Bread and Grains
Emergent readers learn about basic bread and grains from the wheat field to the supper table.
Profil penulis
3.545 karya publik ditemukan.
Emergent readers learn about basic bread and grains from the wheat field to the supper table.
Pernah dengar tentang Einstein? Orang yang terkenal karena ide-idenya dalam dunia sains ini ternyata memiliki kemampuan bahasa Inggris yang kacau, suka melanggar aturan, pernah gagal dalam belajarnya, dan memiliki gaya hidup yang berbeda dengan orang lain. Bahkan, orang menyebutnya “gila”. Nah, kalo bahasa Inggrismu jelek, dianggap biang kerok di setiap ada keributan, kemudian suka dicemoohin sama teman-temanmu, kamu buktiin kepada mereka kalo kamu punya kelebihan dan potensi yang nggak dimiliki mereka. Cara Pintar Ala Einstein ini, memberimu rumus-rumus yang dalam sekejap kamu bisa jadi orang yang sepintar dan secerdas Einstein. [DAR! Mizan, Referensi, Anak, Indonesia]
Judul : BELAJAR ABATA CARA PRAKTIS BELAJARMEMBACA ALQURAN Penulis : Sri Lestari, A.Md, S.E. Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 88 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-497-793-6 SINOPSIS Buku Belajar Abata adalah cara praktis belajar membaca Al quran yang dikemas model jadul dan dimodifikasi dengan belajar asmaul huzna, bacaan, salat fardu dan salat jenazah serta belajar tajwid.sebagai awalan harus hafal dulu huruf hijaiyah yang jumlahnya ada 29 huruf. Belajar membaca dan menulis sehingga bisa menulis sekaligus bisa membacanya juga.insyaalah. tergantung niat jika ingin segera bisa cukup diulang-ulang. Nanti lambat laun juga akan hafal dengan sendirinya. Karena sering membaca.semoga bermanfat dalam penulisan ini masih banyak yang kurang sempurna mohon saran dan kritiknya.terima kasih Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
Bagaimana cara menjadi kekasih Allah (waliyullah)? Bagaiamana menyelaraskan antara syariat, tarekat dan hakikat? Buku karya Syekh Nawawi Al-Bantani ini adalah jawabannya. Sebagaimana kitab Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’ karya Syekh Abu Bakar Syatha (penulis Kitab I’anatut Thalibin syarah kitab Fathul Mu’in), Syekh Nawawi Al-Bantani menulis buku ini juga dimaksudkan untuk menjelaskan nazham (syair) Hidayatul Adzkiya’ ila Thariqil Auliya’ yang ditulis oleh Syekh Zainuddin Al-Malibari. Dari sini tampak jelas bahwa Syekh Nawawi Al-Bantani adalah ulama kaliber dunia. Ulama asal Serang, Banten ini dijuluki sebagai Sayyidu Ulama Al-Hijaz (pemimpin para ulama kota Hijaz) dan Sayyidu Ulama Al-Haramain (pemimpin para ulama dua kota suci Makkah dan Madinah). Karya-karyanya meliputi banyak bidang keilmuan mulai dari tafsir, hadits, gramatikal bahasa arab (nahwu sharaf), fiqih, akidah, tasawuf, hingga sejarah. Dalam bukunya ini, Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan jalan yang ditempuh oleh para waliyullah. Nazham Hidayatul Adzkiya’ ila Thariqil Auliya’ karya Syekh Zainuddin Al-Malibari hanya menyebutkan jalan-jalan yang ditempuh oleh para kekasih Allah tanpa menjelaskannya karena sifatnya yang memang syair. Syekh Nawawi dalam bukunya ini menjelaskan jalan-jalan tersebut secara gamblang baik dari segi gramatikal bahasa arab (nahwu sharaf) maupun dalil-dalil Al-Quran, hadits dan pendapat para ulama yang menjadi dasarnya. Apa saja jalan-jalan yang ditempuh para ulama agar bisa mencapai derajat waliyullah dan meraih mutiara hakikat? Dapatkan jawabannya di buku ini.
Kesehatan, sesungguhnya merupakan nikmat dan amanah Allah Swt yang harus disyukuri, namun seringkali orang melupakan dan tidak mensyukurinya. Salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat sehat adalah menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit, lalu menggunakan kesehatan tersebut sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah Swt. Buku ini berbicara tentang kiat-kiat hidup sehat cara Islam dan mengungkap berbagai metode dalam menjaga kesehatan. Buku ini sekaligus juga dapat menjadi sebuah panduan praktris bagi keluarga Muslim untuk senantiasa hidup sehat secara jasmani dan ruhani sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Judul : Term Syahwat dalam Tafsir Al-Qurthubi dan Quraish Shihab: Perspektif Kritik Al-Dakhil dan Mubadalah Penulis : Shohibul Azka, M.Ag Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 232 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-505-809-2 No. E-ISBN : 978-623-505-810-8 (PDF) SINOPSIS Term Syahwat dalam Tafsir Al-Qurthubi dan Quraish Shihab: Perspektif Kritik Al-Dakhil dan Mubadalah menawarkan analisis mendalam mengenai interpretasi konsep syahwat dalam Al-Quran, khususnya melalui pandangan dua tokoh tafsir terkemuka: Al-Qurthubi, ulama klasik yang dikenal dengan pendekatan hukum dan tradisionalis, dan Quraish Shihab, cendekiawan kontemporer yang kerap menggunakan pendekatan yang lebih kontekstual. Buku ini mengeksplorasi bagaimana makna syahwat dipahami dan diterjemahkan dalam kedua tafsir tersebut, serta bagaimana konteks sejarah, budaya, dan sosial dapat memengaruhi pemahaman dan penyampaian konsep ini kepada masyarakat. Dalam kajiannya, buku ini juga memperkenalkan perspektif Al-Dakhil, kritik terhadap unsur luar yang mungkin mempengaruhi pemaknaan ayat-ayat Al-Quran, serta pendekatan Mubadalah yang menitikberatkan pada prinsip kesalingan dan kesetaraan gender dalam interpretasi teks agama. Melalui kritik ini, penulis menggali bagaimana kedua tafsir tersebut memperlakukan konsep syahwat dalam hubungan laki-laki dan perempuan, baik dalam konteks spiritual, etika, maupun sosial, serta sejauh mana pendekatan-pendekatan ini selaras atau berbeda dengan prinsip keadilan gender.
Tafsir Juz XXII: Fa Man Yaqnut ini diberi judul العِزَّةُ (al-‘Izzah, Kemuliaan). Secara bahasa, kata al-‘Izzah terambil dari kata ‘azza – ya`izzu – ‘izzan – wa ‘izzatan – wa ‘azazatan (عز – يعز – عزا – عزة – عزازة). Kata ini mengandung banyak arti, antara lain al-karam (kehormatan), asy-syaraf (kemuliaan), al-quwwah (kekuatan), asy-syiddah (ketegasan). Ungkapan kata al-‘izzah berkisar pada makna kekuatan, kemuliaan, keutamaan, kemenangan, keberhasilan, dan tidak terkalahkan. Al-Raghib al-Asfahany mendefinisikannya dengan والعزة منزلة شريفة وهي نتيجة معرفة الإنسان بقدر نفسه وإكرامها. Al-‘Izzah adalah status yang terhormat dan merupakan hasil dari pengetahuan manusia tentang dirinya dan kehormatannya. Kemuliaan sejatinya mahkota kemanusiaan. Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kemuliaan. Kemuliaan pada hakikatnya bagian esensial dari manusia yang diciptakan oleh Allah sebagai ciptaan yang termulia. Al-Quran menegaskan bahwa kemuliaan semata-mata milik Allah. Bila seseorang berkemauan kuat memperoleh kemuliaan, seharusnyalah dia senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, Sang Pemilik Kemuliaan. Dengan demikian, at-taqarrub ilallah seharusnya menjadi langkah prioritas setiap helaan napas di kehidupan dunia yang fana ini. Tafsir ini mencoba mengurai apa yang harus dilakukan untuk mencapai kemuliaan tersebut
Al-Qur’ān telah final sebagai teks suci statis namun pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān, tumbuh berkembang dalam dialektika-dinamis. Al-Qur’ān merupakan suatu hal dan tafsir Al-Qur’ān adalah hal yang lain. Pergumulan pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān telah dipotret dalam panggung besar sejarah tafsir Al-Qur’ān. Ada momen sejarah yang terulang (sirkuler) dan ada momen progresif (linear) seiring perkembangan zaman itu sendiri. Itulah sifat sejarah sebagaimana juga sejarah tafsir Al-Qur’ān. Buku persembahan penerbit Prenada Media Group.
Buku ini merupakan penelitian tentang penafsiran ayat-ayat tasawuf dalam tafsir KH Thaifur Ali Wafa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keinginan dari sebagian umat Islam yang ingin mendialogkan al-Qur’an sebagai teks yang terbatas dengan problematika sosial kemanusiaan yang tidak terbatas merupakan spirit sendiri bagi dinamika kajian tafsir al-Qur’an. Hal ini disebabkan oleh al-Qur’an meskipun turun di masa lalu, dengan konteks dan lokalitas sosial budaya tertentu, ia mengandung nilai-nilai universal yang selalu relevan dengan zaman dan tempat (shalihun likulli zaman wa makan). Oleh karenanya, di masa modern ini, al-Qur’an harus ditafsir sesuai dengan tuntutan zaman, dengan bahasa lain kita tidak perlu menggunakan kacamata orang-orang dahulu dalam menafsirkan al-Qur’an. Jika kita memaksakan menggunakan metode atau cara orang dahulu menafsirkan al-Qur’an jelas sangat berbeda karena yang dihadapai sekarang ini sudah jauh perbedaannya. Tafsir Firdaus Naim hadir untuk menjawab tantangan tersebut, namun kehadiran tidak bisa lepas dari corak pemikiran pengarannya sebagai mursyid Tarekat Naqsabandiyah sehingga dalam penafsirannya banyak problematika yang ada di sekitarnya mempengaruhi dalam penafsirannya.
Tafsir tarbawi yang merupakan ijtihad akademisi di bidang tafsir, berupaya mendekati Alquran melalui sudut pandang pendidikan. Baik dari segi teoretik maupun praktik, sehingga diharapkan paradigma pendidikan dapat dilandaskan kepada kitab suci, dan petunjuk kitab suci mampu diimplementasikan sebagai dasar pendidikan. Tujuan utama dari mempelajari tafsir adalah memahami makna-makna Alquran, hukum-hukumnya, hikmah-hikmahnya, ajaran akhlaknya, dan petunjuk-petunjuknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Al Hadits
Ibadah merupakan segala upaya muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah dari suatu yang dicintai serta dirihai-nya, baik berupa perkataan dan perbuatan yang zhahir maupun yang bathin. Adapun Fiqh merupakan pengetahuan tentang hukum-hukum syarain yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (orang yang terbebani syariat agama), yang diperoleh dari dalil-dalil yang bersifat terperinci, berupa nash-nash Alwuran dan sunnah serta cabangnya yang berupa jima' dan ijtihad ulama. Buku Fiqh Ibadah ini memuat tentang hukum dan tata cara thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Penyajiannya pun menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan memberikan pemaparan yang luas tetang berbagai hukum yang digali dan ditimba dari kitab-kitab fiqh empat mazhab beserta dalildalilnya dari Alquran dan sunnah. Meski singkat padat, buku ini dapat ememnuhi tujuan dan mencukupi kebutuhan kalangan yang karena faktor kondisi tidak mampu merujuk langsung ke sumber-sumber referensi fiqh yang otoritatif. Dikarenakan fiqh ibadah merupakan samudera luas sehingga membutuhkan kemahiran tinggi untuk mengeksplorasi kandungan terpendam turats fiqh yang diwarisi dari para ulama pendahulu sebagai pewaris para nabi.
Rasanya seperti mimpi ketika bisa melunasi uang pembayaran haji. Betapa bersyukurnya kami akan nikmat rezeki dari Allah Yang Mahakaya. Kun fayakun, tidak ada yang mustahil di dunia ini karena Allah Maha Berkehendak terhadap segala sesuatu. Tidak hanya saya dan suami yang merasa takjub akan kebesaran Allah Swt, tetapi orang-orang di sekeliling kami pun merasakan hal tersebut. Allahu Akbar! Yuk, berniat tunaikan ibadah haji sebelum terlambat.
“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu.” Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu,” “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian, ayahmu,” jawab beliau.” (HR. al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447) Hadis shahih di atas telah menunjukkan betapa kedudukan wanita (ibu) itu lebih utama bagi anaknya daripada ayahnya. Bahkan, keistimewaan itu diperkuat dengan dalil, “Surga berada di bawah telapak kaki ibu.” Itu artinya, seorang anak bisa mencapai surga jika dia bisa memuliakan wanita (ibunya). Wanita adalah madrasah pertama bagi putra-putrinya. Mereka memiliki peran yang sangat penting dalam mengantarkan baik tidaknya sebuah bangsa. Tidak salah wanita menjadi salah satu sasaran utama perbaikan. Buku ini membahas seputar ibadah secara komprehensif tentang wanita, di antaranya: permasalahan bersuci, adab buang air, beberapa kebiasaan fitri, shalat, puasa, zakat, serta haji dan umrah.
Buku digital berjudul "Serba-Serbi Badal Haji Hingga Hukum Menyerupai Lawan Jenis" merupakan tulisan yang berisi "cerita bukan fiksi" yang dapat memberikan tambahan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca secara umum. Lebih jelasnya, silahkan disimak dalam buku digital ini. Selamat membaca!
Buku digital berjudul Hukum Badal haji dan Umrah merupakan tulisan yang berisi Agama Islam yang dapat memberikan tambahan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca. Lebih jelasnya, silahkan disimak dalam buku ini. Selamat membaca!
Pernahkah anda terbayangkan bahwa saat berhaji di Mekkah Al Mukarramah, banyak terjadi hal-hal yang diluar nalar dan kelaziman. Misalnya kesombongan yang langsung ditegur oleh Allah. Atau kebiasaan buruk sewaktu di Indonesia mendapatkan balasan oleh Allah. Atau juga perilaku baik yang kemudian mendapat ganjaran kebaikan pula saat berhaji. Simak kisah-kisah keajaiban ini. Niatkan segera untuk berhaji, bagi anda yang belum. Semoga Rukun Islam kita menjadi lengkap dan diterima Allah. Amien.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ *HAJI SEKALI TAPI YANG MABRUR* ~~~~~~~~~~~~~~~~~~●🌸 _Ibadah Haji biasa disebut sebagai ibadah phisik, karena membutuhkan waktu cukup lama._ *Perbedaan cuaca dan keberagamaan jamaah berpengaruh secara phisik dan kejiwaan.* _Tidak menutup kemungkinan akan dijumpai berbagai kendala dan cobaan._ _Ibadah haji di nilai bukan saja ketika dilakukannya ritual (pelaksanaan) ibadah._ * *Itu semua belum cukup*. _Jamaah haji harus mampu melalui setiap tahap ritual ibadah haji dengan ikhlas, baik dan benar serta tawakal dan sabar, agar khidmat, khusuk, ayem tenteram, dan nikmat,_ *Bagaimana agar ibadah haji menjadi mabrur ?* _Dan..., bagaimana tanda-tanda haji mabrur ?_ *Semua akan dikupas tuntas sejak dari berniat, halalnya bayar ONH, segala persiapan, keberangkatan, menunggu, pelaksanaan, pulang, dan pasca ibadah*. *Insyaa Allah, ibadah haji Anda mabrur dan umroh yang maghbul.* _"Tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga."_ *(HR.At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan