Dua seni rupa
On Indonesian art; collected articles.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
On Indonesian art; collected articles.
“Prast, kamu punya tablet ini, enggak? Tolong resepin, dong!” “Bundo menolongnya karena alasan keuangan. Terasa ada beban.” "Aku sadar, aku tidak bisa objektif lagi dalam melakukan pemeriksaan. Rasanya aku benci sekali kepada sembilan orang pelaku ini." Kita terbiasa percaya bahwa ada dua sisi dalam hidup. Baik dan buruk, benar dan salah, pahala dan dosa, penjahat dan korban, kawan dan lawan. Namun, para dokter Kalimantan Barat menceritakan kisah mengharukan terinspirasi oleh pengalaman di mana dua sisi tersebut sering tak berbatas tegas. Membacanya seperti membongkar ulang kepala kita tentang semua yang kita percayai sebagai kebenaran. Bahwa setiap manusia memiliki lapis demi lapis kebaikan dan kejahatan dalam satu badan. Setelah membaca, mungkin kita akan meragukan semua orang, termasuk diri sendiri. Apakah aku memang orang baik? (Danayu Sanni)
Mengupas karakteristik pemimpin dalam membangun dan mengelola perusahaan serta struktur organisasinya, buku ini membuka cakrawala dan pemahaman kita untuk mendalami pengalaman-pengalaman para pemimpin-pemimpin tersebut khususnya dalam perubahan.
Revival of socioeconomic and cultural conditions of Bali after the October 2002 bombing.
Essay on Iliad, a famous Greek epic.
Hanya sebuah diksi dan kalimat yang akan menjelaskannya...
Author's account on her living experience in Indonesia from pre and post indepency of Indonesia.
Anthology of poems and short stories in Malay.
The world situation after the World Trade Center tragedy on September 11, 2001.
Sustainable economic development in Indonesia; collected speeches from May 2003 to November 2005.
Bukan saja karena penulis ikut serta memperhatikan perkembangan kepenyairan Acep sejak awal, melainkan juga karena Acep adalah salah seorang di antara penyair yang tulus. Bagi Acep berpuisi adalah suatu upaya yang bersungguh-sungguh di dalam melakukan pengembaraan dan petualangan rohani. Ia sekaligus memasuki dua dunia, yaitu dirinya sendiri dan lingkungannya, baik itu lingkungan manusia, lingkungan alam dan lingkungan spiritualnya. Hubungan kedua dunia itu, yang adalah makna dari pengalaman puitik Acep, disajikannya dengan padat dan jernih, sepadat dan sebening permata. Seperti untaian permata, begitulah dapat kita terima rangkaian pengalaman Acep Zamzam Noor dalam bentuk karya-karya puisinya dalam buku Jalan Menuju Rumahmu ini. —Saini KM
Pergulatan dan perjuangan nyata seorang imam tidak mudah, itu sudah pasti. Dan, tidak jarang pula sulit dimengertti dan dipahami oleh kaum awam. Buku ini merupakan kumpulan catatan perjalanan sekaligus permenungan pribadi penulis sebagai seorang imam-biarawan dengan aneka peristiwa yang dijumpainya.
Ilmu memberikan kebijaksanaan dan wawasan untuk memahami dunia; kekayaan menyediakan sarana untuk berbuat kebaikan dan memberi dampak positif bagi masyarakat; sementara keahlian beladiri menanamkan keberanian dan kekuatan untuk menghadapi segala tantangan. Buku ini menggali lebih dalam makna dan aplikasi dari ketiga pilar tersebut dalam konteks kehidupan modern, dengan harapan bahwa pembaca tidak hanya memahami, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.