Leadership
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Leadership
Manajemen Kereta Api Listrik
TERJEMAHAN KITAB ZUBAD KHULASHAH AT-TASHAWWUF “Ucapan orang arif bersumber dari kedalaman hatinya yang dialirkan oleh parit-parit pemikiran ke pintu lisannya, kemudian mengaliri ladang-ladang pendengaran. Apabila mengalir ke tanah yang subur, ucapan itu me-numbuhkan pohon rindang penuh dengan bunga-bunga kebijaksanaan dan buah-buah pelajaran.” **** Rasulullah saw. telah menjelaskan bahwa adab suluk itu tiga. Islam yaitu bangkitnya tubuh melaksanakan tugas-tugas hukum (syariat); iman yaitu bangkitnya hati menunaikan tugas-tugas keberserahan (hakikat), dan ihsan yaitu bangkitnya ruh menyaksikan Sang Raja Yang Mahatahu (makrifat) **** Buku ini mengupas saripati tasawuf sebagai ilmu ahwal (kondisi batin/keadaan ruhani) dengan jelas dan lugas. “Tatkala menyimak ucapan-ucapan para ahli ahwal itu, kecerdasan pun sulit menjelaskannya dan imajinasi pun samar untuk menakwilnya, aku ingin menerangkan sebagian dari ucapan-ucapan itu yang diterima dengan lapang dalam dadaku, terlintas dalam pikiranku, dan terjangkau oleh kemampuanku,“ tutur Syekh. Alhamdulillah, hal-hal yang musykil, pelik, bahkan kontroversial dalam tasawuf berhasil diurai secara cemerlang dan meyakinkan oleh ahlinya, yang disebut-sebut Sang Sulthanul Ulama—pakar tafsir, balaghah, ushul fiqih, fiqih, dan tasawuf. Selamat menjelajahi intisari makrifat, jenjang-jenjang untuk mencapainya, halangan-halangan yang merintanginya, terapi musik dan nyanyian, keindahan syair-syair sufistik, dan lain-lain.
Islamic teachings of Syekh Siti Jenar, an extreme Javanese ulama in the 15th century.
‘Benarkah engkau Uwais al-Qarni’, tanya Umar. ‘Benar’ Jawab Uwais. ‘Wahai Uwais al-Qarni, 10 tahun yang lalu Rasulullah SAW pernah mengatakan kepada kami, bahwa engkau adalah penghulunya surga, dan kami diperintahkan oleh Rasulullah untuk meminta do’amu wahai al-Qarni’. Maka do’akanlah kami whai Uwais al-Qarni. Tetapi jawaban Uwais al-Qarni sungguh mengejutkan mereka yaitu ‘Aku tak percaya bahwa engkau mengenal Nabi Muhammad SAW’. Terkejut Umar bin Khattab, bagaimana mungkin ia tidak kenal dengan Nabi Muhammad SAW. Selama ini ia berperang dengan Rasulullah, hidup bersama Rasulullah bahkan makan bersama Rasulullah. Maka berdirilah Ali bin Abi Thalib dan berkata kepada Uwais al-Qarni. ‘Wahai Uwais al-Qarni, tahukah engkau siapa aku?. ‘Aku adalah menantunya Rasulullah!. Bagaimana engkau mengatakan bahwa kami tidak kenal dengan Nabi Muhammad SAW’. Akan tetapi Uwais al-Qarni tetap mengatakan ‘Aku pun tidak percaya bahwa engkau kenal dengan Nabi Muhammad SAW’.
Javanese mysticism and spiritual life.
MAKRIFAT CORONA Penulis : JONDRI AKMAL,dkk Ukuran : 14 x 21 cm Terbit : Maret 2021 www.guepedia.com Sinopsis : Hanya orang yang punya ilmu dan iman yang bisa melihat corona lebih dalam. Apa dan bagaimana sang corona menggoncang semua sendi kehidupan. Bagaimana corona datang menyelinap tanpa diundang dan mengambil satu-satu orang yang disayang. Pisau mata bathinya bisa melihat bahkan melalui goresan puisi yang ditulis oleh tangan-tangan dokter ini. Bacalah puisi-puisi ini anda akan dibawa melihat corona lebih dalam. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji. Seperti halnya tokoh sufi Ibrahim Ibnu Adham dan Sidharta Gautama, Ki Ageng Suryomentaram juga mengalami kegelisahan batin yang mendalam meskipun ia hidup di dalam keraton. Ia pun kabur dan menyamar sebagai rakyat jelata dan mengganti namanya, Notodongso. Selama pengembaraan dan tirakatnya itulah berbagai temuan dan pencerahan ia dapatkan. Dari berbagai karya dan tulisannya, satu di antaranya adalah Langgar. Buku Langgar yang semula berbahasa Jawa ini kemudian diterjemahkan dan diberikan penjelasan secara mendalam oleh penulis. Dalam buku ini penulis, yang juga penulis ?Hikam untuk Semua?, secara tekun dan penuh penghayatan mencoba menelusuri relung-relung pengetahuan Ki Ageng Suryomentaram lebih mendalam. Penulis juga memberi kesempatan kepada pembaca untuk menelusuri lebih jauh perenungan dan temuan-temuan Ki Ageng. Buku ini semakin menarik untuk dikaji karena diapresiasi oleh seseorang yang memiliki latar belakang tradisi pesantren yang ketat sekaligus pengalaman hidup yang getir dan dilematis. Tak heran, bila pertemuan penulis dengan khasanah Ki Ageng Suryomentaram seakan menempatkan dirinya sebagai ?murid? dan ?guru?. Bahkan dalam buku ini, penulis menyejajarkan sosok Guru Ageng Suryomentaram dengan sosok Syaikh al-Akbar Ibn ?Arabi, karena kejeniusan Ki Ageng dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi khasanah jiwa manusia. [Mizan, Nourabooks, Sejarah, Jawa, Islam, Indonesia]
Kabarnya, ia masuk tarekat, dia selalu mengamalkan wirid, mungkin dari gurunya…. Kadang-kadang dia juga mengasingkan diri untuk menyempurnakan agamanya…. Setiap usahanya selalu berhasil. Termasuk politik. Termasuk politik?
Membahas Makrifat Jawa
“Buku ini adalah pencarian pribadi saya akan wajah Allah”
Salah satu filsuf terkemuka dunia dan pembela iman agama yang gigih, Richard Swinburne - Was Jesus God, berpendapat dengan meyakinkan bahwa jika ada Tuhan, maka doktrin utama yang diajarkan Gereja Kristen tentang Tuhan sangat mungkin benar. Secara khusus, dia menunjukkan bahwa ada dukungan filosofis yang kuat untuk keyakinan bahwa Yesus, meskipun tetap Tuhan, memperoleh kodrat manusia dan hidup di bumi selama tiga puluh tahun sebagai manusia. Berdasarkan kemahakuasaan dan kebaikannya yang sempurna, penulis menunjukkan, Tuhan harus menjadi Trinitas, menjalani kehidupan manusia untuk berbagi penderitaan kita, dan menemukan sebuah gereja yang memungkinkan dia untuk memberi tahu semua manusia tentang hal ini. Juga sangat mungkin bahwa dia akan memberikan kehidupan manusianya sebagai pendamaian atas kesalahan kita, mengajari kita bagaimana kita harus hidup, dan memberi tahu kita rencananya untuk masa depan kita setelah kematian. Di antara para pendiri agama lain.
Segala puji, hormat dan syukur kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus yang layak menerima pujian dan pengagungan dari dahulu, sekarang sampai maranata. Karena kasih-Nya dan rahmat-Nya yang memampukan penulis untuk menyelesaikan karya tulis ini dan penulis dipanggil menjadi hamba-Nya untuk melakukan tugas dan pekerjaan mulia yang diberikan-Nya. Keberhasilan penulis dalam penyelesaian buku ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan; baik doa, pikiran waktu, tenaga bahkan dana yang telah diberikan kepada penulis Terima kasih kepada Bapak Pdt.Dr.Johannis Siahaya.,D.Th selaku rektor Sekolah Tinggi Theologi Nazarene Indonesia – Yogyakarta. Terima kasih kepada bapak Pdt.Dr.Stefanus Hartoyo.,D.Th.,Ph.D selaku pembimbing penulis. Terima kasih untuk ide, gagasan dan saran yang diberikan kepada penulis. Secara khusus dengan penuh rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada keluarga yang tercinta papa dan mama serta abang dan adik (St. B. Sirait dan R. br. Butarbutar, Torang Sirait, SH, Hermanto Sirait, Polin Sirait, SP, Elfina Sirait, Setia Sirait,S.Pd dan Magdalena Sirait,S.Pd). Juga terima kasih buat Mertuaku (O.Butar-Butar dan N. Hutapea), Laeku Febrik Firnando Hutapea, Adikku Ani, Mindo, Bertha dan semua keluarga yang sangat berarti buat penulis. Terima kasih secara khusus kepada istri tercinta Pdt.Lasida Hutapea, M.Th dan anak-anakku Grand Petronela Theresa Sirait, Goela Faith Sirait, Gabriel Blessing Hasian Sirait, Greathy Abigail Lovandra Sirait yang juga banyak memberikan semangat dan motivasi dalam penyelesaian buku ini. Amin
"Jikalau kita mengisi sebuah gelas dengan air secara terus-menerus, gelas itu akan penuh dengan air, bahkan sampai tumpah. Begitu pula dengan hati anak, jikalau kita mengisinya dengan berita tentang kasih Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, maka pada suatu hari akan ada jawaban yang mengalir keluar dari hatinya, yaitu ia mengasihi Tuhan Yesus. Kita telah menyelidiki dasar mengajar anak yang diberikan oleh Allah pada masa Perjanjian Lama. Kita juga telah memahami arti percaya yang diletakkan oleh Tuhan Yesus dalam Perjanjian Baru. Dua pokok ini saling melengkapi. Anak harus diajar sehingga mengenal Allah. Tetapi pengetahuan tentang Allah saja belum cukup. Anak perlu membuka diri kepada Tuhan Yesus dan menerima Dia melalui keputusan untuk percaya kepada-Nya. Hal itu dapat terjadi dalam keluarga melalui renungan tiap-tiap hari atau dalam sekolah minggu. Tetapi sebaiknya juga diadakan hari yang khusus, seperti pekan anak atau kebangunan rohani anak, di mana anak diberi pengertian yang khusus mengenai keselamatan dan mempunyai kesempatan khusus untuk menerima Tuhan Yesus secara pribadi.. "
The Blood of Jesus Christ (William Reid) “Satu-satunya dasar kedamaian orang berdosa dengan Tuhan adalah 'darah Yesus.'” “Buku ini berisi pernyataan yang jelas, lengkap, jelas, dan lugas tentang metode keselamatan Injil, sebagaimana tercantum dalam Firman Tuhan; dan memiliki manfaat untuk menyajikan Injil dalam semua kebebasan dan kesegarannya.” “Kita tidak pernah melakukan pekerjaan baik sampai kita melakukannya karena kita diselamatkan, bukan untuk menjadi demikian. Rasa yang hidup dari banyak dosa yang diampuni akan membuat kita banyak mencintai dan menunjukkannya secara praktis.”
Buku keempat Seri Sejarah Penebusan karya Pdt. Abraham Park, Pemeliharaan Yang Misterius dan Ajaib: Silsilah Yesus Kristus dari zaman Daud hingga zaman Pembuangan ke Babel, dimulai dengan riwayat pemerintahan Raja Daud dan Salomo yang menandai masa keemasan sejarah Israel. Periode ini kemudian berlanjut ke masa perpecahan kerajaan menjadi Kerajaan Yehuda Selatan dan Kerajaan Israel Utara. Empat belas generasi dalam periode kedua silsilah Yesus berakhir dengan jatuhnya kedua kerajaan tersebut dan pembuangan ke Babel (Mat 1:6-11). Periode ini terbentang dari tahun 1003 SM sampai tahun 598 SM. Sejarah raja-raja Israel bukanlah sejarah suatu bangsa semata melainkan suatu riwayat yang nyata dari pemeliharaan Allah yang seksama dan misterius untuk mempertahankan garis keturunan saleh sampai kedatangan Yesus Kristus. Sejarah penebusan ini telah berlangsung melalui perjanjian Allah sebagai sarana. Alkitab menyatakan pemeliharaan Allah yang telah tanpa henti bekerja untuk melanjutkan dan menjaga perjanjian kendatipun pengkhianatan manusia terus-menerus terjadi. Lebih jauh lagi, buku ini dengan jelas dan terperinci merangkum sejarah dan menyusun kronologi raja-raja, membantu para pembaca untuk melihat pemerintahan dan kehidupan raja-raja dari sudut pandang penyelenggaraan Allah dalam sejarah penebusan. · Penjelasan terperinci dari masing-masing raja di Kerajaan Yehuda Selatan dan Kerajaan Israel Utara · Menyingkap raja-raja yang dihilangkan dalam silsilah Yesus Kristus dan menjelaskan alasan mereka dihilangkan · Penghitungan rentang waktu yang dibutuhkan untuk membangun Bait Suci Salomo · Kronologi lengkap dari seluruh raja di Kerajaan Yehuda Selatan dan Kerajaan Israel Utara · 7 diagram dan tabel yang membantu para pembaca untuk memahami poin-poin penting dari buku ini