Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

5.972 item publik

Publikasi

Halaman 137 dari 299

Tan Malaka Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia jilid 4

Harry A. Poeze
2024 · Book · Open Access

Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial. ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kendali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan’perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomatis’. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternative dahsyat terhadap pemerintahan mederat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali – dari Maret 1946 sampai September 1948. Jilid empat ini meliputi periode dramatis setelah pembebasan Tn Malaka sampai ia menghilang pada Februari 1948. Ia mulai dengan menghimpun pendudukannya yang telah tercerai-berai dan pada November 2948 mendirikan parta baru yang bernama Partai Murba. Akan tetapi pembentukan partai terganggu oleh Serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan bataliyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai seorang panglima perang yang bengis dan kejam. Di Kediri, Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda dengan tujuan Indonesia sebagai Negara sosialis. Sesudah ikut bergerilya ke Gunung Wilis, dalam pamphlet yang ditulisnya tiap hari, ia menyerang Soekarno dan Hatta yang telah ditahan Belanda dan menuduh TNI di daerah yang bersikap putus asa. Bahkan ia memproklamir dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serntak TNI beraksi. Markas besar Tan Malaka dan Sabarudin ditumpas. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa, Tan Malaka dieksekusi oleh satuan local TNI di desa Selopanggung, 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan. Sesudah 58 tahun barulah terungkap lokasi, tanggal, dan pelakunya, yaitu dalam edisi asli buku ini yang berbahasa Belanda (2007). Kematian Tan Malaka tidak mengakhiri gagasan radikalnya. Sampai akhir 1949 para pendukungnya terlibat dalam aksi-aksi gerilya melawan TNI, dan pemimpin Republik. Namun dukungan rakyat ternyata tidak memadai sehingga kekalahan tidak dapat dihindari. Buku ini secara mendetail menggambarkan hal ikhwal perlawanan radikal ini. Bab akhir mendokumentasikan pencarian lokasi kuburan Tan Malaka, penggalian jenazahnya pada tahun 2009, serta hasil autopsi.

Soekarno & Tan Malaka

Adji Nugroho & Novi Fuji
2024 · Book · Open Access

Madilog merupakan istilah baru dalam cara berpikir, dengan menghubungkan ilmu bukti serta mengembangkan dengan jalan dan metode yang sesuai dengan akar dan urat kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia. Bukti adalah fakta dan fakta adalah lantainya ilmu bukti. Bagi filsafat, idealisme yang pokok dan pertama adalah budi (mind), kesatuan, pikiran dan pengideraan. Filsafat materialisme menganggap alam, benda dan realitas nyata obyektif sekeliling sebagai yang ada, yang pokok dan yang pertama. Inilah pemikiran fundamental Tan Malaka yang melandasi pergerakannya dengan melihat suasana politik Indonesia. Soekarno adalah penggemar teori-teori Tan Malaka, begitu dengan semua pejuang pergerakan di awal kemerdekaan Indonesia. Ia mendasari orasi-orasinya dengan logika yang sama. Keduanya bisa dinobatkan sebagai negarawan yang berjuang dengan modelnya sendiri. Keduanya melawan dengan caranya masing-masing. Keduanya pernah diasingkan, bahkan bagi Tan Malaka, penjara bisa saja disebut sebagai rumah kedua. Namun, politik tetaplah politik. Banyak tragedi yang menggeliat dan harus terjadi. Keduanya dikenanag dengan cara yang berbeda. Kini, waktunya mengenang kembali perjuangan dua tokoh bangsa ini dalam sebuah buku yang sama.

Tan Malaka menolak blanquisme

Sudijono Djojoprajitno
2024 · Book · Open Access

Political thoughts of Tan Malaka, d. 1949, an Indonesian national hero, and his opinion on the first communist coup d'etat, 1926.

Tan Malaka

TEMPO Publishing; Yos Rizal Suriaji et al.
2024 · Book · Open Access

HE was the first important figure who conceived of and wrote about the Republic of Indonesia. Muhammad Yamin called him, “Father of the Republic of Indonesia.” Following the declaration of independence he mobilized the youth for a mass rally at the Ikada Square on September 19, 1945. Tan Malaka could be called Indonesia’s most mysterious independence figure. He lived on the run in 11 countries

Siapa Lebih Utama, Wanita Dunia atau Bidadari Syurga

Muzayyanah Abdullah; Dzulkhairi Mohd Noor
2024 · Book · Open Access

Syurga adalah dambaan semua manusia tidak kira orang beriman ataupun tidak. Oleh sebab syurga ini menjadi dambaan seluruh manusia, Allah s.w.t. banyak menceritakan mengenai nikmat-nikmat syurga yang tidak tercapai dek akal fikiran manusia. Bidadari-bidadari syurga yang cantik menawan akan mendampingi orang yang beriman di syurga kelak. Maka bagi isteri orang yang beriman, timbul persoalan, siapakah yang lebih utama, wanita dunia ataupun bidadari syurga yang akan mendampingi suami mereka di syurga kelak? Di dalam buku ini ada perbahasannya. Buku ini bukan sekadar membincangkan topik ini, malah didatangkan juga sebanyak 52 topik yang berbentuk soalan unik yang sangat menarik untuk dibaca. Penyampaian yang santai namun ilmiah menjadikan ia bacaan yang menarik untuk dibaca. Topik-topik ini mungkin menjadi salah satu persoalan yang mungkin sudah lama bermain di fikiran kita, namun tiada jawapannya. Antara topik yang dibincangkan dalam buku ini: • Siapa Lebih Utama, Wanita Dunia ataupun Bidadari Syurga? • Adakah Ajal Boleh Ditangguhkan? • Adakah Jasad Penghafal al-Quran Tidak akan Dimakan oleh Tanah? • Adakah Dosa Dalam Ramadhan Digandakan? • Adakah Wanita atau Lelaki yang Paling Ramai di Syurga? • Dan banyak lagi. Semoga buku ini menjadi panduan dan bahan ilmu yang dapat dimanfaatkan oleh sekalian pencinta ilmu.