Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.698 karya publik ditemukan.

2026: 2412025: 12872024: 20062023: 155

Periwayatan Ahl al Bida’ dalam Kutub al Sittah: Telaah atas Penilaian Ibn Hajar al Asqalani dalam Kitab Taqrib al Tahdhib

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dari penelitian terlihat bahwa Perawi ahl al bida dalam meriwayatkan hadis tidak memiliki bias terhadap mazhab yang dianutnya dengan melakukan pembelaaan terhadap hadis yang diriwayatkannya. Kalau pun terdapat bias dalam periwayatan hadisnya maka bukan karena mazhab yang dianutnya, melainkan jeleknya ahlak perawi hadis tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan celaaan (tajrih) terhadap perawi tersebut dari para kritikus hadis. Penilaian ibn Hajar al Asqalani terhadap para perawi hadis juga tidak sepenuhnya tepat, karena dalam kenyataaanya ada perawi yang seharusnya dikategorikan baik (ta’dil) yang berimbas sahih terhadap hadis yang diriwayatkannya namun justru dicela (tajrih) sehingga hadis yang diriwayatkannya menjadi lemah. Sebaliknya terdapat perawi ahl al bida mendapat celaan (tajrih) padahal tidak demikian keadaannya. Terjadi inkonsistensi ibn Hajar al Asqalani dengan pernyatan yang dibuatnya. Hal ini terlihat dari perbedaann antara pernyataan ibn Hajar al Asqalani yang dalam muqaddimah kitab Taqrib al Tahdhib nya yang akan meletakkan perawi ahl al bida dalam tingkatan kelima dari duabelas tingkatan perawi yang dibuatnya dengan memberikan keterangan sebagai penganut ahl al bida tertentu. Pada kenyatannya para perawi ahl al bida dalam kitab Taqrib al Tahdhib tersebar dalam berbagai tingkatan yang dibuat oleh ibn Hajar al Asqalani, baik tingkatan dengan memberikan pujian (ta’dil) maupun dalam bentuk celaan (tajrih).

Al-Qur`an dan Kerukunan Hidup Umat Beragama

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

"Pluralitas agama adalah adalah suatu fakta kehidupan yang dapat dijumpai dalam semua peradaban bangsa. Pluralitas agama ini ibarat dua mata pisau. Satu sisi merupakan sarana potensial untuk membangun kekuatan bangsa. Namun di sisi lain, dapat menjadi sumber konflik horizontal yang bisa memporak-porandakan persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, diperlukan semacam managemen atau strategi untuk mengelola pluralitas tersebut agar kerukunan hidup umat beragama dapat tercipta. Lalu, bagaimanakah caranya? Buku ini berusaha memberikan `panduan` bagaimana membangun kerukunan intra dan antar umat beragama menurut kaca pandang Al-Qur`an sebagai kitab kehidupan. Selamat membaca! "Kerusuhan antar umat beragama yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan belum optimalnya pemahaman umat terhadap Al-Qur`an. Sebab, Al-Qur`an tidak pernah mentolerir kekerasan atas nama apa pun. Buku ini mengukuhkan hal tersebut."" -Prof. Dr. KH. Udi Mufrodi, Lc, MA. Dekan Fakultas Dakwah IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten "Kekerasan atas nama agama tidak akan terjadi jika saja setiap orang mau menghargai keyakinan dan agama orang lain. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terbitnya buku ini sebagai ikhtiar menciptakan kerukunan hidup umat beragama di Indonesia."" -KH. Abdul Karim Ismail. Ketua Umum Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Cilegon & Ketua DKM Masjid Agung ""Nurul Ikhlas"" Kota Cilegon "Apakah hanya Islam yang benar? Kenapa Allah menciptakan agama itu bermacam-macam? Bagaimana kita bersikap terhadap agama lain? Buku ini mencoba mencari jawaban dari pertanyaan tersebut dalam Al-Qur`an. Lewat analisis yang mendalam dan telaah kritis terhadap ayat-ayat Al-Qur`an, para penulis buku ini berhasil membuktikan bahwa Al-Qur`an adalah kitab toleransi, menghargai pluralisme, dan melarang keras untuk memusuhi pemeluk agama lain di luar Islam."" -KH. Muhtar Fatawi. Pakar Tafsir Al-Qur`an & Pengisi Acara "Damai Indonesiaku" TV ONE"

Habib Ali al-Jufri

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Habib Ali al-Jufri merupakan salah satu dzurriyah Rasulullah Saw. dari jalur Sayyidina Husein bin Ali Ra. Ulama besar bermazhab Syafi’i ini menjadi rujukan bagi banyak ulama di Indonesia, bahkan dunia. Namanya begitu masyhur. Bahkan, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 500 intelektual muslim paling berpengaruh di dunia, versi Georgetown University dan Royal Islamic Strategic Studies Centre Yordania. Ia memberikan kelas mengajar, bimbingan, dan nasihat untuk menyadarkan dan mengajak orang-orang agar senantiasa berada di jalan Allah Swt. Ia menjadi dosen tamu (dalam bidang fiqh dan tasawuf) di Dar al-Mustafa for Islamic Studies di Tarim, Yaman, serta di sejumlah kampus di Eropa dan Amerika Serikat. Nah, buku di tangan Anda ini mengupas tuntas biografi Habib Ali al-Jufri, mulai dari nasabnya hingga pengembaraan pendidikannya yang belajar kepada para ulama terkemuka. Selain itu, kiprah dan kontribusinya dalam menyiarkan ajaran agama Islam yang moderat akan menjadi bagian penting dalam pembahasan di buku ini. Sebuah buku yang sangat penting. Selamat membaca!

Al-Islam Studi Hadits Tarbawi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendidikan merupakan sesuatu yang tidak asing bagi kita, terlebih lagi kita sedang berinteraksi aktif di dalamnya. Kita sepakat bahwa pendidikan diperlukan oleh semua orang. Bahkan dapat dikatakan bahwa dalam proses menuju kedewasaannya, setiap manusia melalui tahap pendidikan ini. Al-Islam merupakan agama yang sempurna, agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW, ini diajarkan melalui mukjizat yang berupa teks al-Qur’an, al-Qur’an merupakan teks rujukan dan pedoman bagi ummatnya dalam seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan. Di dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang tidak menyebutkan makna secara jelas, penjelasan dari ayat tersebut diperoleh melalui penjelasan Hadits Nabi yang kemudian disebut sebagai teks utama setelah al-Qur’an. Sebenarnya agama Islam sangat mengutamakan proses pendidikan, hal tersebut dapat dilihat dari lima ayat yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam surat al-‘Alaq. Banyak juga hadits yang menjelaskan tetang pentingnya pendidikan bagi manusia. Namun sebagai dua teks utama, ummat Islam seringkali lupa akan ajaran-ajaran yang dijelasknnya. Buku ini merupakan hand out perkuliahan Al-Islam Studi Hadits yang disampaikan untuk mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, bertujuan memberikan wawasan keilmuan kepada mahasiswa khususnya mengenai konsep-konsep pendidikan yang di contohkan oleh Rasul melalui Hadits. Buku Al-Islam Studi Hadits Tarbawi ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Tafsir Al-Asas

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Allah berfirman, "Rasul berkata, wahai Rabbku, sesungguhnya umatku menjadikan Al-Qur'an ini suatu yang ditelantarkan." (Al-Furqan: 30) Ketika mengomentari ayat di atas, Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah berkata, "Siapa yang tidak berupaya memahami firman-firman Allah, maka termasuk orang yang menelantarkan Al-Qur'an" Memahami Al-Qur'an maupun sunnah haruslah sesuai dengan cara Rasulullah dan para sahabat memahaminya. Hal ini sangat penting, karena saat ini, banyak kalangan yang memahami Al-Qur'an dan Sunnah secara asal-asalan dan sesuai keinginan akalnya. Karena itu, kehadiran Tafsir Al-Asas ini, di tangan para pembaca semoga bisa menjadi pengantar memahami Al-Qur'an secara shahih. Penulis buku Tafsir Al-Asas ini, menjelaskan secara luas dan mendetil seputar ayat-ayat tentang Islam, Iman dan Ihsan yang menjadi dasar (asas) Islam dengan gaya bahasa yang mudah dicerna, tidak membosankan, ilmiah dan referensi yang valid. Juga, menghadirkan komparasi pendapat para ulama dan kontekstual bagi manusia masa kini. Dengan membaca kitab-kitab tafsir ulama salaf, serta membaca kitab ini, terasa semakin lengkap. Sehingga, tak pelak, kitab ini layak Anda miliki.

DAKWAH DALAM AL-QUR'AN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bagi kaum muslimin, al-Qur’an diyakini sebagai mu’jizat terbesar di sepanjang zaman. Al-Qur’an mempunyai banyak keistimewaan, baik dari segi keindahan, susunan ayat, munasabah antar ayat dan antar surat maupun dari segi penggunaan terma serta kandungan maknanya. Al-Qur’an adalah suatu kitab yang terbuka untuk dipelajari, dipahami, ditelaah dan dianalisis. Hal itu terlihat dari berbagai tantangannya, baik tantangan yang menyangkut redaksi maupun tantangan yang menyangkut isi kandungannya. Agar al-Qur’an sebagai kalamullah yang menjadi mukjizat terbesar itu, betul-betul dapat menjadi petunjuk dan alat komunikasi serta dapat menyentuh persoalan dunia nyata, yaitu kehidupan manusia di dunia kini, kegiatan pemahaman dan penafsiran al-Qur’an menjadi sangat penting dan harus lebih terbuka dan mencakup semua persoalan yang diinformasikannya. Oleh karena itu, manusia yang juga dianugerahi akal dan pikiran dituntut berusaha mencurahkan segala potensi insaninya untuk merenungkan dan menggali isi kandungan sehingga dapat mengambil pelajaran dan petunjuk darinya. Dalam hal ini, keterlibatan daya nalar manusia sangat diperlukan.

Literasi Al-Qur’an di Sekolah Negeri; Studi Model, Implementasi, dan Evaluasi Kebijakan BTQ di Sekolah Dasar Negeri Kota Ternate

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku yang merupakan hasil penelitian ini mengungkap tujuan utama program literasi Al-Qur’an di Kota Ternate adalah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dan berkarakter islami, yang menjadi suatu keniscayaan mengingat Ternate merupakan daerah kesultanan yang penduduknya mayoritas muslim. Pemimpin lokal meyakini bahwa upaya tersebut dapat diwujudkan melalui kesungguhan mempelajari ilmu agama yang dimulai sejak dini dengan mempelajari Al-Qur’an, yang pada praktiknya diselenggarakan dalam bentuk program baca tulis Al-Qur’an dan diniyah yang diterapkan di sekolah dasar. Menarik untuk disimak lebih lanjut bagaimana model kebijakan penguatan pendidikan agama Islam melalui pembelajaran Al-Qur’an yang didedahkan penulis dalam buku ini. Kemudian bagaimana visi dan inovasi kebijakan pemimpin lokal tersebut diimplementasikan di lapangan dan selanjutnya dievaluasi. Selamat membaca.

SUNNAH NON-TASYRI’IYYAH MENURUT YUSUF AL-QARDHAWI

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menurut Al-Qaradhawi, untuk membedakan antara sunnah tasyri'i'yyah dan non-tasyri'i'yyah tersebut, perlu diingat dua aksioma atau hakikat yang tidak ada perbedaan atau tidak layak diperdebatkan lagi. Pertama, mayoritas sunnah Nabi, baik perkataan, perbuatan, atau persetujuannya adalah dimaksudkan sebagai tasyri'i'yyah yang wajib diikuti. Kedua, sunnah yang tidak termasuk tasyri'i'yyah dan tidak wajib diikuti hanya terbatas kepada sunnah yang berkaitan dengan persoalan dunia saja. Lantas, bagaimana otoritas sunnah non-tasyri'i'yyah terhadap hukum fiqh dalam kehidupan umat Islam? Itulah yang akan dijelaskan oleh penulis buku ini, dan mari kita baca bersama dengan saksama. Selamat membaca!

Pendidikan Orang Dewasa Dalam Al-Qur'an

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Motivasi utama penulis membahas kajian ini karena konsep pendidikan orang dewasa belum pernah dibahas menurut perspektif Al-Qur’an. Selama ini, konsep pendidikan orang dewasa yang dibicarakan secara ilmiah sering merujuk kepada teori dan pendapat para ilmuwan Barat. Sementara Al-Qur’an yang memuat kajian tentang itu sejak 14 abad yang lampau, belum pernah dijadikan landasan untuk membahas dan melahirkan konsep pendidikan orang dewasa. Atas pertimbangan tersebut, sangatlah layak dan tepat jika Al-Qur’an dikedepankan untuk membedah dan melahirkan konsep pendidikan orang dewasa, sehingga gagasan dan pendekatan yang dikembangkan dalam dunia pendidikan menjadi lebih islami, membangkitkan kesadaran spiritual, dan berkarakter mulia. Selain itu, dimaklumi pula, konsep pendidikan orang dewasa dalam perspektif Al-Qur’an ini perlu dikedepankan agar dapat menjadi bagian penting dari pengembangan kajian Ilmu Pendidikan Islam.

Paradigma Sains Integratif al-Farabi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penulis buku ini berhasil mengekstrak pemikiran al-Farabi yang menawarkan sains integratif sebagai solusi dalam memperbaiki celah-celah sains modern yang cenderung sulit mengapresiasi ide-ide yang berhubungan dengan sesuatu yang metafisik. Sains integratif al-Farabi memiliki akar dan fondasi pada gagasan dan paradigma keesaan, Tauhid, yaitu prinsip dasar dalam keimanan Islam. Gagasan keesaan ini telah mengikat setiap bentuk dan struktur pemikiran sains al-Farabi, baik pada tataran ontologis, epistemologis, kosmologis, metodologis, maupun aksiologis. Rumusan penting dari prinsip ini adalah semakin menyatu dan terintegrasi suatu tatanan atau realitas, maka jaring-jaring kehidupan akan semakin harmoni. Sebaliknya, semakin disintegrasi suatu tatanan, maka jaring-jaring kehidupan akan mengalami kekacauan dan kehancuran. *** Buku ini sangat bermanfaat bagi setiap pecinta ilmu pengetahuan, akademisi, dan mahasiswa filsafat, terutama mahasiswa filsafat Islam, bukan hanya karena penulisnya berhasil menyampaikan dengan sistematik pemikiran al-Farabi terkait dengan gagasan integrasi ilmu, tetapi juga karena relevansi pemikiran-pemikiran al-Farabi untuk menjawab beberapa isu epistemologis yang sangat penting dan sangat kita butuhkan hari ini. —Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara, Dosen Filsafat Islam UIN Jakarta & Universiti Brunei Darussalam Dijuluki 'Guru Kedua' (setelah Aristoteles), al-Farabi merupakan figur krusial awal yang menyiapkan 'panggung' untuk banyak filsafat Islam selanjutnya, khususnya pada aliran Peripatetik. —Peter S. Groff dalam Islamic Philosophy A—Z Meskipun doktrin al-Farabi adalah sebuah refleksi Abad Pertengahan, ia tetap mengandung beberapa gagasan moderen, bahkan kontemporer. Al-Farabi menyukai sains, membela eksperimentasi, dan menyangkal ilmu nujum dan astrologi... Dia memuliakan akal pada tingkat yang sangat suci, sehingga dia didorong melakukan pendamaian akal dengan tradisi, sehingga filsafat dan agama pun bisa sejalan, selaras. —Ibrahim Madkour, PH.D. dalam A History of Muslim Philosophy

KUMPULAN TEORI PENAFSIRAN AL QUR’AN - AL HADIS DAN TEORI EKONOMI ISLAM MENURUT PARA AHLI

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bismillahirrahmanirrahim... Segala puji dan syukur kami segenap penulis sampaikan kepada Allah Azza Wa Jalla, karena dengan rahmat dan hidayah-Nya, tim penulis dapat merampungkan penyusunan buku ini. tema yang di angkat pada buku ini, mengenai kumpulan pemahaman pemikiran dari para alim dan ulama Islam mengenai teori-teori penafsiran Al-Quran dan Al-Hadits serta pemahaman pemikiran tentang tema ekonomi Islam. buku ini merupakan hasil kolaborasi 13 mahasiswa/i calon doktor Ekonomis Syariah di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung angkatan tahun 2020. kolaborasi ini cukup unik dan menarik, dimana dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang sangat beragam mampu menghasilkan dan menyusun sebuah karya yang di harapkan dapat bermanfaat bagi penikmatnya. buku ini bersumber dari teori pada artikel-artikel ilmiah dan buku-buku rujukan ekonomi Islam yang di rangkum oleh tim penulis menjadi sebuah karya buku. tim penulis berharap bagi para pembaca buku ini untuk dapat lebih kritis dalam memahami sebuah sudut pandang dari para alim dan ulama Islam yang tertera di dalam buku ini. tim penulis menyarankan kepada para pembaca buku ini untuk dapat menggali informasi pembanding eksternal dari teori-teori yang tersusun di dalam buku ini. akhir kata, tim penulis menginginkan agar para pembaca bisa memilah dan memilih isi buku ini dengan pikiran terbuka. Wallahualam Bissawab...

PARADIGMA BARU ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ilmu al-Qur’an merupakan ilmu yang memiliki cakupan yang sangat luas, laksana lautan yang tak bertepi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak terhadap perkembangan paradigma baru ilmu al-Qur’an dan Tafsir, sehingga memperluas cakupan dan cabang-cabangnya. Oleh sebab itu, Penulis buku “Paradigma Baru Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir” terinspirasi untuk melakukakan penelitian, yang terkait dengan paradigma baru dalam perkembangan ilmu al-Qur’an dan tafsir. Dari hasil penelitian, penulis menuangkannya dalam sebuah buku.

Nalar Fiqh ‘Ulama’ Kontemporer Atas Hukum Jihad: Studi Komparasi Muhammad Sa‘id Ramadan al-Buti dan ‘Abdallah ‘Azzam

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam Islam, interrelasi antar manusia setidaknya dibagi dalam tiga kategori keterhubungan solidaritas: solidaritas antar orang Islam, solidaritas antar warganegara dan solidaritas antar sesama manusia. Ketiga model kerangka solidaritas tersebut menjadikan antara individu satu dengan individu lain tidak pernah tidak saling terhubung. Kalau bukan karena kesamaan agama, individu satu dan lainnya terhubung karena kesamaan statusnya sebagai warga negara. Jika bukan karena kesamaan status kewarganegaraannya, maka terhubung karena keberadaannya di muka bumi ini sebagai sesama manusia: makhluk yang paling mulia di muka bumi dan paling kompleks misi dan tugasnya untuk memakmurkan alam semesta dan seisinya. Pendek kata, diantara manusia, selalu ada tali pengikat kebersamaan antar individu sehingga diharapkan untuk bisa saling mencegah dan merajut jika dirasa ada potensi untuk terputusnya kesalingterhubungan. Khazanah fiqh Islam mengenal istilah dar al-harb dan dar al-salam. Dalam situasi ketegangan dan potensi kerusakan hubungan, dilukiskan kondisi manusia berada dalam konflik dan peperangan. Maka, berlaku hukum peperangan (dar al-harb), status kondisinya berada dalam teritori konflik dan perang. Berlakulah hukum perang. Sebaliknya, dalam situasi saling menyambung dan bekerjasama serta dalam keharmonisan, maka berlaku hukum perdamaian (dar al-salam). Klasifikasi perang dan damai, sebenarnya melukiskan kondisi kehidupan manusia yang terlalu sederhana. Hitam putih. Tetapi, di dalam penyederhanaan klasifikasi tersebut, dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa damai sebenarnya lebih disukai. Perang harus dihindari. Perang hanyalah sebuah keterpaksaan. Karena kata Islam itu sendiri bermakna otentik dan generik sebagai sinonim dengan damai (salam). Itu berarti, orang Islam harus identik dengan dimensi damai. Karena dimaksudkan dalam alur pemahaman yang demikian, maka, baik al-Qur’an maupun al- Hadith banyak sekali menjelaskan tentang fondasi kebaikan untuk menuju masyarakat yang damai. Sebaliknya, keduanya mengisahkan adanya masyarakat yang brutal dan barbar yang tidak ada pedoman nilai yang berlaku karena situasi chaotic dan perang. Manusia diperintahkan untuk senantiasa dan berusaha untuk berada dalam kondisi damai, mencegah dirinya tercebur dan terjerumus dalam kondisi perang. Dewasa ini, seiring dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan semakin banyaknya pengalaman umat manusia dalam interaksi antar sesamanya, maka instrumen dan protokol peraturan untuk menuju kedamaian akan semakin dicari dan digandrungi. Baik dalam level lokal, nasional, regional maupun internasional. Sementara, faktor-faktor yang dapat memicu ketegangan, konflik dan peperangan akan semakin dicegah. Setidaknya, selalu ada kesepakatan-kesepakatan untuk pencegahannya. Tidak hanya mencegah secara kuratif, tetapi mencegah secara preventif, bahkan mencegah secara pre-emptif. Karena pencegahan dengan model demikian, maka bukan hanya tentang perlombaan senjata atau konflik fisik saja yang diupayakan untuk dicegah, tetapi potensi laten yang ada dalam individu, tradisi dan bahkan agama yang dapat memicu terjadinya ketegangan yang sewaktuwaktu dapat membesar menjadi konflik, dan peperangan juga dicegah. Sebut saja, perilaku individu dan primordialisme tradisi dan agama yang disalah tafsirkan sehingga menimbulkan diskriminasi, ketidakadilan dan intoleransi. Kemajuan instrumen pencegahan di atas sangat mungkin untuk mengilhami lahirnya fiqh interaksi baru antar manusia yang lebih maju dan berdimensi untuk pencegahan juga. Tidak hanya berhenti pada klasifikasi dar al-harb dan dar al-salam, tetapi bisa meluas dan melebar menjadi fiqh toleransi antar kelompok, fiqh berbasis perdamaian dan fiqh yang mengeliminasi akar kekerasan, baik komunal maupun individual. Buku yang ditulis oleh saudara Fahmi Majid menjadi salah satu upaya rintisan untuk menuju kepada pemahaman demikian. Sebagai karya ilmiah tentu karya tersebut (mungkin) masih mengandung perdebatan. Sangat boleh jadi, pembaca akan menyatakan bahwa riwayat hidup dan keterlibatan sosial ‘Abdallah ‘Azzam berbeda dengan Muhammad Sa’id Ramadan al- Buti. Oleh karenanya, tafsir dan penghayatan mereka tentang jihad juga berbeda. (Memaksa) menempatkan dan menyamaratakan pemaknaan jihad dari dua individu dengan setting sosio-historis yang berbeda, akan tidak adil dan tidak jujur. Bisa jadi akan muncul pendapat demikian. Tetapi, penulis juga berhak untuk menyatakan, bahwa penafsiran dan pemaknaan ‘Azzam tidak pada tempatnya juga untuk terus dipelihara dan diwariskan. Justru karena setting sosial-historis yang berbeda tersebut. Artinya, umat Islam di manapun berada, akan memiliki dinamika sendiri. Sangat boleh jadi, dinamika tersebut berbalik dan berbeda dengan dinamika di saat mana ‘Azzam hidup dan terlibat dalam persoalan zamannya. Terlepas dari itu semua, setetes ilmu yang ada akan ikut menambahkan tetesan air yang sudah terkoleksi. Jika terus tetesan tersebut bertambah, apalagi menjadi semakin deras, tidak tertutup kemungkinan untuk menjadi danau air yang semakin dalam. Semoga buku ini akan mempercepat terbentuknya danau air tersebut.

KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER ULUL AL-BAB DALAM AL-QUR’AN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER ULUL AL-BAB DALAM AL-QUR’AN PENULIS: Basrinsyah, M.Pd. Editor: Dr. NURHADI, S.Pd.I., S.E.Sy., S.H., M.Sy., MH., M.Pd. Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-270-318-6 Terbit : Juni 2020 www.guepedia.com Sinopsis: Konsep ul?l-alb?b yang terdapat dalam al-Quran adalah orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara ber-zikir di manapun dan kapanpun dia berada. Mereka selalu menancapkan kalimatullah dalam hatinya, di samping itu dia mau menggunakan kecerdasannya dengan selalu berfikir dan menganalisa ciptaan Allah SWT, sehingga dengan kegiatan berfikir dan berzikir tersebut mereka mampu mengambil faidah darinya atas semua keagungan Allah SWT dan mau mengingat hikmah akal dan keutamaannya dalam segala situasi dan kondisi. Dengan melakukan dzikir dan fikir, maka sampailah manusia pada suatu kesimpulan bahwa Allah SWT menciptakan alam ini syarat dengan tujuan dan kemanfaatan bagi manusia. Selanjutnya mereka memohon kepada Allah SWT supaya mereka diberi petunjuk dan dihindarkan dari siksa api neraka.Relevansi konsep ul?l-alb?b dengan karakter pendidikan nasional sangat erak sekali. ul?l-alb?bdan karakter pendidikan nasional adalah dua kata yang salingberhubungan, karena sebenarnya karakter pendidikan nasional adalah suatu misi yang diemban dan hendak direalisasikan oleh seorang ul?l-alb?b melalui berbagai aktifitas dalam kehidupan yang dijalaninya. Sedangkan ul?l-alb?b adalah merupakan salah satu tujuan akhir dari pendidikan itu sendir. Karakter ul?l-alb?b yang selalu befikir dan berzikir kepada Allah SWT akan mendekatkan dia yang karakter pendidikan nasional yang sejatinya sudah tergambar dalam Islam dan juga pribadi ulal albab. Karakter tersebut antara lain religius, jujur, toleransi, disiplin, dan lain-lain. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys

PEMAHAMAN TERJEMAH AYAT SUCI AL-QURAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Inilah Kitab Suci AI-Qur’an yang tidak terdapat keraguan apapun di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (QS. Al-Baqarah [2]: 2) Sungguh tak pernah diragukan lagi, Al-Qur’an merupakan petunjuk yang paling sempurna yang Allah turunkan untuk umat manusia. Menjadi kewajiban bagi kita sebagai muslim untuk mempelajari dan mengamalkan seluruh kandungannya. Tidaklah mungkin kita dapat mengamalkan segenap Isi Al-Qur’an, jika tak memahami isinya. Seluruh Isi kandungan Al-Qur’an hanya bisa kita pahami melalui tafsirnya. Oleh karena itu, Ilmu tafsir berkembang sebagai bagian dari cabang ilmu-ilmu syariat. Buku ini disusun oleh penulis yang tentunya memiliki kapasitas dalam bidang ilmu tafsir. Penulisnya menjelaskan tafsir Kitab Suci Al-Qur’an dengan rinci ayat demi ayat. Tak hanya itu, buku ini juga dilengkapi dengan fadhilah (keutamaan) tiap surat beserta Asbabun Nuzul (sebab-sebab turunnya ayat). Buku ini sangat cocok sebagai referensi setiap muslim yang ingin memahami sekaligus mempraktekkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Tinjauan Al-Qur’an Terhadap Diskrepansi Perilaku Manusia di Dunia Nyata dan Dunia Maya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dunia maya/internet pada era ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia. Sehingga tidak bisa dipisahkan antara dunia nyata dan dunia maya tersebut. Namun seiring berjalannya waktu menjadikan manusia ketergantungan terhadap dunia maya tersebut. Karena adanya ketergantungan tersebut memunculkan ketidaktidaksesuaian/diskrepansi perilaku-perilaku yang tidak sesuai di dalam dua dunia (nyata dan maya). Ketidaksesuaian ini menimbulkan masalah-masalah khususnya aspek interaksi sosial. Seperti memunculkan sikap-sikap yang bertentangan dengan dunia nyata yang ada padanya dengan dunia maya nya(semisalnya di dunia nyata dirinya jauh dari rangkaian ibadah sedangkan di dunia maya dirinya dekat dengan ibadah). Buku ini berusaha untuk membahas hal-hal di atas perspektif mufassir melalui pendekatan ayat-ayat Al-Qur’an tentang etika beragama aspek interaksi sosial.