Profil penulis
D
3.698 karya publik ditemukan.
Images and Symbols
Mircea Eliade--one of the most renowned expositors of the psychology of religion, mythology, and magic--shows that myth and symbol constitute a mode of thought that not only came before that of discursive and logical reasoning, but is still an essential function of human consciousness. He describes and analyzes some of the most powerful and ubiquitous symbols that have ruled the mythological thinking of East and West in many times and at many levels of cultural development.
The Myth of American Religious Freedom
In the battles over religion and politics in America, both liberals and conservatives often appeal to history. Liberals claim that the Founders separated church and state. But for much of American history, David Sehat writes, Protestant Christianity was intimately intertwined with the state. Yet the past was not the Christian utopia that conservatives imagine either. Instead, a Protestant moral establishment prevailed, using government power to punish free thinkers and religious dissidents. In The Myth of American Religious Freedom, Sehat provides an eye-opening history of religion in public life, overturning our most cherished myths. Originally, the First Amendment applied only to the federal government, which had limited authority. The Protestant moral establishment ruled on the state level. Using moral laws to uphold religious power, religious partisans enforced a moral and religious orthodoxy against Catholics, Jews, Mormons, agnostics, and others. Not until 1940 did the U.S. Supreme Court extend the First Amendment to the states. As the Supreme Court began to dismantle the connections between religion and government, Sehat argues, religious conservatives mobilized to maintain their power and began the culture wars of the last fifty years. To trace the rise and fall of this Protestant establishment, Sehat focuses on a series of dissenters--abolitionist William Lloyd Garrison, suffragist Elizabeth Cady Stanton, socialist Eugene V. Debs, and many others. Shattering myths held by both the left and right, David Sehat forces us to rethink some of our most deeply held beliefs. By showing the bad history used on both sides, he denies partisans a safe refuge with the Founders.
Religious Revival and Secularism in Post-Soviet Azerbaijan
The book explores the complex world of Islam from the perspective of its adherents and activists in Azerbaijan. Baku, the most secular Muslim capital city, is a battlefield for the minds and souls of „ethnic Muslims.” Visiting pirs was till now the typical expression of religiosity among Azerbaijani Muslims. Sunni-Shia division was blurred. Nowadays, Shia and Sunni Muslim movements propose new distinctive identities. Foreign and local preachers took advantage of liberal religious policies of the 1990s to promote their ideas. Salafis stress the „pristine” Islam and the idea of universalism, while Shias underline rationality in their faith tradition. Turkish model of Islam is more inclusive towards local customs. Sufism, although not as powerful as before, also finds a committed audience. Finally, independent charismatic local leaders gain supporters. The book investigates how this pluralism affects both religious groups and believers. Competitive environment requires effective strategies and flexibility. In this process, the traditional dominance of Shiism is challenged by Sunni movements. Shiism, however, is not giving up and adapts its concepts and practices to contemporary contexts.
Modern Indian Responses to Religious Pluralism
The study of modern Indian responses to the challenge of pluralism reveals the outcome of 2500 years of experience in this "living laboratory" of religious encounter, and offers wisdom to the modern West in its relatively recent encounter with this challenge. A remarkable team of scholars joins forces in this book to examine how religious pluralism actually functions in India. It focuses on both the responses from within Hinduism and of other religions in India, with chapters on Parsis, Indian Islam, Indian Christianity, Sikhism, and Tibetan Buddhism.
Sexuality and New Religious Movements
Issues relating to sexuality, eroticism and gender are often connected to religious beliefs and practices, but also to prejudices against and fear of religious groups that adopt alternative approaches to sexuality. This is especially apparent in connection with new religious movements, which many times find themselves accused by the media and anti-cultists of promoting illicit and controversial views on sexuality. This anthology aims to critically investigate the role of sexuality in a number of new religious movements, including Mormon fundamentalist communities, the Branch Davidians, the Osho movement, the Raël movement, contemporary Wicca and Satanism, in addition to the teachings of Adidam and Gurdjieff on sexuality.
Religious Extremism di Era Post_Everything Perspektif Teori Kritis
Filsafat dan Teori Agama Islam
Mau Berubah
Non Fiksi. Segala rintangan dapat kita lalui bersama-sama. Saling bahu membahu menyelesaikan masalah yang ada. Selesaikan dengan hati yang gembira.jangan dengan hati yang berat. Berpikiran positif selaku untuk menerima perbedaan. Kerjakanlah seperti untuk Tuhan.
Politik dalam Dunia yang Berubah: Institusi Politik-Lembaga Legislatif
Buku digital ini berjudul "Politik dalam Dunia yang Berubah: Institusi Politik-Lembaga Legislatif", merupakan buku yang berisi tentang "landasan pemahaman bagi kehidupan politik dan berbagai bidang ilmu politik yang semakin banyak" yang dapat memberikan tambahan wawasan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca. Semangat untuk berbagi terutama dalam literasi khazanah pengetahuan sosial politik yang mendasari penerbit menghadirkan konten-konten di buku digital ini. Penerbit berdoa semoga buku digital yang diterbitkan ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran serta panduan bagi siapapun juga.
Politik dalam Dunia yang Berubah: Lembaga Eksekutif dan Pemimpin politik
Buku digital ini berjudul "Politik dalam Dunia yang Berubah: Lembaga Eksekutif dan Pemimpin Politik", merupakan buku yang berisi tentang "landasan pemahaman bagi kehidupan politik dan berbagai bidang ilmu politik yang semakin banyak" yang dapat memberikan tambahan wawasan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca. Semangat untuk berbagi terutama dalam literasi khazanah pengetahuan sosial politik yang mendasari penerbit menghadirkan konten-konten di buku digital ini. Penerbit berdoa semoga buku digital yang diterbitkan ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran serta panduan bagi siapapun juga.
Saatnya dunia berubah
Berubah Itu Mudah
"Salah satu komponen seorang pembicara yang kharismatik itu adalah berkarakter baik. Termasuk di dalamnya bebas dari emosi negatif. Buku Berubah itu Mudah akan membimbing Anda untuk membentuk kebiasaan baik dan mengubah emosi negatif dalam waktu cepat. Teknik yang diajarkan sudah teruji di ruang praktik. Jadi, miliki buku ini sekarang dan praktikkan ilmunya." Rahmadsyah Trainer Public Speaking www.Rahmadsyah.Wordpress.com "Sangat terasa buku ini menganut paham OPTIMISTIK. Manusia dipandang sebagai insan yang MAMPU memiliki spirit serta daya penggerak yang aktif membangun dirinya. Melalui perasaan bermakna, cinta yang hidup, dan kreativitas sebagai bentuk nyata yang membangkitkan, mengantarkan setiap jiwa pada level yang diharapkan. Membaca buku ini, memberi ruang imajinasi seperti ada tangan kokoh yang diulurkan kepada kita untuk BERUBAH, dan menempatkan manusia dari sudut kemanusiaannya itu sendiri. Banyak alasan yang membuat buku ini LAYAK untuk dimiliki, dibaca dan menjadi inspirasi!" Sukses selalu. Genggam Hangat Reni Kusumowardhani, M.Psi., Psikolog Ketua Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia Danang Baskoro saya kenal secara pribadi sebagai salah satu praktisi psikologi yang luar biasa, dengan pengetahuan yang kaya dan luas. Buku ini adalah bukti dari hasil karya mengagumkan dan komitmennya yang kuat untuk mencapai suatu perubahan. Danang, sekali lagi telah membuktikan dirinya sebagai pakar yang mampu mengubah mindset tentang PERUBAHAN sebagai suatu hal yang mudah dipahami. Buku ini akan sangat membantu siapa saja yang menginginkan perubahan diri yang yang sangat efektif dan cepat. Bacalah buku ini, Anda akan tahu betapa mudahnya BERUBAH dan dapatkan SPIRIT luar biasa untuk melakukannya." Agus Purnomo, M.Psi., Psikolog Psikolog, Direktur Meta Power Consultant www.metapowerconsultant.com
Memahami Ilmu Akhirat Jalan Menuju Syurga
Akidah
...Tuhan tidak buang-mu (kumpulan cherpen 1958-1965) oleh Ajikik
Apakah Sudah Waktuku, Tuhan
Seorang “Audy” yang terkenal tangguh dari kecilnya, menjadi tidak berdaya ketika bertemu dengan Tommy yang memanjakannya. membuat nya menjadi seorang putri, semua di turuti walaupun tahu keputusan yang diambil salah. Audy berjuang mengatasi kelemahannya dalam menghadapi kecemasan sebagai ibu yang melahirkan. Tommy sesosok lelaki yang begitu memanjakan istri dan anak-anaknya. "Family Man" julukkannya. Mottonya hanya satu "yang penting bisa kumpul bersama keluarga.” Lelaki yang setia, "aku tetap mencintaimu apa adanya, yang penting kita tetap bersama selamanya.” Bertahankah dengan 10 tahun penantian menunggu buah hatinya?
Fokus Kepada Tuhan (ed. 1)
Buku ini berisi sepuluh tulisan dan teks kontemplatif yang dibuat dengan tujuan menolong dan membantu orang-orang percaya untuk lebih lagi memusatkan diri dan kehidupannya kepada Tuhan. Maka tidak ada jalan lain, untuk dapat tetap memusatkan diri pada frekuensinya Tuhan, kita harus menjaga proyeksi dan fokus hidup kita kepada-Nya dan menyingkirkan setiap gangguan yang membuyarkan fokus kita kepada Tuhan. Ketika kita fokus kepada Tuhan maka proses rekonsiliasi dan pembaharuan hidup akan terjadi. Dalam pengantar ini saya mengajak seluruh pembaca untuk memiliki komitmen membaca serta mengolah renungan yang berisi ajakan untuk kita dapat memiliki cara pandang yang Alkitabiah dan membuat kita tetap memusatkan diri dengan Allah. Saya berharap renungan-renungan sederhana dalam buku ini dapat menolong Anda untuk tetap berjalan di dalam jalur Tuhan, untuk memenuhi panggilan Tuhan, dan tetap berproses dalam kehendak Tuhan. Selamat membaca.
Kesurupan Tuhan: Esai dan Puisi
Lampu Sang Kafir Kami ucapkan banyak terimakasih padamu, hai orang kafir Karena engkau mampu memaksa matahari terbit di malam hari Dengan itu peradaban memudahkan hidup kami Sungguh siapa bisa mengabaikan jasamu yang sangat berarti Kecuali orang-orang tak berhati Tuhan, apa hanya karena tidak beriman, jiwanya harus dibersihkan lebih dahulu dengan basuhan air neraka agar menjadi suci? (Thomas Alva Edison) SANG PENUNGGANG CAHAYA Awalnya ia hanya seorang pelamun Yang bertanya bagaimana kenyataan itu disusun Ia abdikan hidup demi sebuah mimpi Bagaimana caranya cahaya bisa ditunggangi Gaya berat membuat ruang dan waktu melengkung Para ilmuwan pun banyak dibuat bingung Menunggu pembuktian sejarah baru Cara revolusioner memahami tarian sang waktu Teori besar yang dipikul sendiri oleh pikiran eksentrik Keindahan dalam keanehan yang unik Aku bangga menjadi pengagummu yang setia Layaknya berdiri di atas pundak para raksasa Mengenang 100 tahun lahirnya Teori Relativitas Umum Einstein 1915-2015.
Mereka bilang di sini tidak ada Tuhan
Human rights violations by the Indonesian military against the Muslims in Tanjung Priok in 1984; accounts written based on the interview with the victims and victims' family.
Saat Tuhan Beralasan
Saat Tuhan Beralasan PENULIS: Indin Rarasati ISBN: 978-623-90480-4-4 Penerbit : Guepedia Publisher Ukuran : 14 x 21 cm Tebal : 290 halaman Sinopsis: Ini adalah tentang alasan yang Tuhan berikan dari segala pertemuan dan perpisahan. Mengisahkan diriku sebagai Callia Jasmine Anindita Suharmoko yang dibesarkan dari keluarga yang tidak kekurangan suatu apapun. Hanya saja orang lain yang memandang bahwa perbedaan yang dimiliki keluargaku adalah suatu kekurangan yang pada akhirnya menjadi pandangan bahwa aku harus sama dengan yang lainnya. Bagiku, bukan itu masalahnya. Jika pada akhirnya aku memang akan sama dengan yang lain, bukan berarti karena pandangan mereka, tapi karena hatiku sendiri. Dalam kisah ini aku akan bertemu dan berpisah dengan berbagai sosok. Mereka datang dan pergi bukan tanpa alasan, namun bukan aku yang membuatnya, Tuhanlah yang memiliki alasan tersendiri mengapa harus mereka yang bertemu dan berpisah denganku. Bertemu dan berpisah mengajarkanku bahwa ketidakyakinan pada akhirnya akan membawaku pada sebuah janji yang ku ingkari, juga pada kata yang tidak aku tepati. Namun, dua hal ini juga lah yang akan membaikkan prasangka yang semua dihantam oleh rasa yang tidak terindahkan. Hingga akhirnya, pertemuan membuatku tak perlu banyak alasan. Ku rasa, Tuhan hanya memberiku alasan bahwa aku hanya perlu merasa cukup untuk mencintai seseorang. Email : guepedia@gmail•com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
Ya Tuhan, Mengapa Kau Ambil Dia Dariku?
"Setiap orang memiliki jam kehidupannya masing-masing. Satu ketika jam itu akan berhenti berputar dan ia akan meninggal dunia. Itulah sebuah kehidupan, yang sekaligus sebuah misteri. Semua orang tahu itu. Namun, bagaimana bila jam kehidupan orang yang kita kasihi berhenti berputar? Perasaan tidak percaya, marah, kecewa, sedih bisa saja kita alami. Itulah suatu perasaan duka. Bagaimana kita harus berhadapan dengannya secara tepat? Bagaimana kita harus mengatasi perasaan duka? Ternyata, tak jarang orang gagal mengatasi kedukaannya. Akibatnya, ia terus dibayang-bayangi kesedihan, merasa tak berdaya, emosi cenderung labil, dan kurang berfungsi secara optimal dalam kehidupan. Tentu kita tidak ingin menjadi pribadi seperti itu. Itulah sebabnya, buku ini hadir untuk menjadi sahabat perjalanan yang menuntun kita secara lembut menuju tahap kehidupan yang lebih baik, lebih normal, dan lebih sehat. Apakah kita ingin mencapai hal tersebut? "Kelahiran dan kematian selalu ada. Dan tidak semua kita siap menghadapi kematian atau peristiwa ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai. Ada banyak petunjuk di buku ini yang bisa menguatkan dan membuat kita siap menghadapi kedukaan... bahkan kematian kita sendiri." ---Meigel Bentura, Drs. Ec., Manajer PT Prima Elektrik Power, grup Jawa Pos"