Tafsir negara Islam dalam dialog kebangsaan di Indonesia
Criticism on Islamic state in Indonesia.
Profil penulis
2.731 karya publik ditemukan.
Criticism on Islamic state in Indonesia.
Javanese cultural values in the Koran intepretation of Bakri Syahid's work, an Indonesian muslim scholar.
Seorang K.H. Dja’far Sabran dikenal sebagai tokoh ulama Masyhur di Kalimantan Timur. Beliau merupakan pendakwah yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, beliau memiliki pengetahuan yang luas baik dalam bidang agama maupun dunia. Banyak pemikiran beliau mengenai konsep kehidupan baik mengenai ibadah maupun akhlak yang beliau sampaikan melalui kegiatan pengajian rutin secara lisan maupun tulisan beliau di dalam kitab-kitabnya. Beliau juga banyak mengemukakan pemikiran beliau mengenai akhlak atau adab terpuji, salah satunya adalah tawakal. Menurut beliau tawakal merupakan adab seorang hamba yang menyikapi seluruh urusan kehidupan dengan melakukan usaha/ikhtiar dengan cara yang ma’ruf dan sesuai kemampuan kemudian menyerahkan seluruh urusan kehidupan tersebut hanya kepada Allah, merasa semuanya dari Allah dan karena Allah, sehingga semua yang terjadi pada dirinya diyakini mengandung hikmah.
Di antara keistimewaan Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar Allah swt kepada Nabi Muhammad Sa, yakni rangkaian satu-kesatuan yang bersifat utuh dan menyeluruh (jami’-mani’; intact-comprehensive) serta kekhasan masing-masing surat-suratnya. Termasuk surah Al-Mâ’idah [5] yang memiliki sejumlah kelebihan (fadha’il). Salah satunya berkenaan dengan khitab (arah pembicaraan) dan khitahnya yang lebih spesifik ditujukan kepada orang-orang beriman. Mulai dari tuntunan hubungan vertikal manusia dengan Allah swtdan hubungan horizontal dengan sesama manusia, hingga hubungan lingkungan alam sekitar bahkan semesta. Tidak hanya tentang hukum keluarga dengan segala aspeknya, akan tetapi juga ihwal hukum muamalah yang benar-benar lengkap dan sempurna. Semuanya ada landasan hukumnya di dalam surah Al-Mâ’idah. “Serial Tafsir Al-Amîn Bedah Surah Al-Mâ’idah” yang berada di tangan pembaca menyuguhkan penjelasan surah Al-Mâ’idah (bagian pertama) ini dengan gayanya yang khas menggunakan pendekatan metode tafsir dialogis (tafsir mukalamah). Bagaimana persisnya, mari kita baca buku ini dengan saksama. Kiranya dapat memberikan pencerahan. Aamiin, semoga!
Marah
Diskusi Ilmu Pengetahuan
This volume features chapters by international experts in education, sociology, and theology who consider a range of challenges faced by educators in primary and secondary schools that are becoming increasingly diverse in terms of the ethnic and religious backgrounds of pupils. From the non-religious, to the refugee, to student fundamentalism and even radicalization—these multiple, fresh approaches analyze the dynamics of the changing pedagogical landscape in an age of ever increasing globalization and cultural plurality. Today’s classrooms are often the most crucial spaces where children and adolescents encounter new cultural, religious, and other worldviews. Increasingly, teachers are called on to empower their pupils with the tools and competencies necessary to reflect on and process this plurality in ways that are productive for their intellectual growth and moral maturation. Regional case studies provide extensive data while offering insights into developments in school settings across Europe, in Turkey, and in the United States. In addition, a number of the contributions address the delivery, content, and policies of Islamic Religious Education in European contexts, the educational strategies employed in multi-religious societies, and interreligious dialogue in schools, whether intentional or spontaneous.
The essays collected in this book deal with the question how, throughout the history of Christianity, Christian communities have tried to construct their identity by anchoring their views in authoritative and normative sources. The main focus is upon the problem of historical foundation through textual traditions but other authoritative sources ( role of religious leaders; ritual traditions) are taken into consideration as well. The book takes as its point of departure the fact that with the rise of modernity the former dependence of western church and society on authoritative sources was called into question. Ever since, appeal to such sources is no longer self-evident; at times it is even regarded as problematic. Based on this radical change brought about by modernity, the book is divided in two main parts. The first part deals with the question how Christian churches and confessions ( Roman-Catholic and Protestant) confronted modernity and which role was played by authoritative sources in the tradition to the modern era. Special attention will be paid to the way in which Judaism reacted to many of the same impulses, both societal and religious ones. The second part deals with the premodern period, from early Christianity to the post-Reformation era, and focuses on the role authoritative traditions, textual or otherwise, have played in providing various Christian communities with a relative stable identity. The aim of the book is to elucidate processes resulting in the formation of authoritative traditions as well as the effects of these traditions on the identity of Christian and Jewish communities. In addition, the book attempts to clarify the various ways in which Christian and Jewish communities have reacted to the growing suspicion authoritative traditions aroused in the western world since the rise of modernity.
Highlights the patterns of development, continuity, and change that have characterized the Greece's long and unique religious history. This book demonstrates the diversity and plurality that has characterized Greece's religious landscape across history.
Fikih
Tafsir Quran
Usul Fikih
The book explores the complex world of Islam from the perspective of its adherents and activists in Azerbaijan. Baku, the most secular Muslim capital city, is a battlefield for the minds and souls of „ethnic Muslims.” Visiting pirs was till now the typical expression of religiosity among Azerbaijani Muslims. Sunni-Shia division was blurred. Nowadays, Shia and Sunni Muslim movements propose new distinctive identities. Foreign and local preachers took advantage of liberal religious policies of the 1990s to promote their ideas. Salafis stress the „pristine” Islam and the idea of universalism, while Shias underline rationality in their faith tradition. Turkish model of Islam is more inclusive towards local customs. Sufism, although not as powerful as before, also finds a committed audience. Finally, independent charismatic local leaders gain supporters. The book investigates how this pluralism affects both religious groups and believers. Competitive environment requires effective strategies and flexibility. In this process, the traditional dominance of Shiism is challenged by Sunni movements. Shiism, however, is not giving up and adapts its concepts and practices to contemporary contexts.
Buku digital ini berjudul "Politik dalam Dunia yang Berubah: Institusi Politik-Lembaga Legislatif", merupakan buku yang berisi tentang "landasan pemahaman bagi kehidupan politik dan berbagai bidang ilmu politik yang semakin banyak" yang dapat memberikan tambahan wawasan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca. Semangat untuk berbagi terutama dalam literasi khazanah pengetahuan sosial politik yang mendasari penerbit menghadirkan konten-konten di buku digital ini. Penerbit berdoa semoga buku digital yang diterbitkan ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran serta panduan bagi siapapun juga.
Buku digital ini berjudul "Politik dalam Dunia yang Berubah: Lembaga Eksekutif dan Pemimpin Politik", merupakan buku yang berisi tentang "landasan pemahaman bagi kehidupan politik dan berbagai bidang ilmu politik yang semakin banyak" yang dapat memberikan tambahan wawasan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca. Semangat untuk berbagi terutama dalam literasi khazanah pengetahuan sosial politik yang mendasari penerbit menghadirkan konten-konten di buku digital ini. Penerbit berdoa semoga buku digital yang diterbitkan ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran serta panduan bagi siapapun juga.
Akidah
Lampu Sang Kafir Kami ucapkan banyak terimakasih padamu, hai orang kafir Karena engkau mampu memaksa matahari terbit di malam hari Dengan itu peradaban memudahkan hidup kami Sungguh siapa bisa mengabaikan jasamu yang sangat berarti Kecuali orang-orang tak berhati Tuhan, apa hanya karena tidak beriman, jiwanya harus dibersihkan lebih dahulu dengan basuhan air neraka agar menjadi suci? (Thomas Alva Edison) SANG PENUNGGANG CAHAYA Awalnya ia hanya seorang pelamun Yang bertanya bagaimana kenyataan itu disusun Ia abdikan hidup demi sebuah mimpi Bagaimana caranya cahaya bisa ditunggangi Gaya berat membuat ruang dan waktu melengkung Para ilmuwan pun banyak dibuat bingung Menunggu pembuktian sejarah baru Cara revolusioner memahami tarian sang waktu Teori besar yang dipikul sendiri oleh pikiran eksentrik Keindahan dalam keanehan yang unik Aku bangga menjadi pengagummu yang setia Layaknya berdiri di atas pundak para raksasa Mengenang 100 tahun lahirnya Teori Relativitas Umum Einstein 1915-2015.