Fikih Islami 5
Fikih
Profil penulis
3.802 karya publik ditemukan.
Fikih
Bake authentic multiethnic breads from the New York City bakery with a mission, with The Hot Bread Kitchen Cookbook, Yahoo Food's Cookbook of the Year. At first glance Hot Bread Kitchen may look like many other bakeries. Multigrain sandwich loaves, sourdough batards, baguettes, and Parker House rolls line the glass case up front in the small shop. But so, too, do sweet Mexican conchas, rich m’smen flatbreads, mini bialys sporting a filling of caramelized onion, and chewy Indian naan. In fact, the breads are as diverse as the women who bake them—because the recipes come from their homelands. Hot Bread Kitchen is a bakery that employs and empowers immigrant women, providing them with the skills to succeed in the culinary industry. The tasty corollary of this social enterprise is a line of authentic breads you won’t find anywhere else. Featured in some of New York City’s best restaurants and carried in dozens of retail outlets across the country, these ethnic gems can now be made at home with The Hot Bread Kitchen Cookbook.
Bread and Salt - a literal translation of the Russian word for hospitality - explores the social and economic implications of eating and drinking in Russia in the thousand years before 1900. Eating and drinking are viewed here as social activities which involves the economics of production, storage and distribution of food stuffs. These activities attract both social controls and state taxation; in this way the everyday process of eating and drinking is linked with the history of Russia. The dominance of grain in the diet throughout the period and the importance of salt, as implied in the title, are dealt with, as are the early Russian beer-drinking fraternities. The relatively late introduction of spirits, in the from of vodka, and it disastrous consequences in social terms are described. Tea and the samovar, also much more a latecomer than is generally realized, did little to diminish excessive drinking. Drinking, in any event, was by no means discourage by the state, since it was a major source of state income. The final section of the book looks at rural diets in the nineteenth century, when some variation and new items, such as the potato, became important. At the same time, peasants depended basically on the grain crop, as they had for thousands of years. Forced by txation to enter the market, afflicted by severe famines towards the end of the century, many peasants ate and drank no better as a result of the modernization of the county.
Jim Lahey’s "breathtaking, miraculous, no-work, no-knead bread" (Vogue) has revolutionized the food world. When he wrote about Jim Lahey’s bread in the New York Times, Mark Bittman’s excitement was palpable: “The loaf is incredible, a fine-bakery quality, European-style boule that is produced more easily than by any other technique I’ve used, and it will blow your mind.” Here, thanks to Jim Lahey, New York’s premier baker, is a way to make bread at home that doesn’t rely on a fancy bread machine or complicated kneading techniques. The secret to Jim Lahey’s bread is slow-rise fermentation. As Jim shows in My Bread, with step-by-step instructions followed by step-by-step pictures, the amount of labor you put in amounts to 5 minutes: mix water, flour, yeast, and salt, and then let time work its magic—no kneading necessary. The process couldn’t be more simple, or the results more inspiring. Here—finally—Jim Lahey gives us a cookbook that enables us to fit quality bread into our lives at home.
Periksa kembali, jangan-jangan cara shalat kita masih belum benar, benar sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Jika cara shalat kita salah, tentu tidak sah, dan karena itu tidak dapat mencegah kita dari berbuat keburukan dan kemungkaran. Pun, apakah bacaan shalat kita sudah benar? Jika kita ragu akan benar-salahnya bacaan shalat kita, sebaiknya kita bersama-sama belajar dan mempraktikkan isi buku ini. Atau, adakah di antara kita yang masih belum hafal cara dan bacaan shalat yang baik dan benar? Jika masih ada yang belum hafal, tenang saja. Buku ini yang akan membantu semua persoalan seputar shalat. Buku ini memuat cara melaksanakan shalat yang baik dan benar, baik shalat wajib maupun sunnah. Selain itu, buku ini juga memuat bacaan-bacaan shalat yang baik dan benar. Bacaan-bacaan shalat di dalam buku ini disajikan dalam bentuk pelatinan dan terjemahannya sehingga memudahkan kita untuk menghafalnya dalam waktu singkat secara luar kepala. Plusnya lagi, buku ini dilengkapi doa-doa agar dimudahkan rezeki dan hidup penuh bahagia. Selamat membaca!
Buku ini secara umum mengulas bagaimana kita mensukseskan bisnis kita dengan amalan-amalan sunah yang diajarkan Rasulullah saw. Secara khusus, buku ini membahas dua puluh satu amalan sunah yang dapat melejitkan bisnis kita sehingga kita mendapatkan dua keuntungan, yaitu keuntungan dunia dan keuntungan akhirat. Jadi, buku ini adalah cara islami melejitkan potensi bisnis lancar dan berkah. Buku ini membahas dua puluh satu amalan sunah yang dapat melejitkan bisnis kita sehingga kita mendapatkan dua keuntungan, yaitu keuntungan dunia dan keuntungan akhirat. Judul : SUKSESKAN BISNISMU DENGAN 21 AMALAN SUNAH YANG TERBUKTI DAHSYAT Cara Islami Melejitkan Potensi Bisnis Lancar & Berkah Ukuran : 14x20.5cm Tahun : 2020 Jumlah halaman : 256
Judul : BELAJAR ABATA CARA PRAKTIS BELAJARMEMBACA ALQURAN Penulis : Sri Lestari, A.Md, S.E. Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 88 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-497-793-6 SINOPSIS Buku Belajar Abata adalah cara praktis belajar membaca Al quran yang dikemas model jadul dan dimodifikasi dengan belajar asmaul huzna, bacaan, salat fardu dan salat jenazah serta belajar tajwid.sebagai awalan harus hafal dulu huruf hijaiyah yang jumlahnya ada 29 huruf. Belajar membaca dan menulis sehingga bisa menulis sekaligus bisa membacanya juga.insyaalah. tergantung niat jika ingin segera bisa cukup diulang-ulang. Nanti lambat laun juga akan hafal dengan sendirinya. Karena sering membaca.semoga bermanfat dalam penulisan ini masih banyak yang kurang sempurna mohon saran dan kritiknya.terima kasih Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
Kesehatan, sesungguhnya merupakan nikmat dan amanah Allah Swt yang harus disyukuri, namun seringkali orang melupakan dan tidak mensyukurinya. Salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat sehat adalah menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit, lalu menggunakan kesehatan tersebut sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah Swt. Buku ini berbicara tentang kiat-kiat hidup sehat cara Islam dan mengungkap berbagai metode dalam menjaga kesehatan. Buku ini sekaligus juga dapat menjadi sebuah panduan praktris bagi keluarga Muslim untuk senantiasa hidup sehat secara jasmani dan ruhani sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Mencari uang melalui Internet dengan transaksi perdagangan valuta asing belum terlalu dikenal oleh masyarakat di Indonesia, padahal ada yang hanya cukup dengan modal $ 1.. Dalam buku ini, penulis berusaha memberikan visi mengenai berbagai aspek dalam perdagangan valuta asing di Internet: Latar belakang, menentukan broker yang baik, membuat alat pembayaran di Internet, penukaran uang di Internet, bagaimana mendaftar pada salah satu broker di Internet, metode analisa pergerakan harga, strategi, serta pemanfaatan internet sebagai sarana transaksi valuta asing. Diharapkan buku ini mampu memberi beberapa gambaran serta petunjuk praktis bagi mereka yang berniat untuk terjun kedalam bisnis ini.
Judul : Term Syahwat dalam Tafsir Al-Qurthubi dan Quraish Shihab: Perspektif Kritik Al-Dakhil dan Mubadalah Penulis : Shohibul Azka, M.Ag Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 232 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-505-809-2 No. E-ISBN : 978-623-505-810-8 (PDF) SINOPSIS Term Syahwat dalam Tafsir Al-Qurthubi dan Quraish Shihab: Perspektif Kritik Al-Dakhil dan Mubadalah menawarkan analisis mendalam mengenai interpretasi konsep syahwat dalam Al-Quran, khususnya melalui pandangan dua tokoh tafsir terkemuka: Al-Qurthubi, ulama klasik yang dikenal dengan pendekatan hukum dan tradisionalis, dan Quraish Shihab, cendekiawan kontemporer yang kerap menggunakan pendekatan yang lebih kontekstual. Buku ini mengeksplorasi bagaimana makna syahwat dipahami dan diterjemahkan dalam kedua tafsir tersebut, serta bagaimana konteks sejarah, budaya, dan sosial dapat memengaruhi pemahaman dan penyampaian konsep ini kepada masyarakat. Dalam kajiannya, buku ini juga memperkenalkan perspektif Al-Dakhil, kritik terhadap unsur luar yang mungkin mempengaruhi pemaknaan ayat-ayat Al-Quran, serta pendekatan Mubadalah yang menitikberatkan pada prinsip kesalingan dan kesetaraan gender dalam interpretasi teks agama. Melalui kritik ini, penulis menggali bagaimana kedua tafsir tersebut memperlakukan konsep syahwat dalam hubungan laki-laki dan perempuan, baik dalam konteks spiritual, etika, maupun sosial, serta sejauh mana pendekatan-pendekatan ini selaras atau berbeda dengan prinsip keadilan gender.
Buku ini merupakan penelitian tentang penafsiran ayat-ayat tasawuf dalam tafsir KH Thaifur Ali Wafa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keinginan dari sebagian umat Islam yang ingin mendialogkan al-Qur’an sebagai teks yang terbatas dengan problematika sosial kemanusiaan yang tidak terbatas merupakan spirit sendiri bagi dinamika kajian tafsir al-Qur’an. Hal ini disebabkan oleh al-Qur’an meskipun turun di masa lalu, dengan konteks dan lokalitas sosial budaya tertentu, ia mengandung nilai-nilai universal yang selalu relevan dengan zaman dan tempat (shalihun likulli zaman wa makan). Oleh karenanya, di masa modern ini, al-Qur’an harus ditafsir sesuai dengan tuntutan zaman, dengan bahasa lain kita tidak perlu menggunakan kacamata orang-orang dahulu dalam menafsirkan al-Qur’an. Jika kita memaksakan menggunakan metode atau cara orang dahulu menafsirkan al-Qur’an jelas sangat berbeda karena yang dihadapai sekarang ini sudah jauh perbedaannya. Tafsir Firdaus Naim hadir untuk menjawab tantangan tersebut, namun kehadiran tidak bisa lepas dari corak pemikiran pengarannya sebagai mursyid Tarekat Naqsabandiyah sehingga dalam penafsirannya banyak problematika yang ada di sekitarnya mempengaruhi dalam penafsirannya.
SEMUT DALAM TAFSIR SAINTIFIK
“Metodologi neomodernisme tafsir Fazlur Rahman bisa dikatakan sebagai eksemplar tafsir al-Qur’an yang tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Karena itu, metodologinya terus dikembangkan dan diapresiasi oleh gerenasi setelahnya, utamanya oleh Abdullah Saeed dengan tafsir kontekstualnya. Spirit tafsir ini kemudian menjalar ke buku yang ada di depan sidang pembaca ini. Selamat membaca pemikiran-pemikiran bernas dalam buku ini!” Dr. Aksin Wijaya, Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo. * * * Fragmentasi dan diferensiasi ilmu-ilmu keislaman, khususnya teologi dan hukum Islam, terus mengemuka hari ini. Dampaknya, hukum Islam mengalami krisis epistemologis dan paradigmatis. Hukum Islam dipahami secara normatif belaka, dijauhkan dari moralitas, dan tercerabut dari realitas kehidupan. Problem ini berbanding lurus dengan merunyaknya fenomena keberagamaan yang mengarah pada puritanisme dan radikalisme di Indonesia. Seyogianya, sangat dibutuhkan gerakan reorientasi paradigmatis penalaran hukum Islam dari teosentris dan antroposentris ke teoantroposentris. Paradigma ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan wahyu dan akal, agama dan kehidupan, serta norma dan nomos. Kerangka paradigmatis inilah yang kelak mesti menjadi basis pengembangan dan rekayasa hukum Islam masa depan. Buku ini meneliti dengan saksama mengenai metode progresif-integratif teoantroposentris tersebut dengan menjadikan pemikiran Fazlur Rahman dan Abdullah Saeed sebagai model risetnya.
Tafsir tarbawi yang merupakan ijtihad akademisi di bidang tafsir, berupaya mendekati Alquran melalui sudut pandang pendidikan. Baik dari segi teoretik maupun praktik, sehingga diharapkan paradigma pendidikan dapat dilandaskan kepada kitab suci, dan petunjuk kitab suci mampu diimplementasikan sebagai dasar pendidikan. Tujuan utama dari mempelajari tafsir adalah memahami makna-makna Alquran, hukum-hukumnya, hikmah-hikmahnya, ajaran akhlaknya, dan petunjuk-petunjuknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Al Hadits
Nahwu Bahasa Arab
Ibadah merupakan segala upaya muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah dari suatu yang dicintai serta dirihai-nya, baik berupa perkataan dan perbuatan yang zhahir maupun yang bathin. Adapun Fiqh merupakan pengetahuan tentang hukum-hukum syarain yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (orang yang terbebani syariat agama), yang diperoleh dari dalil-dalil yang bersifat terperinci, berupa nash-nash Alwuran dan sunnah serta cabangnya yang berupa jima' dan ijtihad ulama. Buku Fiqh Ibadah ini memuat tentang hukum dan tata cara thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Penyajiannya pun menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan memberikan pemaparan yang luas tetang berbagai hukum yang digali dan ditimba dari kitab-kitab fiqh empat mazhab beserta dalildalilnya dari Alquran dan sunnah. Meski singkat padat, buku ini dapat ememnuhi tujuan dan mencukupi kebutuhan kalangan yang karena faktor kondisi tidak mampu merujuk langsung ke sumber-sumber referensi fiqh yang otoritatif. Dikarenakan fiqh ibadah merupakan samudera luas sehingga membutuhkan kemahiran tinggi untuk mengeksplorasi kandungan terpendam turats fiqh yang diwarisi dari para ulama pendahulu sebagai pewaris para nabi.